Menu

Kendalikan Suasana Hati

 


Oleh : LinSaR


Manusia diciptakan sepaket dengan rasa mengeluh. Ada hal yang tidak bisa dikendalikan secara mudah. Salah satunya adalah suasana hati.

Kita tidak bisa mengendalikan perkataan orang lain. Namun kita berpeluang bisa mengendalikan suasana hati, serta mengelolanya dengan baik. Manusia lain, tidak akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirimu.


Maka dari itu


Berusaha mengelola suasana hati itu penting, walaupun tetap tidak terlepas dari alasan luar yang mempengaruhi. Tetapi proses kendali hati, ada pada diri seorang masing-masing.


Semoga kita selalu sehat. (Abk).

Setelah

 


Oleh : BundaSriMin 


Banyak kegiatan ataupun pertemuan yg bisa membuat hati berempati atau pikiran melayang memunculkan ide dan gagasan baru, untuk melakukan inovasi dan kolaborasi guna menjawab tantangan kehidupan agar lebih baik lagi. 


Bulan lalu kampus UNUGIRI yg didalangi oleh LPM mengadakan Monev ISO eksternal setelah AMI, dua hari masa ISO sy merasakan suasana yg berbeda, parkiran kendaraan rapi, kamar mandi juga bersih, suasananya jadi nyaman tdk ada bau pesing, dalam hati berucap, andai semua komponen dalam kampus memiliki kesadaran, akan tugas dan tanggung jawab nya, dan merasa selalu dalam pengawasan malaikat, pasti bau wangi akan menyebar luas dipenjuru ruangan, tapi apa yg terjadi, setelah dua hari ISO, kamar mandi kembali ada bau kurang wangi 


Setelah beberapa kali berbagi cerita di pondok pesantren, ternyata ada semangat membara dari mereka yang rata rata dari keluarga kurang berada, bahwa semangat yg kuat akan bisa mengalahkan banyak nya materi yg tdk disertai dg energi atau motivasi kesuksesan kehidupan 


Setelah kunjungan dari UNU Yogjakarta, ada inspirasi bahwa kemajuan dan mutu suatu lembaga akan cepat melejit, bila top lider nya memiliki ide gagasan konsep yg mampu diterjemahkan oleh para anggota atau tim nya dg baik


Setelah jalan-jalan, dapat disimpulkan bahwa itu penting dan memang membutuhkan biaya yg tdk murah, tapi hasil nya akan dapat dirasakan hari ini besuk dan akan datang. 

Setelah jalan-jalan biasanya badan pegal-pegal, apalagi bagi orang yang sdh berusia, cukup dg istirahat tiduran atau pijatan, maka badan akan segera kembali pulih, bagi orang yg lelah pikiran, dg meditasi spiritual, artinya hidup itu adalah keseimbangan 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Bojonegoro, 10 Desember 2024

SriMinarti10Bjn

Tanah, Anugerah yang Harus Dirawat

 


Tanah merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bahkan manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Setiap orang pun merindukan akan kepemilikan tanah sebagai tempat berpijak atau tempat tinggalnya. Oleh karena itu, setelah memiliki tanah, harus merawatnya dengan baik. 


Selain itu, tanah juga dibutuhkan manusia untuk bercocok tanam agar memperoleh bahan makanan supaya kehidupan bisa berlangsung. Bertani dan berkebun di seluruh dunia, dilakukan untuk mencukupi kebutuhan kehidupan serta dibudidayakan sebagai peningkatan perekonomian.


Untuk menghasilkan komoditas yang berkualitas, diperlukan persyaratan tertentu sebagai tanah atau lahan pertanian dan perkebunan.


Struktur tanah sangat penting dijaga dan dipertahankan karakteristik fisik tanah dan komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antar agregat. Tanah tersusun dari tiga unsur : unsur padatan, unsur cair, dan unsur gas. Unsur cair dan gas mengisi ruang antar agregat.


Dengan terpeliharanya ketiga unsur itu, tanah menjadi subur. Struktur tanah yang demikian itu, merupakan tanah ideal untuk bercocok tanam yang bisa menghasilkan nilai komoditas yang berkualitas serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dan itulah manfaat tanah bagi manusia, sebagai lahan pemukiman, industri maupun pertanian.


Oleh karena itu, kita semua secara bersama harus menjaga agar terhindar dari pencemaran tanah. Pencemaran tanah bisa terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja. Misal tercemar dari limbah industri yang belum diolah agar aman terlebih dahulu. Bisa juga karena sebuah insiden, sehingga mengakibatkan tercemarnya lahan sekitar oleh zat kimia tertentu.


Kita mengoptimalkan momen yang baik pada World Soil Day atau Hari Tanah Dunia yang diperingati setiap tanggal 5 Desember. Pada tahun 2024 ini memilih tema ‘Caring for Soils : Measure, monitor, manage’ atau ‘Merawat Tanah : Mengukur, memantau, mengelola, melanjutkan tema tahun lalu ‘Soil and water, a source of life’ atau yang artinya ‘Tanah dan air, sumber kehidupan’, serta tahun sebelumnya, ‘Soils, Where Food Begins’, dengan terjemahan bebas ‘Tanah, Tempat Makanan Dimulai’.


Hikmah dari peringatan ini, kita harus selalu merawat tanah kita serta mengelolanya dengan baik. Dengan demikian, diharapkan akan lebih berdaya guna serta kita akan mendapatkan komoditas bahan makanan yang berkualitas.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Disabilitas dan Hak Masa Depan

 


Setiap tanggal 3 Desember disepakati sebagai peringatan Hari Disabilitas Internasional. Pada tahun 2024 ini memasang tema ‘Amplifying the Leadership of Persons with Disabilities for an Inclusive and Sustainable Future’ atau ‘Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan’.


Momen ini bertujuan untuk menggugah semangat kita semua agar lebih peduli terhadap hak para penyandang disabilitas. Namun bukan berarti para disabilitas harus kita istimewakan, tetapi kita memposisikan sejajar secara proporsional pada mereka sesuai dengan kondisi masing masing. 


Dan yang paling penting kita semua tidak memandang dengan sebelah mata keberadaan mereka. Karena disabilitas itu memang sesuatu yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun akan menimpa dirinya. 


Disabilitas bisa didapat sejak lahir ataupun bisa menimpa siapapun setelah merasakan kenikmatan ‘sempurna’ sebelumnya.


Bagi disabilitas sejak lahir, pada umumnya mereka sudah ‘terbiasa’ atau sudah adaptasi sejak dini pada semua lini kehidupannya. Sehingga semua aktivitas fisik maupun psikisnya sudah ‘tercetak’ dengan kondisi sesuai disabilitasnya. Mereka terkesan lebih ‘enjoy’ dalam meniti kehidupan kesehariannya.


Berbeda dengan suatu disabilitas yang ‘didapat’, misal karena suatu amputasi salah satu anggota gerak. Sebelumnya mereka pernah menikmati kehidupan yang ‘sempurna’, walau pada umumnya kita semua tidak pernah mensyukuri akan ‘kelengkapan’ yang kita miliki.


Seseorang baru merasakan betapa ada sesuatu yang sangat besar nilainya setelah kehilangan, padahal sebelumnya dianggap sesuatu yang ‘biasa’. Pada kondisi seperti ini, perlu latihan fisik ekstra untuk adaptasi terhadap lingkungan dan aktivitas. Begitu juga terkoyaknya psikis yang terkadang sulit menerima realitas yang ada. Oleh karena itu perlu terapi secara holistik, baik terapi fisik dan terapi psikis sekaligus.


Bersyukurlah selagi kita bisa melakukan apapun, dalam kondisi apapun, tidak terkecuali dalam hal yang dianggap sepele. Misalnya ketika kita akan melangkah ke suatu tempat, kita menganggap sesuatu yang biasa. Pernahkah kita memikirkan apakah kita bisa melangkah, apakah kita bisa sampai pada tempat tujuan. Dan masih ada beberapa pertanyaan yang seakan sepele, namun sesungguhnya semua itu adalah anugerah besar dari Allah SwT yang jarang atau tidak pernah kita syukuri.


Kita harus laksanakan pola hidup sehat, dan harus selalu menjaga agar tetap sehat. Kita juga harus lebih bersyukur kepada Allah SwT, dalam keadaan apapun kita masih bisa bermanfaat bagi sesama dengan berbagai kontribusi layanan yang kita berikan. 


Semoga kita selalu sehat. (abk)


AIDS Kita Cegah Bersama

 


Hari ini 1 Desember merupakan hari yang cukup menakutkan bagi setiap warga yang mengetahui tentang suatu penyakit yang siap menerkam siapapun. Hari AIDS Dunia, untuk mengingatkan warga dunia agar lebih waspada terhadap penyakit yang membuat sengsara berkepanjangan dan mematikan. Pada tahun 2024 ini memilih tema ‘Take the rights path : My health, my right’.


Mungkin kita cukup terkejut, bahwa kunjungan poli khusus sebuah rumah sakit yang merawat AIDS pada bulan November 2017 sebanyak 258 pasien baik itu pasien laki laki maupun pasien perempuan. Padahal jumlah pasien pada bulan yang sama tahun 2016, ‘hanya’ sebanyak 205 pasien. Ini yang terlapor dengan baik. Sering kali penyakit yang cukup ‘mempermalukan’ seperti ini, sangat ‘disembunyikan’ pemiliknya.


Dari data kasar itu, perbedaan pasien sejak bulan pada November 2016 dan 2017 sebanyak 53 pasien. Andaikata kita ambil rata rata perbedaan per bulan 30-50 pasien, bisa kita hitung sedikitnya ada peningkatan pasien poli AIDS sebanyak lebih dari 400 pasien AIDS pertahun atau sekitar 40 per bulan.


Betapa banyak warga kita yang tertimpa penyakit yang penularannya sebagian besar karena hubungan seks bebas ini. Sementara akankah kita tinggal diam, kurang atau tidak melaksanakan pencegahan yang harus kita lakukan bersama. Setiap insan medis sudah melakukan preventif tentang rantai penularan penyakit yang cukup menakutkan itu. Namun langkah itu kurang sempurna kalau tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat agar lebih efektif.


Hari ini kita diingatkan akan garangnya penyakit ini agar kita lebih waspada untuk meningkatkan pencegahannya supaya tidak semakin meluas. Angka penambahan 40 pasien AIDS per bulan itu bisa jadi angka yang tercatat dan pasien yang mau berobat. Itu pun data dari salah satu rumah sakit saja. Berarti sesungguhnya angka tersebut bisa sedikitnya 5 kali lipat, MENGERIKAN.


Sebaiknya kita harus mengingatkan pada siapapun tentang cepat meluasnya penyakit ini serta mudahnya cara mencegah penyakit ini yang penularannya lewat hubungan seks bebas. Pencegahan kita lakukan mulai dari keluarga, sanak saudara, para kerabat, tetangga dan masyarakat luas.


Membantu mencegah penularan penyakit ini, kita akan ikut berkontribusi menjaga kesehatan generasi muda kita dan ikut andil membangun kesehatan dan kejayaan negeri ini. Kita harus memulai melakukan pola dan gaya hidup sehat, hindari sek bebas, jauhi pemakaian obat terlarang. Selalu menjaga dan meningkatkan ketaqwaan pada Allah.


Pencegahan akan lebih efektif bila dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat sesuai fungsi masing masing.


Semoga kita selalu sehat. (abk)