Menu

Citra

 


Oleh : BundaSriMin 


Citra dapat diartikan sebagai kesan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengetahuan dan pengertiannya tentang fakta-fakta dan kenyataan (Soemirat dan Ardianto, 2005 : 114). Ada 4 unsur dalam istilah citra, yaitu kesan, pengetahuan, fakta dan kenyataan. 


Citra adalah kesan yg muncul karena kebiasaan, misalkan si A yg disiplin, rapi dan mampu berkomunikasi baik tentu akan memiliki citra positif yg akan bertahan lama,  berbeda bila dibangun untuk konten atau bertujuan mendapatkan simpati sesaat, maka dg mudah dilupakan. 


Citra yg disematkan pada orang lain biasanya berasal dari pengetahuan atau fakta dan kenyataan yg ada, artinya apa yg menjadi perilaku kebiasaan setiap orang akan menjadi citra yg melekat pada diri sendiri. 


Membangun citra dg ilmu, perilaku, tindakan dan kebiasaan positif sama dg proses penanaman, yg buah atau hasilnya adalah citra diri, yg akan dipetik pada waktu dan saat dibutuhkan. 


Meniatkan segala sesuatu nya karena Allah semata, hati akan tenang menerima apapun dan seberapapun hasil yg didapat,  berarti membangun citra diri manusia yg sabar dan pandai bersyukur. 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin

Semoga bermanfaat

Semoga kita selalu sehat


Purwosari, 31 Mei 2023

SriMinarti10Bjn

Tembakau Meresahkan atau Obat Resah

 


Hari ini 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau seDunia.


Tema yang pilih pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2023 ini adalah 'We need food, not tobacco', yang artinya 'Kita butuh makanan, bukan tembakau'. Merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran tentang prioritas dari kebutuhan keluarga adalah makanan, bukan tembakau 


Banyak orang yang membenci tembakau, tetapi sekaligus banyak juga orang yang mencari tembakau. Dua kepentingan ini akan tidak pernah ada titik temu, walau dengan segudang alasan yang selalu telak. Namun mereka saling ‘ngotot’, dan semakin kencang juga. Argumen atau ‘dalil’ apapun dipakai, agar yang selalu 'mencari' tembakau ini menjadi ‘kapok’, juga belum bisa ‘dimatikan’ dengan alasan apapun pula.


Sejak lama tembakau merupakan salah satu komoditi yang sangat menjanjikan dalam hal finansial, dan bisnis tembakau ini mampu mencuatkan nama pemiliknya sebagai deretan orang terkaya di dunia.


Dampak terhadap kesehatan, Berdasarkan WHO, tembakau merupakan penyebab terbesar kematian oleh penyakit yang dapat dicegah. Bahaya penggunaan tembakau mencakup penyakit yang terkait dengan jantung dan paru-paru seperti serangan jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, emfisema, dan kanker, terutama kanker paru-paru, kanker laring, dan kanker pankreas.


WHO memperkirakan bahwa tembakau menyebabkan kematian bagi 5.4 juta jiwa pada tahun 2004. 100 juta kematian akibat tembakau telah terjadi akibat tembakau sepanjang abad ke 20. Tembakau juga penyebab kematian bayi dan janin di seluruh dunia karena orang tua perokok.


Perokok pasif meski tidak merokok, dapat mengalami kanker paru-paru. Di Amerika Serikat 3000 orang dewasa meninggal akibat paparan asap rokok sebagai perokok pasif. Setidaknya 46.000 orang perokok pasif mengalami penyakit jantung dan meninggal. Yang demikian itu, juga disangkal, seberapa besar angka kesakitan dan kematian akibat polusi emisi mesin kendaraan yang semakin brutal.


Industri pertembakauan sudah menjadi komoditas dan ladang banyak pihak, termasuk kita semua. Kita ikut ‘menikmati’ dari negara, karena cukai rokok telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit pada negara.


Itu hal ikhwal pro kontra tentang tembakau dan rokok, sampai dunia memperingatkan semua masyarakat dengan gambaran seperti diatas. Semua tergantung dari diri sendiri, apa yang harus dilakukan.


Dan semua permasalahan di dunia ini penuh pro dan kontra, setiap orang mengetahui bagaimana menjaga pola hidup sehat. 


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Beda Tipis Persona dan Topeng

 


Oleh : HanU


Menurut Herri Zan Pieter, persona merupakan cara individu dengan sadar menampakkan diri ke dunia luar atau lingkungan.

Semua manusia punya persona, karena itu adalah salah satu bagian dari diri kita, selain empat komponen diri lainnya. 


Apa itu persona?

Persona adalah wajah sosial kita. Semacam topeng yang kita rancang secara sadar atau tidak untuk memberi kesan kepada orang lain, dan sekaligus untuk menutupi sifat asli diri kita. Istilah awamnya, persona itu adalah pencitraan yang kita buat.


Persona juga dianggap sebagai kompleks dari fungsi-fungsi yang terbentuk dari pertimbangan dalam penyesuaian diri atau usaha dalam mencari penyelesaian. Akan tetapi, semuanya tergantung dari sifat maupun kepribadian seseorang. 


Dapat dikatakan bahwa persona adalah kompromi yang sifatnya unik antara individu dan masyarakat. Maka, persona itu hanya muncul ketika ada kehadiran orang lain, khususnya yang di luar keluarga inti. 


Setiap topeng merupakan respons terhadap situasi dan individu yang spesifik. Misalnya, seorang wanita yang bekerja sebagai hakim, dia akan memakai topeng hakim, dia juga bisa menggunakan topeng sebagai istri, ibu, tetangga, teman, dan sebagainya.


Jumlah atau gabungan dari total topeng yang digunakan oleh seseorang inilah yang disebut dengan persona. 


Satu orang bisa memiliki banyak variasi atau bentuk topeng yang dikenakannya. Misalnya, topeng-topeng untuk anggota keluarga yang berlainan (ibu, bapak, mertua, ipar, adik, anak, atau cucu), topeng-topeng lainnya untuk rekan kerja (atasan, rekan kerja, bawahan, pelanggan, atau pemasok).


Sekalipun persona dapat dilihat nyata secara lahiriah, tidak mudah untuk mengendalikan atau mengganti topeng-topeng itu secara cepat dan tepat.


Wujud nyata persona adalah perilaku atau sopan santun yang seseorang tunjukkan, misalnya dengan berkata "terima kasih", "maaf", atau "silakan". Sekalipun pada waktu mengucapkan kata-kata tersebut tidak sepenuhnya mengartikan demikian. Orang tidak akan mengenakan topeng yang sama untuk setiap kesempatan atau pada setiap waktu waktu dan tempat. 


Kesulitan untuk mengganti topeng-topeng secara cepat dan tepat ini akan sangat bergantung pada proporsi peran atau keterlibatan seseorang dalam keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat secara umum.


Sering kali peran-peran ini tidak sejalan atau saling bertentangan hingga dapat menghasilkan ketidaknyamanan (psikis).

Karena orang yang terus menerus berpura-pura itu sungguh berat hidupnya. Hidupnya menjadi tidak seimbang. Ia menghabiskan waktunya hanya untuk satu komponen. Pikirannya tidak akan sanggup untuk mempertahankan konsistensi antar topeng. Ia bisa mudah lupa atau terpeleset, 


Sebagai contoh, seorang remaja pria mungkin akan mengenakan topeng anak manis yang taat di hadapan orang tua atau gurunya. Sementara topeng jutek akan dikenakannya pada waktu berhadapan dengan adik atau teman sekolahnya.


Pada waktu dia berada di antara orang tua dan adiknya, atau di antara guru dan teman-teman sekolahnya, sangat mungkin dia akan berperilaku yang sama sekali bukan sebagai anak manis ataupun jutek, tapi berperilaku sebagai remaja yang pemalu.


Manfaat Persona

Persona bermanfaat untuk beradaptasi dengan dunia luar. Tanpa persona yang berkembang, orang akan menemui kesulitan sosial untuk mencapai tujuan tertentu yang mengandalkan impresi atau kesan positif dari orang lain.


Mudah2an kita bisa mengendalikan persona kita dengan lebih bijak sehingga hidup lebih berarti baik untuk diri sendiri maupun orang lain.


Semoga kita selalu sehat. (HanU)



( disadur dari kumpulan artikel psikologi )

Sosialita Menjadikan Lansia Bermanfaat

 

Sosialita

Hari ini 29 Mei 2023 diperingati Hari Lanjut Usia Nasional, yang pada tahun ini memilih tema ‘Lansia Terawat Indonesia Bermartabat’.


Lansia merupakan warga lanjut usia khususnya di Indonesia, yang usianya diatas 60 tahun. Untuk mengingat jasa para lansia masing masing, Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional sejak tahun 1996. 


Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada lanjut usia (lansia) dan berusaha untuk mewujudkan lanjut usia yang sejahtera, mandiri, dan bermartabat.


Kehidupan lansia memang unik terkait dengan bagaimana ragam karakteristiknya sebagai insan yang sebelumnya berkarya di bidang masing masing. Banyak macam komunitas yang terbentuk sesuai dengan prestasi ketika beliau beliau ini produktivitasnya masih tinggi.


Banyak mereka yang masih sehat dan produktif, namun tidak sedikit pula yang terbelenggu karena kesehatannya menurun atau terganggu, bahkan cenderung menjadi ‘beban’ yang lain, na’udzu billahi min dzalik.


Hari peringatan ini mengajak kita semua untuk ‘mempersiapkan’ diri kelak menjadi lansia, selain setiap warga juga ‘berkewajiban’ peduli terhadap lansia.


Sebaiknya setiap lansia mempunyai komunitas yang konstruktif, apapun bentuk dan kegiatannya, agar setiap anggota merasa terhibur dan merasa selalu bermanfaat bagi yang lain. Karena sebagai makhluk sosial, apalagi diusia lanjut, akan merasa terbuang ketika kurang atau tidak ada yang memperhatikan atau tidak bermanfaat bagi orang lain. Lebih lagi kalau sebelumnya sebagai seorang pimpinan atau tokoh penting yang tiba tiba lepas dan kurang mempersiapkan diri menjadi anggota masyarakat biasa. Secara psikologi kita kenal sebagai post power syndrome, tidak sedikit yang mengalami hal demikian.


Komunitas yang diikuti cukup dengan olah raga ringan atau senam, bahkan sudah diciptakan senam lansia. Atau bagi yang kesehatannya terganggu, misal diabet, bisa bergabung dengan sesama diabetisi atau masih banyak lagi melakukan hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kuncinya, harus bersosialita saling berkomunikasi, berinteraksi, apalagi kalau tetap bisa berkarya.


Sesuai dengan peringatan tahun ini, ‘Lansia Terawat Indonesia Bermartabat’. Pemerintah juga 'berkepentingan' untuk merawat para lansia.


Menjaga pola hidup sehat sejak belia dengan menjaga makanan dan berolah raga ringan sesuai usia dan kemampuan. Lebih meningkatkan ibadah menjadikan semakin tenang.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Pertanyaan

 


Oleh : BundaSriMin 


Ada pertanyaan, pernahkah suatu ketika malas melakukan aktivitas apapun dan lebih banyak diam, apa penyebab nya? Yg tahu persis jawabnya adalah diri sendiri, bisa jadi karena belum memiliki tujuan pasti, atau ada keraguan di jiwa.


Sebagai ilustrasi, seorang ayah yg menyayangi keluarganya selalu memiliki semangat menunaikan tugas sebagai bentuk ibadah, ada keyakinan yg kuat bahwa lewat kerja,  rejeki akan didapatkan, setelah usai segera pulang untuk menemui keluarga yg sudah menunggu dg rasa cinta, kata kunci dari semua adalah memiliki keyakinan dan tujuan.


Tujuan itu apa, para ilmuwan mengartikan sesuatu (apa) yang akan dicapai atau apa yang akan dihasilkan dalam jangka waktu tertentu dari suatu perencanaan.


Tujuan memiliki 3 kata kunci yg harus dicermati yaitu: waktu, rencana dan hasil, ketiganya saling keterkaitan, rencana yg baik akan menghasilkan produk atau jasa yang baik pula bila diimplementasikan dalam waktu yg tepat atau efektif dan efisien penuh keyakinan.


Tidak ada waktu yg terbuang sia-sia, artinya diperlukan kemampuan dan kecakapan hidup keseimbangan, jasmani, Ruhani dan jiwa terisi dg nutrisi yg sesuai kebutuhan, guna menggapai keberhasilan sekaligus kebahagiaan.


Catatan indahnya: apapun aktivitas yg dijalankan bermuara pada satu tujuan yaitu mendapatkan ridho-Nya, ada keyakinan dan ikhtiar serta doa harapan pada keberhasilan.


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin

Semoga bermanfaat

Semoga kita selalu sehat 


Bojonegoto, 23 Mei 2023

SriMinarti10Bjn

Pengingat

 


Oleh : BundaSriMin 


Menyimak sejenak apa yg menjadi keinginan kebanyakan manusia, seperti penghormatan, kasih sayang, penghargaan, maupun pemberian, dan semuanya merupakan kebutuhan setiap insan.


Kebutuhan akan terpenuhi harus disertakan ikhtiar, dan memulainya juga dari diri sendiri, sebagai ilustrasi: penghormatan atau penghargaan tidak akan diperoleh bila seseorang itu tidak bisa memberikan penghormatan dan menghargai orang lain, artinya perlakuan orang pada kita, hakikatnya adalah buah dari apa yang ditanam.


Bagaimana dg orang yg lebih memuliakan temannya, entah apa tendensinya, misalnya: menjemput, mengantar, memberikan bantuan,  bahkan terkadang tidak memperhatikan dirinya sendiri, apalagi keluarga, baru ketika sakit atau mengalami kendala akan kembali pada kerabat dekatnya.


Ilustrasi di atas sering terjadi pada tatanan kehidupan, ketika ada orang yang lebih memuliakan atau mengutamakan keluarga dekat dari sahabat dianggap hal yang tabu atau golongan orang-orang yg takut istri,  disinilah letak kekeliruan nya, bagaimana Islam mengajarkan tata urutan orang-orang yg mesti diutamakan, di mulai pada orang tua, pasangan, anak, kerabat keluarga, tetangga, sahabat, dan yang lainnya.  


Semua orang diperintahkan menyampaikan ilmu, tapi mesti mendidik diri dulu untuk berilmu, lalu keluarganya dan orang lain, hal demikian bisa menjadi metode dalam penyampaian yaitu keteladanan.


Catatan untuk pengingat diri, hal-hal yg mestinya di utamakan, selalu belajar, bertindak dg keseimbangan agar hari hari di jalani dg peningkatan kualitas keimanan, sekaligus implementasi dari kecerdasan.


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin

Semoga bermanfaat

Semoga kita selalu sehat


Bojonegoro, 22 Mei 2023

SriMinarti10Bjn

Gerakan Dokter Untuk Bangsa

 

Idi dokter Indonesia

Hari ini 20 Mei diperingati sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia, yang pada saat itu bertepatan pula pada tahun 1908 itu, mencetuskan Kebangkitan Bangsa. Sehingga juga disebut dengan Hari Kebangkitan Bangsa yang dideklarasikan oleh 5 tokoh utama, tiga diantaranya adalah Dokter, Dr Soetomo, Dr Wahidin Soedirohoesodo dan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo.


Selama ini, selain pengabdiannya di bidang kesehatan, seorang Dokter memang berperan di bidang lain. Sebagai Dokter yang ideal, juga berperan dalam intervensi moral dan sosial di tengah masyarakat. Para Dokter juga menerapkan trias peran dokter, yakni harus mampu berperan sebagai agen perubahan (agent of change), agen pembangunan (agent of development), dan agen pengobatan (agent of treatment).


Bahkan di dunia internasional, dalam hal ini WHO, telah lama mengampanyekan The Five Stars Doctor dengan kemampuan sebagai pemimpin masyarakat (community leader), memiliki kemampuan komunikasi yang baik (communicator), mampu mengelola (manajer), pengambil keputusan yang andal (decision maker) dan penyedia layanan (care provider).


Oleh karena itu, harapan besar dari pemerintah menyampaikan tiga harapan dan ajakan, khususnya Ikatan Dokter Indonesia dan umumnya keluarga besar jajaran kesehatan negeri ini. Pertama, tetap menjalankan Trias Peran dokter. Kedua, terus tingkatkan kepedulian, empati, dan kesetia kawanan sosial terutama ketika negara kita mengalami dampak kritis. Ketiga, terus tingkatkan profesionalitas dan kapabilitas dokter dan tenaga kesehatan negeri ini.


Namun saat menjelang di usia yang ke 115 di tahun 2023, jajaran kesehatan khususnya, lebih khusus lagi Dokter, sedang diguncang 'badai'. Perubahan perundangan atau arah kebijakan yang terkait dengan profesi belum menemukan solusi kesepahaman serta kesepakatan.


Selain itu, badai internal yang memerlukan kesabaran tinggi yang dilakukan oleh beberapa ‘oknum’ ‘mantan’ saudara, yang berkeinginan mencari ‘wadah’ yang lain.


Kita tetap istiqomah pada jalur awal walau diguncang dari arah manapun dengan Gerakan Dokter untuk Bangsa dan tentu bukan untuk diri sendiri.


Oleh karena itu, pada peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke 115 di tahun 2023 ini mengambil tema “Dokter Indonesia Untuk Rakyat Indonesia".


IDI adalah bentuk lahirnya dokter Indonesia yang tetap istiqomah dan mampu berkomunikasi dengan lebih cerdas, lebih efektif, dan lebih inovatif, tanpa melupakan pondasi dasar dan ideologi sebuah profesi.


Kita sebagai Dokter di era disrupsi ini, era revolusi industri 4.0, kita kencangkan tautan lebih erat dengan sejawat, harus lebih memahami situasi saat ini, serta saling mengingatkan.


Sebagai Dokter, kita bukan hanya diperlukan ketika si pasien membutuhkan perawatan medis (agent of treatment). Tetapi bagaimana melahirkan seorang dokter yang mampu berperan di seluruh lini kehidupan bangsa, baik sebagai pelaku pengubah (agent of social change) maupun pelaku signifikan dalam pembangunan (agent of development) sehingga ‘Trias Peran’ bisa kita emban dengan lebih baik lagi.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Hipertensi Mudah Ditangani

 

Tensimeter

Pada hari ini 17 Mei diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia. Pada tahun 2023 ini tema yang dipilih adalah 'Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer' yang artinya 'Ukur Tekanan Darah Anda Secara Akurat, Kendalikan tekanan darah, Hidup Lebih Lama'.


Hampir setiap orang mengenal penyakit hipertensi. Mungkin banyak pula yang memahami walau sebatas hal tertentu yang terkait perawatan hipertensi. Serta banyak pula yang mengetahui bahwa salah satu pendukung terapi adalah dengan cara mengurangi konsumsi garam.


Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi atau ‘penyakit’ dengan peningkatan tekanan darah sistolik (saat jantung memompa) lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik (saat jantung relaks) lebih dari 90 mmHg. Hal ini dilakukan dengan metode atau cara tertentu.


Banyak penduduk dunia yang mengalami hipertensi dengan berbagai sebab, serta komplikasi yang menakutkan pula. Dari sekian komplikasi, yang paling sering di temui dan paling menakutkan adalah stroke.


Sebenarnya juga sudah banyak yang mengetahui pula bahwa komplikasi itu bisa dihindari. Namun hanya sedikit orang yang bisa menata diri atau mengendalikan dirinya agar terhindar dari komplikasi hipertensi.


Penyebab dari hipertensi sebagian besar memang tidak berdiri sendiri, manun  menurut kalangan medis dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :


Hipertensi Primer

Hal ini karena penyebab terjadinya hipertensi pada kebanyakan orang dewasa tidak dapat diidentifikasi dengan pasti. Hipertensi primer cenderung berkembang selama bertahun-tahun secara bertahap yang akhirnya menjadi semakin parah jika tidak dilakukan pengendalian.


Hipertensi Sekunder

Banyak orang yang memiliki tekanan darah tinggi karena mengalami gangguan kondisi kesehatan organ lainnya. Hipertensi jenis ini cenderung terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.


Beberapa gangguan organ lain yang memicu terjadinya Hipertensi adalah:


1.Gangguan atau kelainan ginjal

2.Gangguan atau kelainan beberapa kelenjar hormon

3.Kelainan bawaan

4.Obat tertentu


Berbagai faktor resiko Hipertensi lain

Banyak faktor resiko yang terkadang sudah difahami pengidap Hipertensi, namun banyak pula orang yang kurang mengindahkan dan selalu melanggar, sehingga terjadi Hipertensi disertai komplikasi yang tidak diharapkan. Yang kurang difahami adalah saat orang hipertensi bilang SAYA TIDAK APA2, dirinya tidak memahami bahwa sesungguhnya tubuhnya saat itu masih bisa mengimbangi pada kondisi tekanan darah tinggi. Bagaimana kalau pada suatu saat tubuhnya sudah tidak bisa mengimbangi lagi, komplikasi akan terjadi.


Faktor resiko yang semakin memperburuk kondisi hipertensi, selain dengan bertambahnya usia atau diatas 65 tahun, adalah :


1.Sering mengkonsumsi penyedap masakan dan tinggi garam.

2.Orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

3.Terdapat riwayat keluarga dengan kondisi medis sama.

4.Kurang atau sedikit mengonsumsi buah dan sayuran.

5.Kurang gerak atau olahraga ringan.

6.Mengonsumsi kafein atau sejenisnya secara berlebihan.

7.Memiliki kebiasaan merokok dan minuman beralkohol

8.Stres yang tinggi dan terus menerus.


Jika faktor resiko itu bisa dihindari dengan baik, insyaAllah hipertensi akan lebih bisa dikendalikan atau bahkan terkontrol dengan baik.


Hal ini bisa terwujud dengan baik bila mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengatur pola makan yang baik secara rutin. Pastikan untuk memenuhi asupan gizi pada tubuh agar tetap sehat, konsumsi air putih yang cukup, dan berolahraga secara teratur walau ringan serta tidak perlu terforsir.


Dibawah ini merupakan pencegahan dari hipertensi yang sebenarnya sangat mudah dilakukan dan malah bisa berhemat. 


1.Hindari penyedap masakan dan kurangi garam.

2.Diet menurunkan berat badan

3.Konsumsi makanan sehat bergizi

4.Tidak konsumsi kafein, alkohol serta rokok

5.Lakukan gerak atau olahraga ringan secara rutin

6.Kelola stres dengan baik


Bila ternyata tekanan darah masih belum terkendali dengan baik, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter dan mungkin memerlukan obat sebagai pengendali agar hipertensi terkontrol dengan baik.


Dalam kondisi apapun, hipertensi harus bisa lebih terkontrol dengan baik. Karena hipertensi termasuk salah satu komorbit yang berdampak kurang baik. Menjaga diri dengan melakukan ProKes sesuai standar, akan lebih aman dan orang sekitar juga terjaga dengan baik.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Kekasih

 


Oleh : BundaSriMin 


Kekasih menurut KBBI memiliki pengertian (orang) yg dicintai, buah hati, atau tempat curahan hati. 


Sejenak membaca kisah orang -orang yg telah berhijrah dari ketenaran, popularitas menuju spiritualitas, ketika ditanya apa yang menjadi tujuan hidup saat ini, jawab nya singkat, yaitu ingin menjadi "kekasih" Nya yg merujuk pada dzat maha segalanya.


Sebagai ilustrasi, apa yang akan dilakukan oleh lelaki pada perempuan kekasih nya, sudah tentu menjaga, melindungi, memberikan arahan agar selalu dalam kemuliaan, membantu mencarikan jalan keluar pada permasalahan yg dihadapi, yg dilandasi rasa cinta...


Maka dapat dibayangkan bila manusia menjadi kekasih Sang Maha segala nya, tidak perlu meminta akan diberikan, kalaupun meminta dan memohon yg pada akhirnya akan membuat celaka pasti tidak dikabulkan, maka dg begitu akan menghadirkan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan, 


Ketika cinta dalam hati selalu tumbuh untuk melakukan kebaikan, memberikan kemanfaatan, menggunakan aturan sesuai ketentuan Nya, sebagai tanda bahwa mereka ingin menjadi kekasih Allah SWT


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin

Semoga bermanfaat

Semoga kita selalu sehat 


Bojonegoro, 9 Mei 2023

SriMinarti10Bjn

Perawat Pejuang Garda Depan

 

Perawatku


Setiap tanggal 12 Mei kemarin, diperingati sebagai Hari Perawat Sedunia. International Council of Nurses atau ICN memilih tema Hari Perawat Internasional tahun 2023 'Our Nurses Our Future'. 


Tema Hari Perawat Internasional tersebut, bertujuan untuk sosialisasi atau mengkampanyekan harapan besar dari seluruh masyarakat, untuk lebih meningkatkan profesional pada dunia keperawatan di masa depan.


Kalau kita tengok lembaran dunia kesehatan, pada 3 tahun yang lalu, disaat puncaknya wabah covid-19. Profesi sebagai perawat memang sedang penuh dengan ujian.


Di saat bertugas dengan resiko yang sangat tinggi, bukan hanya merawat pasien saja. Perawat harus menjaga diri sendiri juga dan harus memakai APD lengkap berlapis, yang sering kali ‘menyusahkan’ diri.


Tetapi kalau tidak dilakukan, dirinya dan mungkin juga keluarga serta teman, dan siapapun yang berinteraksi bisa terancam tertular virus corona yang sangat ganas serta mengancam jiwa.


Kita bisa bayangkan pada saat dinas satu sifat selama 6 – 8 jam. Selama itu pula seakan mengalami keterbatasan suplai oksigen. Belum lagi kalau haus dan lapar, karena sedang berjuang merawat pasien di ruang isolasi yang infeksius.


Tidak sedikit pasien yang memerlukan perawatan khusus dan perlu pendampingan. Menjunjung tinggi keselamatan diri juga sama pentingnya dengan upaya menjaga dan menyelamatkan pasien.


Itu tadi baru menghadapi tugas profesi. Belum lagi saat berhadapan dengan keluarga atau orang ketiga, ketika menegakkan SOP perawatan saat bertugas, khususnya di ruang isolasi.


Sering kali harus menghadapi ‘ancaman’ atau ‘kekerasan’, bahkan pernah terjadi insiden yang tidak kita harapkan menimpanya.


Itulah perjuangan keras yang harus diterima dengan ikhlas sebagai profesi yang sangat mulia.


Kemarin 12 Mei ditetapkan sebagai Hari Perawat Sedunia. Semoga selalu menjunjung tinggi profesinya dengan melakukan tugas sebaik mungkin.


Tugas sebagai perawat sangat selaras dengan pesan Rasulullah ‘Manusia yang baik adalah yang bermanfaat bagi sesama’. Berjuang di garda terdepan adalah manusia baik.


Kita semua harus selalu melaksanakan ProKes dengan baik serta meningkatkan imunitas tubuh dengan cara vaksinasi. Semuanya ini untuk menjaga diri dan menjaga sesama.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dalam Kemanusiaan

 


Dua hari yang lalu, tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah Internasional. Dan pada tahun 2023 mengangkat tema 'Everything we do comes #fromtheheart' atau 'Semua yang kami lakukan berasal #darihati'.


Dalam perjalanan aktivitas sosialnya, Organisasi Palang Merah didampingi mitra utamanya Bulan Sabit Merah. Keduanya bergerak di bidang sosial kemanusiaan, antara lain membantu sesama saat terjadi bencana.


Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, dilakukan atas prinsip dasar identitas 7K :

1.Kemanusiaan adalah ekspresi motivasinya

2.Kesamaan mengarahkan cara melayani masyarakat yang sangat membutuhkan, dengan menjaga

3.Kenetralan dan

4.Kemandirian setiap waktu. Gerakan dibentuk atas dasar

5.Kesukarelaan

6.Kesatuan dan

7.Kesemestaan menjadi jangkar aksi lokal dalam solidaritas global.


Kemudian gerakan ini dikenal sebagai IFRC atau International Federation of Red Cross and International Federation Crescent Societies, atau Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.


Namun gerakan yang lebih familier di telinga kita sehari hari, sebagai pelaksana donor darah sampai distribusi darah.


Selain itu branding IFRC sudah kita kenal sejak jaman dulu, sebagai penolong korban bencana.


Sejak sekitar 12 tahun yang lalu, banyak bermunculan mitra IFRC dalam melaksanakan langkah kemanusiaannya. Salah satu diantara mitranya adalah Muhammadiyah Disaster Management Centre MDMC,  yang kiprahnya juga sudah merambah sampai mancanegara.


Dengan bertambahnya organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan, semakin teruruslah orang yang membutuhkan bantuan.


Semoga langkah kemanusiaan yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam, akan menjadi catatan baik mereka. Karena gerakan kemanusiaan itu insyaAllah sesuai dengan yang di anjurkan Allah dalam firmanNya QS Al Maidah 5:2, yang artinya : “. . . Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran . . .".


Semoga kita selalu sehat. (Abk)