Menu

Kendalikan Suasana Hati

 


Oleh : LinSaR


Manusia diciptakan sepaket dengan rasa mengeluh. Ada hal yang tidak bisa dikendalikan secara mudah. Salah satunya adalah suasana hati.

Kita tidak bisa mengendalikan perkataan orang lain. Namun kita berpeluang bisa mengendalikan suasana hati, serta mengelolanya dengan baik. Manusia lain, tidak akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirimu.


Maka dari itu


Berusaha mengelola suasana hati itu penting, walaupun tetap tidak terlepas dari alasan luar yang mempengaruhi. Tetapi proses kendali hati, ada pada diri seorang masing-masing.


Semoga kita selalu sehat. (Abk).

Setelah

 


Oleh : BundaSriMin 


Banyak kegiatan ataupun pertemuan yg bisa membuat hati berempati atau pikiran melayang memunculkan ide dan gagasan baru, untuk melakukan inovasi dan kolaborasi guna menjawab tantangan kehidupan agar lebih baik lagi. 


Bulan lalu kampus UNUGIRI yg didalangi oleh LPM mengadakan Monev ISO eksternal setelah AMI, dua hari masa ISO sy merasakan suasana yg berbeda, parkiran kendaraan rapi, kamar mandi juga bersih, suasananya jadi nyaman tdk ada bau pesing, dalam hati berucap, andai semua komponen dalam kampus memiliki kesadaran, akan tugas dan tanggung jawab nya, dan merasa selalu dalam pengawasan malaikat, pasti bau wangi akan menyebar luas dipenjuru ruangan, tapi apa yg terjadi, setelah dua hari ISO, kamar mandi kembali ada bau kurang wangi 


Setelah beberapa kali berbagi cerita di pondok pesantren, ternyata ada semangat membara dari mereka yang rata rata dari keluarga kurang berada, bahwa semangat yg kuat akan bisa mengalahkan banyak nya materi yg tdk disertai dg energi atau motivasi kesuksesan kehidupan 


Setelah kunjungan dari UNU Yogjakarta, ada inspirasi bahwa kemajuan dan mutu suatu lembaga akan cepat melejit, bila top lider nya memiliki ide gagasan konsep yg mampu diterjemahkan oleh para anggota atau tim nya dg baik


Setelah jalan-jalan, dapat disimpulkan bahwa itu penting dan memang membutuhkan biaya yg tdk murah, tapi hasil nya akan dapat dirasakan hari ini besuk dan akan datang. 

Setelah jalan-jalan biasanya badan pegal-pegal, apalagi bagi orang yang sdh berusia, cukup dg istirahat tiduran atau pijatan, maka badan akan segera kembali pulih, bagi orang yg lelah pikiran, dg meditasi spiritual, artinya hidup itu adalah keseimbangan 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Bojonegoro, 10 Desember 2024

SriMinarti10Bjn

Tanah, Anugerah yang Harus Dirawat

 


Tanah merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bahkan manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Setiap orang pun merindukan akan kepemilikan tanah sebagai tempat berpijak atau tempat tinggalnya. Oleh karena itu, setelah memiliki tanah, harus merawatnya dengan baik. 


Selain itu, tanah juga dibutuhkan manusia untuk bercocok tanam agar memperoleh bahan makanan supaya kehidupan bisa berlangsung. Bertani dan berkebun di seluruh dunia, dilakukan untuk mencukupi kebutuhan kehidupan serta dibudidayakan sebagai peningkatan perekonomian.


Untuk menghasilkan komoditas yang berkualitas, diperlukan persyaratan tertentu sebagai tanah atau lahan pertanian dan perkebunan.


Struktur tanah sangat penting dijaga dan dipertahankan karakteristik fisik tanah dan komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antar agregat. Tanah tersusun dari tiga unsur : unsur padatan, unsur cair, dan unsur gas. Unsur cair dan gas mengisi ruang antar agregat.


Dengan terpeliharanya ketiga unsur itu, tanah menjadi subur. Struktur tanah yang demikian itu, merupakan tanah ideal untuk bercocok tanam yang bisa menghasilkan nilai komoditas yang berkualitas serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dan itulah manfaat tanah bagi manusia, sebagai lahan pemukiman, industri maupun pertanian.


Oleh karena itu, kita semua secara bersama harus menjaga agar terhindar dari pencemaran tanah. Pencemaran tanah bisa terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja. Misal tercemar dari limbah industri yang belum diolah agar aman terlebih dahulu. Bisa juga karena sebuah insiden, sehingga mengakibatkan tercemarnya lahan sekitar oleh zat kimia tertentu.


Kita mengoptimalkan momen yang baik pada World Soil Day atau Hari Tanah Dunia yang diperingati setiap tanggal 5 Desember. Pada tahun 2024 ini memilih tema ‘Caring for Soils : Measure, monitor, manage’ atau ‘Merawat Tanah : Mengukur, memantau, mengelola, melanjutkan tema tahun lalu ‘Soil and water, a source of life’ atau yang artinya ‘Tanah dan air, sumber kehidupan’, serta tahun sebelumnya, ‘Soils, Where Food Begins’, dengan terjemahan bebas ‘Tanah, Tempat Makanan Dimulai’.


Hikmah dari peringatan ini, kita harus selalu merawat tanah kita serta mengelolanya dengan baik. Dengan demikian, diharapkan akan lebih berdaya guna serta kita akan mendapatkan komoditas bahan makanan yang berkualitas.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Disabilitas dan Hak Masa Depan

 


Setiap tanggal 3 Desember disepakati sebagai peringatan Hari Disabilitas Internasional. Pada tahun 2024 ini memasang tema ‘Amplifying the Leadership of Persons with Disabilities for an Inclusive and Sustainable Future’ atau ‘Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan’.


Momen ini bertujuan untuk menggugah semangat kita semua agar lebih peduli terhadap hak para penyandang disabilitas. Namun bukan berarti para disabilitas harus kita istimewakan, tetapi kita memposisikan sejajar secara proporsional pada mereka sesuai dengan kondisi masing masing. 


Dan yang paling penting kita semua tidak memandang dengan sebelah mata keberadaan mereka. Karena disabilitas itu memang sesuatu yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun akan menimpa dirinya. 


Disabilitas bisa didapat sejak lahir ataupun bisa menimpa siapapun setelah merasakan kenikmatan ‘sempurna’ sebelumnya.


Bagi disabilitas sejak lahir, pada umumnya mereka sudah ‘terbiasa’ atau sudah adaptasi sejak dini pada semua lini kehidupannya. Sehingga semua aktivitas fisik maupun psikisnya sudah ‘tercetak’ dengan kondisi sesuai disabilitasnya. Mereka terkesan lebih ‘enjoy’ dalam meniti kehidupan kesehariannya.


Berbeda dengan suatu disabilitas yang ‘didapat’, misal karena suatu amputasi salah satu anggota gerak. Sebelumnya mereka pernah menikmati kehidupan yang ‘sempurna’, walau pada umumnya kita semua tidak pernah mensyukuri akan ‘kelengkapan’ yang kita miliki.


Seseorang baru merasakan betapa ada sesuatu yang sangat besar nilainya setelah kehilangan, padahal sebelumnya dianggap sesuatu yang ‘biasa’. Pada kondisi seperti ini, perlu latihan fisik ekstra untuk adaptasi terhadap lingkungan dan aktivitas. Begitu juga terkoyaknya psikis yang terkadang sulit menerima realitas yang ada. Oleh karena itu perlu terapi secara holistik, baik terapi fisik dan terapi psikis sekaligus.


Bersyukurlah selagi kita bisa melakukan apapun, dalam kondisi apapun, tidak terkecuali dalam hal yang dianggap sepele. Misalnya ketika kita akan melangkah ke suatu tempat, kita menganggap sesuatu yang biasa. Pernahkah kita memikirkan apakah kita bisa melangkah, apakah kita bisa sampai pada tempat tujuan. Dan masih ada beberapa pertanyaan yang seakan sepele, namun sesungguhnya semua itu adalah anugerah besar dari Allah SwT yang jarang atau tidak pernah kita syukuri.


Kita harus laksanakan pola hidup sehat, dan harus selalu menjaga agar tetap sehat. Kita juga harus lebih bersyukur kepada Allah SwT, dalam keadaan apapun kita masih bisa bermanfaat bagi sesama dengan berbagai kontribusi layanan yang kita berikan. 


Semoga kita selalu sehat. (abk)


AIDS Kita Cegah Bersama

 


Hari ini 1 Desember merupakan hari yang cukup menakutkan bagi setiap warga yang mengetahui tentang suatu penyakit yang siap menerkam siapapun. Hari AIDS Dunia, untuk mengingatkan warga dunia agar lebih waspada terhadap penyakit yang membuat sengsara berkepanjangan dan mematikan. Pada tahun 2024 ini memilih tema ‘Take the rights path : My health, my right’.


Mungkin kita cukup terkejut, bahwa kunjungan poli khusus sebuah rumah sakit yang merawat AIDS pada bulan November 2017 sebanyak 258 pasien baik itu pasien laki laki maupun pasien perempuan. Padahal jumlah pasien pada bulan yang sama tahun 2016, ‘hanya’ sebanyak 205 pasien. Ini yang terlapor dengan baik. Sering kali penyakit yang cukup ‘mempermalukan’ seperti ini, sangat ‘disembunyikan’ pemiliknya.


Dari data kasar itu, perbedaan pasien sejak bulan pada November 2016 dan 2017 sebanyak 53 pasien. Andaikata kita ambil rata rata perbedaan per bulan 30-50 pasien, bisa kita hitung sedikitnya ada peningkatan pasien poli AIDS sebanyak lebih dari 400 pasien AIDS pertahun atau sekitar 40 per bulan.


Betapa banyak warga kita yang tertimpa penyakit yang penularannya sebagian besar karena hubungan seks bebas ini. Sementara akankah kita tinggal diam, kurang atau tidak melaksanakan pencegahan yang harus kita lakukan bersama. Setiap insan medis sudah melakukan preventif tentang rantai penularan penyakit yang cukup menakutkan itu. Namun langkah itu kurang sempurna kalau tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat agar lebih efektif.


Hari ini kita diingatkan akan garangnya penyakit ini agar kita lebih waspada untuk meningkatkan pencegahannya supaya tidak semakin meluas. Angka penambahan 40 pasien AIDS per bulan itu bisa jadi angka yang tercatat dan pasien yang mau berobat. Itu pun data dari salah satu rumah sakit saja. Berarti sesungguhnya angka tersebut bisa sedikitnya 5 kali lipat, MENGERIKAN.


Sebaiknya kita harus mengingatkan pada siapapun tentang cepat meluasnya penyakit ini serta mudahnya cara mencegah penyakit ini yang penularannya lewat hubungan seks bebas. Pencegahan kita lakukan mulai dari keluarga, sanak saudara, para kerabat, tetangga dan masyarakat luas.


Membantu mencegah penularan penyakit ini, kita akan ikut berkontribusi menjaga kesehatan generasi muda kita dan ikut andil membangun kesehatan dan kejayaan negeri ini. Kita harus memulai melakukan pola dan gaya hidup sehat, hindari sek bebas, jauhi pemakaian obat terlarang. Selalu menjaga dan meningkatkan ketaqwaan pada Allah.


Pencegahan akan lebih efektif bila dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat sesuai fungsi masing masing.


Semoga kita selalu sehat. (abk)

Dongeng Bisa Mengantar Kesuksesan

 


Di era society 5.0 ini, tersedia berbagai macam pengantar tidur. Bisa hawa yang sejuk, musik yang lembut genre tertentu dan masih banyak lagi. Bisa juga boneka teman tidur atau sekedar menyandingkan mainan di dekatnya.


Sebelum tahun 1969 hal seperti itu tidak didapatkan. Saya terbiasa mendengarkan dongeng sebagai pengantar tidur. Rewang saya juga otomatis mendongengkan apa saja, banyak macam, kalau saya sudah mapan tidur. Terkadang dongeng masih berlangsung, saya tidur duluan. Tetapi ada kalanya sebaliknya. Dua rewang yang nderek ibu, yang satu pintar ndongeng dan mengajak bermain di luar serta belanja, yang satunya pintar ngaji dan masak. Sangat balance dan keduanya saling mengisi, sedikit atau banyak bisa terlintas atau terekam dalam memori jiwa ini.


Dongeng merupakan salah satu cerita rakyat yang beragam alur dan latar belakangnya, berasal dari berbagai etnis, masyarakat, atau daerah tertentu dari seluruh dunia. Dongeng berawal dan berkaitan dengan kepercayaan masyarakat primitif terhadap sesuatu yang bersifat supranatural dan diterapkan dalam kehidupan manusia, seperti animisme, dinamisme dan lain-lain. Dongeng banyak dipahami sebagai cerita yang tidak terjadi sebenarnya dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal atau fantasi.


Ternyata dongeng turun temurun yang dilakukan oleh Mak e (almh), sebutan untuk rewang, merupakan hiburan yang menyenangkan untuk kami semua dan bermanfaat positif bagi kami. 


Dongeng termasuk sebuah sarana pendidikan karakter yang dampaknya sudah dirasakan sejak zaman dahulu kala. Dan diwariskan secara turun temurun secara verbal. Nenek moyang dan orang tua terdahulu membuat dongeng untuk anak-anak dengan tujuan menyisipkan unsur pendidikan moral didaktis dan sebagai sarana hiburan.


Oleh karena itu, dongeng dipilih menjadi sarana untuk mengasah imajinasi, alat pembuka cakrawala anak, mencerdaskan anak dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. 


Dongeng juga menjadi salah satu media komunikasi untuk menyampaikan beberapa pelajaran dari pesan moral yang didapatkan sehingga diharapkan anak dapat menerapkan apa yang sudah didengarkan dalam kehidupan sehari-hari.


Dongeng bersifat anonim, sehingga sering terjadi modifikasi alur cerita yang disesuaikan dengan penalaran pedongengnya. Oleh karena itu, dongeng yang intinya sama, memiliki banyak versi dan bisa diklaim berasal dari beberapa daerah tertentu.


Beberapa manfaat dongeng :

1. Mendukung perkembangan daya imajinasi anak

2. Meningkatkan kemampuan berbahasa untuk anak usia dini

3. Mendukung perkembangan tumbuhnya nilai moral anak

4. Membentuk karakter positif anak

5. Sebagai sarana hiburan dan penyembuh trauma psikologis bagi anak

6. Meningkatkan tingkat konsentrasi anak

7. Merangsang pengetahuan dan rasa ingin tahu pada anak

8. Menumbuhkan dan mengembangkan minat baca pada anak

9. Merekatkan hubungan intuisi antara orang tua dan anak dalam kegiatan mendongeng


Di era society 5.0 ini, peran orang tua banyak digantikan Gadget. Sehingga poin nomor 9 menjadi berkurang, yang berdampak kurangnya hubungan orang tua dan anak.


Selamat Hari Dongeng Nasional 28 Nopember 2024.

Sebaiknya kita sempatkan untuk menDongeng pada anak cucu.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Peran Guru Tergantikan Smartphone?

 


Hari ini 25 November 2024 diperingati sebagai Hari Guru Nasional dengan memasang tema ‘Guru Hebat Indonesia Kuat’. Hampir semua grup medsos tidak lepas dengan berbagai ucapan pada Guru. Semua siswa yang sekarang disebut peserta didik, pasti memberi penghormatan pula pada guru mereka.


Negeri ini masih butuh banyak guru, sehingga kelompok ASN terbanyak atau persentase tinggi adalah Guru. Guru merupakan SDI di bidang pendidikan yang berprofesi pendidik, bukan sekedar mengajar, tersebar di seluruh bumi nusantara. Guru sangat berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, disamping orang tua yang sejak bayi selalu mendampingi dan menjadi guru utama yang pertama.


Pada era digital ini, peran guru memang harus ekstra keras untuk mengimbangi pengaruh gadget yang sudah tergenggam di tangan setiap siswa. Tidak sedikit pula anak usia sekolah yang terlanjur teracuni dampak negatif smartphone. Bahkan mereka seakan tidak bisa terpisahkan oleh barang kecil yang menyediakan semua kebutuhan mereka.


Disinilah para guru harus rela berjuang, tidak sekedar mengajar. Selain mendidik dan menjunjung tinggi akhlak serta budi pekerti, juga memahamkan bahwa gadget hanyalah sarana pelengkap. Atau mungkin harus mengoptimalkan gadget sebagai sarana pendidikan.


Di era yang kompleks seperti ini, negeri ini mengharapkan meningkatkan peran strategis guru dan tenaga kependidikan dalam membangun sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu meningkatkan semangat untuk meneladani atas dedikasi guru sebagai pendidik profesional yang bermartabat.


Dan semua stakeholder berupaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh unsur masyarakat akan pentingnya kedudukan dan peran strategis guru dan tenaga kependidikan dalam membangun karakter bangsa.


Sebaiknya semangat baik itu tidak dilakukan di kota besar saja, tetapi justru di pelosok daerah yang sulit terjangkau justru harus lebih diperhatikan. Tidak sedikit penduduk negeri ini yang masih kurang SDI serta sarana dan prasarana dasar untuk bisa mengenyam pendidikan yang setara.


Selamat berjuang dengan penuh ikhlas para Guru yang hebat. Bersemangat dan percayalah bahwa ‘Manusia yang baik adalah yang bermanfaat bagi sesama’, seperti yang dipesankan Rasulullah.


Selamat Hari Guru Nasional, karena jasa Bapak Ibu Guru lah, kami semua bisa sukses dalam kehidupan. Guru Hebat Indonesia Kuat.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Pohon Ribuan Tahun

 


Pohon merupakan salah satu makhluk hidup yang tidak bisa bergerak beralih tempat. Tumbuh dan berkembang seperti makhluk yang lain, sesuai dengan jenis. Pertumbuhan pohon sangat dipengaruhi oleh media, struktur tanah setempat, cuaca, suhu udara serta faktor alam yang lain.


Setiap tanggal 21 Nopember diperingati Hari Pohon Dunia (World Tree Day). Mengingatkan kita semua betapa pentingnya keberadaan pohon sebagai penyeimbang kehidupan di dunia ini.


Tidak semua permukaan bumi ini ditumbuhi pohon dengan baik. Namun setiap pohon akan berperan dengan baik. Bahkan sebuah pohon yang berusia ribuan tahun, masih berdiri dengan kokoh di tengah tanah yang gersang. 


Hampir semua pohon berperan sebagai sumber kehidupan serta memberikan kontribusi yang yang sangat berarti bagi kelangsungan kehidupan dunia. Pabrik oksigen terbesar dunia ada disini, pohon. Jika setiap orang mempunyai satu pohon yang terpelihara dengan baik, dunia akan lebih tersenyum.


Selamat Hari Pohon Dunia 2024, semoga kita mencintai dan memelihara pohon, sebagai sesama makhluk hidup. Kehidupan dunia akan lebih terjaga dengan baik, bila lingkungan sekitar kita juga terpelihara dengan baik pula.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Soft Power

 


Oleh : BundaSriMin 


Belajar menganalisis budaya masyarakat Jepang saat usia menonton sepakbola, ketika mereka menang ataupun kalah. 


Pertama mencermati perilaku pelatih, pemain, dan penonton di pertandingan piala Dunia di Qatar, Jepang kalah di babak enam belas besar, padahal mereka memiliki target bisa masuk 8 besar, yg perlu dicermati adalah sikap mereka saat kalah, yang pertama keluar ucapan terima kasih dan apresiasi pada semua nya, tdk ada kata menyalahkan pada siapapun, bahkan setelah lapangan sepi dari liputan media, pelatihnya turun di tengah lapangan sambil memegang dada mengucapkan terima kasih pada lapangan, serta penonton dari warga Jepang membersihkan kotoran, karena mereka memiliki prinsip bahwa mereka datang dan pulang tempat harus lebih bersih, semuanya merupakan produk atau hasil dari Pendidikan yg secara konsisten di jalan kan oleh semua komponen, baik warga biasa ataupun penguasa.


Kedua, mencermati kemenangan Jepang atas Indonesia yg baru saja usai di GBK Jakarta, Pelatih, pemain dan penonton tdk ada yg sombong atau merendahkan permainan Indonesia, mereka berucap bahwa lawan sdh berupaya semaksimal mungkin untuk menang, dan para penonton nya tdk berlebihan dalam mengungkapkan kegembiraannya, setelah itu bersih-bersih stadiun, baik yg mereka tempati ataupun tidak.


Dua sikap yaitu menerima dg lapang dada atas kekalahan dan rendah hati saat kemenangan, dua kondisi tersebut  itulah yg disebut Soft Power, dihasilkan melalui proses pendidikan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat.


Apakah masyarakat Indonesia bisa memiliki soft Power seperti masyarakat Jepang?

Jawaban sy: Sangat mungkin bisa, mulai dari diri sendiri, menerapkan nilai - nilai agama di manapun berada, maka akan menghasilkan budaya. Yg jadi masalah adalah kita sering ingkari janji. 


Soft Power mesti di terapkan, dilatih, dibiasakan dalam keluarga, menjadi kesepakatan dan budaya di rumah, lanjut di sekolah, madrasah, kampus dan masyarakat, Mayoritas orang Indonesia muslim, bila ada niat tekat kemauan menjalankan nilai-nilai ajaran nya, pasti budaya masyarakat akan bisa lebih baik dari orang² Jepang. Semua komponen harus memiliki kesadaran menjalankan apa yg sudah menjadi kesepakatan baik sebagai, siswa, mhs, guru, dosen, maupun pimpinan, tidak ada istilah tumpul ke atas dan tajam di bawah.


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu diberi 


Bojonegoro, 21 November 2024

SriMinarti10Bjn

Anak Harus Didengar, Bukan Dimanjakan

 


Hari Anak Dunia 2024 memilih tema  'For Every Child, Every Right' yang berarti 'Untuk Setiap Anak, Setiap Hak'.


Tema itu memang wajar dan tepat. Sebagian besar orang tua pun sudah melakukan hal yang demikian itu. Bahkan tidak sedikit pula orang tua yang menafsirkan dan memperlakukan anaknya secara berlebihan dengan maksud lebih menyayangi.


Zaman memang sudah diubah oleh teknologi. Entah disadari atau tidak, para penikmat teknologi ini kurang bisa menyikapi atau mengimbangi dampak hasil rekayasa atau ciptaannya. Mereka berjalan pada opini diri tanpa ada panduan baku. Sehingga seribu kepala bisa mencatatkan seribu pendapat atau lebih yang melayang di medsos.


Hal inilah yang antara lain banyak membingungkan netizen, yang mungkin belajar pun dengan instan pula.


Kita sebagai orang tua memang harus ‘mendengar suara’ anak. Namun bukan semua yang kita dengar, kemudian kita laksanakan. Anak memang mempunyai hak, tetapi sebagian besar mereka belum memahami arah kehidupan. Berbeda pula pemahaman pahit getir kehidupan ini.


Pemikiran yang tidak sejalan dengan dirinya, bisa dipahami sebagai musuh yang harus disingkirkan. Hal ini mereka dapatkan dari permainan game favorit mereka. Begitu juga ‘guyonan’ tertentu temannya, sering diartikan sebagai bully. 


Zaman memang sudah berubah. Tetapi nilai dan karakter kehidupan tidak boleh terkikis oleh teknologi saat ini. Teknologi ciptaan manusia harus dikuasai dan dikendalikan. Bukan malah sebaliknya kita yang dikuasai oleh teknologi. 


Semoga di Hari Anak Dunia 2024 ini, anak dan orang tua bisa saling menemukan solusi kehidupan yang lebih harmonis. Sehingga kehidupan anak dimasa depan akan lebih cerah dan gemilang.


Kita beri bekal dan arahan dengan cermat dan benar serta seimbang. Tidak lebih mengutamakan hak daripada kewajiban mereka. 


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Angklung Memiliki Nilai Filosofi Tinggi

 


Hari ini 16 Nopember diperingati sebagai Hari Angklung Internasional. Angklung sudah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010. Hari ini Google juga menampilkan Doodle Angklung di mesin pencarian.


Angklung merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, dibunyikan dengan cara menggoyangnya. Sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2 sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdiri dari tiga bagian utama; Tabung suara (tabung sora), Tabung dasar (tabung dasar) dan rangka (raraga).


Pada umumnya angklung dimainkan oleh sebuah tim atau sekelompok orang. Masing-masing membawa satu angklung dengan bunyi satu nada, namun bisa juga memainkan beberapa angklung dengan nada lain. Satu nada terdiri dari beberapa orang. Minimal harus 7 nada dasar, untuk memainkan sebuah lagu.


Tim angklung ini merupakan contoh yang nyata betapa sebuah tim harus bekerja sama dengan baik. Melakukan tugas sesuai fungsinya dan tidak intervensi pada yang lain. Disiplin waktu dijunjung tinggi, melatih kesabaran. Membunyikan nada harus sesuai instruksi, agar tidak terjadi suara sumbang.


Berbanggalah dengan kekayaan budaya bangsa, dengan melestarikan dan mewariskan pada generasi masa depan. Dan betapa tinggi filosofi angklung ini bahwa manusia sebagai makhluk sosial.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Waspadai Komplikasi Diabetes

 


Dr Achmad Budhy Karyono 


Hal yang paling ditakuti dan dihindari oleh penyandang Diabetes, adalah terjadinya komplikasi. Tetapi masih banyak yang berpendapat bahwa komplikasi yang terjadi adalah luka pada kaki yang sulit sembuh, bahkan sampai beresiko untuk kehilangan. Masih sedikit hal terkait Diabetes yang mereka pahami, tentang ‘serangan’ penyakit tersembunyi ini.


Hari ini 14 November diperingati Hari Diabetes Dunia, yang mengajak para diabetesi, keluarga dan masyarakat sekitar untuk bersama sama ‘Memberdayakan Kesehatan Global’. Kita bersama harus menjaga keseimbangan apapun disekitar kita. Mulai dari kebiasaan atau pola hidup sehat, lingkungan yang mendukung, termasuk kehidupan sosmed yang sehat.


Menurut Yayasan Diabetes Internasional, diperkirakan sekitar 54% orang dewasa berisiko terkena Diabetes tipe 2. Dan hal ini menjadi perhatian utama yang harus ditangani di seluruh dunia untuk menurunkan resiko tersebut. Kita semua secara bersama harus mempromosikan program kesadaran pola hidup sehat yang berkualitas serta mendidik mereka dalam mengelola dan mencegah Diabetes pada tahap awal.


Sesungguhnya Diabetes tipe 2 dapat dicegah dan dikelola dengan baik. Dengan melakukan kebiasaan pola hidup sehat, manajemen asupan makanan yang tepat, memilih bahan makanan jenis tertentu.


Diabetes tipe 2 merupakan suatu kondisi dimana insulin tidak diproduksi secara memadai dan digunakan secara efisien. Dan hal ini bisa kita sikapi dengan mengikuti gaya hidup yang disiplin. Diikuti dengan memantau diri sendiri, serta mengawasi fluktuasi gula darah secara ketat dan konsultasi rutin ke dokter keluarga.


Beberapa langkah praktis untuk pencegahan dan mengendalikan Diabetes ini adalah :

1. Menghindari gula dan karbohidrat olahan

2. Membiasakan makan dalam porsi kecil

3. Konsumsi serat dan bahan rendah gula

4. Berhenti merokok 

5. Melakukan Olga rutin sesuai usia

6. Mengontrol tekanan darah dengan baik

7. Memantau kadar kolesterol secara periodik 

8. Pantang minuman bersoda dan yang manis

9. Membantu mengingatkan terkait Diabetes kepada yang memerlukan 


Kalau hal yang mendasar ini kita lakukan dengan baik serta setiap orang berkomitmen untuk mendisiplinkan diri, insyaAllah angka kesakitan Diabetes ini dapat ditekan. Disinilah pentingnya aksi masyarakat bersama untuk memerangi Diabetes yang merupakan salah satu masalah kesehatan global.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Meningkatkan Layanan Kesehatan

 


dr Achmad Budhy Karyono 

Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap 12 Nopember. Pada tahun 2024 ini menetapkan tema ‘Gerak Bersama, Sehat Bersama'.

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap orang, yang seharusnya tercukupi, siapapun warga Negara Indonesia tanpa melihat latar belakang kelas sosialnya. Kita patut bersyukur bahwa semakin hari fasilitas kesehatan yang disiapkan untuk rakyat semakin baik dan semakin disempurnakan. Bahkan dua dekade yang lalu masih menempatkan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, saat ini sudah merambah pada pedesaan.

Bahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan swasta dan dokter praktek dilibatkan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang disebut sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, untuk mewujudkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Saat ini merupakan momen yang paling tepat melakukan reformasi atau perubahan dan penyempurnaan di bidang kesehatan. HKN ke-60 menjadi peluang dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang lebih prima, lebih luas jangkauannya dan juga lebih cepat dalam memberikan layanan masyarakat.

Seluruh insan kesehatan akan melakukan melalui transformasi kesehatan dengan 6 pilar yaitu :

  1. Transformasi Layanan Kesehatan Primer
  2. Transformasi Layanan Rujukan
  3. Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan
  4. Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan
  5. Transformasi SDM Kesehatan
  6. Transformasi Teknologi Kesehatan

Kita bersyukur, dunia sudah melewati dan telah terbebas dari pandemi. Pada saat itu kita sedunia Gerak Bersama untuk meraih Sehat Bersama. Dan ternyata kita bisa.

Dirgahayu ke 60 para insan kesehatan, semoga masalah kesehatan di negeri ini bisa kita temukan solusi yang terbaik untuk kepentingan bangsa. Melalui JKN kita wujudkan ‘Gerak Bersama, Sehat Bersama’. Dan kita semua berdoa semoga seluruh lini sektor kesehatan semakin tertata.

Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Pneumonia Selalu Gagal Nafas?

 


dr achmad Budhy karyono 


'Setiap Nafas Berharga : Hentikan Pneumonia Sejak Awal’, itulah tema World Pneumonia Day atau kita kenal sebagai Hari Pneumonia Dunia 2024 yang diperingati setiap 12 Nopember.


Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut, yang menyerang kantung udara atau jaringan paru dan disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau jamur. Salah satu contohnya adalah Covid-19 pada pandemi yang baru berlalu, sebagai penyebab pneumonia yang dapat mengakibatkan kerusakan serius pada paru-paru sehingga gagal napas.


Pneumonia juga bisa dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada jenis yang tergolong tidak berat, seseorang tidak memerlukan rawat inap, dan bahkan dapat melakukan pekerjaan sehari-hari secara terbatas. Pneumonia jenis ini memiliki gejala seperti flu, panas, nyeri tenggorokan, nyeri dada, sakit kepala, batuk kering atau berlendir dll. 


Pneumonia sangat mudah menyebar melalui udara buangan jalan napas, bersin atau batuk, termasuk percikan ludah. Oleh karena itu sebaiknya hindari berdekatan dengan orang yang sakit, atau memakai Alat Pelindung Diri, minimal memakai masker. Yang ideal, harus menjauhkan diri atau isolasi sesuai gradasi pneumonia nya.


Pneumonia bisa meningkat menjadi sangat serius bila terjadi pada mereka yang menderita asma, anak-anak, lansia, dan mereka yang menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) serta bisa pula diperberat dengan penyakit kronis lain yang dipunyai sebelumnya. Atau pneumonia ringan yang tidak dengan segera mendapatkan terapi yang tepat dan adekuat.


Oleh karena itu kita tidak boleh menganggap enteng setiap infeksi saluran pernapasan. Konsultasi dengan dokter keluarga dengan segera, akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Dan yang penting, mencegah tersebar pada komunitas sekitar serta kesehatan akan lebih terjaga. 


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Setiap Penyakit Perlu Ronsen?

 


Dr Achmad Budi Karyono


Kemarin, tanggal 8 November diperingati sebagai Hari Radiologi Internasional atau International Day of Radiology.


Radiologi merupakan cabang dari ilmu kedokteran yang dibutuhkan untuk menerawang atau melihat bagian dalam tubuh tertentu. Dengan cara menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik. Pada mulanya menggunakan frekuensi yang berbentuk sinar-x (x-ray). Selanjutnya dengan kemajuan teknologi modern dan setelah berkembang, menggunakan pemindaian (scanning) gelombang sangat tinggi (ultrasonic) seperti USG dan juga MRI.


Radiologi sangat penting untuk menunjang menegakkan diagnosis beberapa penyakit, namun tidak semua penyakit perlu hasil radiologi. Dengan dilengkapi hasil radiologi, beberapa penyakit akan lebih jelas, dan pengobatan akan semakin terarah. Sehingga semua perawatan, pengobatan dan tindakan medis akan lebih mendapatkan hasil yang baik.


Beberapa peralatan radiologi yang dipakai saat ini, tergolong dalam jenis Peralatan Pemancar Gelombang, yang peralatannya memancarkan gelombang (memiliki generator pemancar gelombang). Semua keperluan penggunaan harus atas indikasi medis oleh kewenangan profesional yang sudah ditentukan. Dan dosis yang diberikan harus tepat lokasi sasaran dan perhitungan akurasi yang sangat tinggi.


Yang paling penting dalam penggunaan peralatan teknologi canggih dan khusus seperti ini adalah keamanan bagi semua orang, lingkungan atau apapun di sekitarnya, serta dampak penggunaan secara menyeluruh. Dengan keahlian dan kompetensi yang memadai, peralatan ini akan sangat bermanfaat. Tetapi apabila tidak sesuai prosedur yang mengutamakan mutu, dikhawatirkan akan berdampak sebaliknya.


Penggunaan alat canggih yang cukup beresiko ini harus sesuai dengan indikasi medis dengan pertimbangan profesional yang matang, bukan atas permintaan yang karena hanya ingin tahu tanpa indikasi yang jelas.


Karena di masyarakat awam, tidak sedikit orang yang karena merasa tidak nyaman di salah satu tubuhnya, kemudian datang memeriksakan diri dan minta di Rontgen. Dan mereka sering juga terpengaruh bisikan teman, bahwa si X temannya bisa langsung sembuh setelah di Rontgen. Mereka beranggapan, dengan di Rontgen semua penyakit bisa terlihat dan bahkan bisa disembuhkan.


Dengan demikian tidak semua penyakit apalagi sekedar ketidak nyamanan, memerlukan tindakan atau prosedur Rontgen. Tindakan Rontgen harus sesuai dengan indikasi medis dan atas pertimbangan profesional, sehingga tujuan pengobatan dan keamanan yang comprehensive terjamin.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Wayang Budaya yang Tenggelam

 



Hari ini 7 Nopember diperingati sebagai Hari Wayang Nasional. Seharusnya menjadi momen penting untuk memulai lebih mengenalkan wayang yang merupakan salah satu budaya luhur kita. Banjiri medsos dengan aplikasi atau game yang berkaitan dengan wayang.


Dalam dunia nyata, kita juga harus menyiapkan pilihan permainan yang berkaitan dengan wayang. Boneka model tokoh dunia apapun bisa kita temukan dan kita beli untuk anak cucu. Tetapi pernahkah kita mencari boneka tokoh dari wayang. 


Menghidupkan wayang merupakan salah satu kegiatan untuk mengisi kemerdekaan negeri ini. Sudahkah ada yang memulai? Bahkan dulu salah satu Sunan dari Walisongo, beliau memanfaatkan media wayang sebagai media dakwah yang cukup berhasil.


Di era society 5.0 ini, semua masyarakat dunia seakan hanya mengutamakan dan mengandalkan smartphone yang digenggamnya. Dan 'hanya' itulah dunianya. Dan sering juga tanpa sedikitpun kepedulian terhadap yang lain. Sehingga tidak mengetahui atau tidak mau tahu kejadian di sekitarnya, dan bahkan di sebelahnya.


Hampir semua warga 'hanya' mengetahui dan mengenal sesuatu yang bersumber dari smartphone yang digenggamnya. Entah sumber itu benar ataupun malah jauh dari kebenaran. Karena banyak yang menganggap kalau sudah tayang itu sudah pasti benar. Padahal belum tentu.


Dunia maya terlalu banyak dibanjiri tayangan budaya barat, dan hampir tidak kita temukan budaya kita sendiri. Sehingga tidak salah kalau anak cucu kita tidak mengenal budaya milik nenek moyang negeri ini.


Wayang, salah satu budaya yang kita miliki. Wayang sudah tenggelam oleh aneka kartun yang bertebaran di dunia maya yang setiap saat mereka jumpai. Para netizen lebih mengenal dan familiar dengan tokoh Superman daripada Gatutkoco.


Sedangkan para programmer kita sepertinya enggan untuk menciptakan aplikasi atau sekedar pengenalan wayang kita. Akankah wayang kita akan dibiarkan punah, atau mungkin akan diakui oleh negeri seberang.



Selamat Hari Wayang Nasional.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)