Menu

Arena Medis Kita

 


*Ketika Nakes Dipukuli dan Dunia Diam*


*Sutrisno*, Ketua IDI Wilayah Jawa Timur / Waketum PB IDI


*“We are all self-absorbed, locked in our own worlds. It is a therapeutic and liberating experience to be drawn outside ourselves and into the world of another.”* -Robert Greene, The Laws of Human Nature-

– Sebuah kalimat bijak buat manusia yang beradab -


Tatkala bangun pagi dan melihat medsos, tersontak karena  kejengkelan yang  memuncak. Seorang perawat dipukuli banyak orang laksana maling dan pencopet tertangkap tangan. 


Saya marah. Nakes ini sedang mati - matian menolong dan mengupayakan yang terbaik, namun balasannya justru bogem mentah. Perilaku biadap lagi ditunjukkan oleh orang – orang itu, saat perawat kerja keras mengupayakan yang terbaik bagi keluarganya.

Bukan marah yang meledak tanpa arah, tetapi marah yang lahir dari kelelahan moral. Marah yang datang setelah terlalu banyak kabar buruk dikunyah diam-diam.


 Seorang perawat IGD dianiaya secara fisik oleh keluarga pasien yang baru beberapa jam lalu. Seorang dokter IGD dipukul. Seorang dokter spesialis penyakit dalam dicekik lehernya. Seorang dokter anestesi menerima kekerasan fisik dan verbal. Dan masih banyak lagi kisah yang tidak sempat ditulis, tidak sempat dibela, tidak sempat diberi keadilan.


Berapa banyak lagi tenaga kesehatan yang harus dipukul sebelum kita berhenti pura-pura tidak melihat?


Ini bukan insiden.

Ini bukan emosi sesaat.

Ini adalah pola kebiadaban yang dibiarkan tumbuh.


IGD adalah ruang paling jujur dari peradaban kita. Di sanalah kepanikan bertemu harapan, dan manusia memperlihatkan wajah aslinya. Namun kini, ruang itu berubah menjadi arena pelampiasan amarah. Tangan yang terlatih menyelamatkan nyawa justru menjadi sasaran pukulan. Leher yang menopang ilmu dan tanggung jawab dicekik. Kata-kata hinaan dilontarkan seperti sampah.


Ini bukan sekadar kekerasan.

Ini penghinaan terhadap kemanusiaan.


Saya bosan mendengar pembenaran: “Keluarga sedang emosi.”


Emosi bukan alasan memukul.

Emosi bukan pembenaran mencekik.

Emosi bukan lisensi untuk melukai orang yang sedang menolong.


Jika emosi dijadikan alasan, maka hukum telah runtuh, dan nurani telah mati.


Mari kita jujur. Tenaga kesehatan bekerja di kondisi yang nyaris mustahil. Ruangan penuh. Pasien menumpuk. Waktu terbatas. Keputusan harus diambil dalam hitungan detik dan menit. Mereka bukan mesin. Mereka bukan Tuhan. Mereka manusia yang berdiri di garis paling depan ketika semua orang panik.


Namun alih-alih dilindungi, mereka justru dijadikan sasaran.

Alih-alih dibantu, mereka dipukuli.

Alih-alih dihormati, mereka diperlakukan seperti musuh.


Ini sudah keterlaluan.

Saya jengkel karena kekerasan ini terus berulang, dan responsnya selalu lemah. Pelaku sering dilepaskan dengan dalih damai. Luka ditutup dengan permintaan maaf setengah hati. Trauma nakes dibiarkan membusuk. Seolah-olah memukul perawat atau dokter adalah kesalahan kecil, bukan kejahatan serius.


Padahal setiap pukulan adalah pesan:

*"Nyawamu tidak sepenting nyawaku.”*


Saya bertanya dengan suara jujur:

Jika dokter dan perawat saja tidak aman, siapa lagi yang aman?

Jika penolong dipukuli, apa arti rumah sakit?

Jika kekerasan dibiarkan, apa arti negara?


Bangsa ini tidak kekurangan hukum. Bangsa ini kekurangan keberanian dan keseriusan untuk menegakkannya.


Kekerasan ini meninggalkan bekas yang tidak terlihat. Nakes menjadi curiga. Menjadi defensif. Menjadi dingin. Bukan karena mereka kehilangan empati, tetapi karena mereka sedang bertahan hidup. Mereka menolong sambil mengamati pintu. Mereka berbicara sambil menimbang risiko. Mereka bekerja dengan rasa takut.

Dan ketika rasa takut itu tumbuh, kemanusiaan ikut tergerus.


Inilah tragedi sesungguhnya. Kekerasan tidak hanya melukai tubuh nakes, tetapi merusak jantung pelayanan kesehatan. Ia memutus aliran empati, membuat hubungan dokter–pasien berubah menjadi hubungan curiga dan saling ancam.


Ada kata bijak yang terasa sangat pahit hari ini:

*"Bangsa yang memukul penolongnya sedang menandatangani kehancurannya sendiri.”*


Saya percaya itu. Karena ketika dokter dan perawat tidak lagi aman, maka yang akan datang adalah dua kemungkinan buruk: *nakes pergi atau nakes berhenti peduli. Keduanya sama-sama bencana.*


Siapa yang mau berjaga malam jika pulang dengan luka?

Siapa yang mau menolong pasien kritis jika balasannya adalah cekikan?

Siapa yang mau tetap lembut jika dunia terus memukul?


Secara spiritual, saya yakin satu hal: *setiap kekerasan adalah kegagalan jiwa. Dan kekerasan terhadap nakes adalah kegagalan kolektif kita sebagai masyarakat.*


Kita gagal mendidik empati. Gagal menahan amarah. Gagal menghormati hidup.


Kita lupa bahwa tenaga kesehatan adalah manusia dengan keluarga, dengan tubuh yang bisa sakit, dengan hati yang bisa hancur.


Dan hari ini, saya tidak ingin diam.

Saya ingin mengatakan dengan lantang:

*Hentikan kekerasan terhadap tenaga kesehatan. Tegakkan hukum tanpa kompromi. Lindungi mereka yang menjaga hidup kita.*


Karena jika profesi menolong manusia berubah menjadi profesi yang harus siap dipukuli, maka kita sedang hidup di masyarakat yang sakit—jauh lebih sakit daripada pasien mana pun.


Saya menutup tulisan ini dengan kalimat yang lahir dari kemarahan dan cinta pada kemanusiaan:

*“Jika kita membiarkan penolong dipukul hari ini, besok tidak akan ada lagi yang datang ketika kita membutuhkan pertolongan.”*


Dan saat itu tiba, jangan salahkan siapa pun.


Malang, 29 Desember 2025


Sumber Wag idi Bjn 

Keprihatinan Sejawat

 



*Ketika Rompi Oranye Mengguncang Hati Profesi*


Sutrisno, Ketua IDI Wilayah Jawa Timur / Waketum PB IDI


“Medicine is a science of uncertainty and an art of probability.”- Sir William Osler -


Hari ini saya menerima sebuah kabar yang membuat hati saya serasa diremas perlahan. Seorang dokter spesialis anak, sebut saja dr. R, dikenakan rompi oranye, rompi tahanan polisi. Ia digiring ke kejaksaan untuk diproses sebagai tersangka, dituduh melakukan malpraktik. Sebuah gambar yang terasa asing, ganjil, dan tidak seharusnya menjadi bagian dari dunia yang saya kenal. Dunia pengabdian. Dunia penyelamatan nyawa. Dunia profesi dokter.


Melihat rompi oranye itu, saya merasakan sesuatu yang sulit saya sebutkan. Bukan hanya sedih, bukan hanya marah, bukan hanya bingung. Ada gundah yang menyelinap seperti kabut pagi, tidak nampak jelas bentuknya, tetapi membuat seluruh udara terasa berat. *Pertanyaan yang paling berat adalah apakah saya sebaiknya berhenti saja sebagai dokter spesialis konsultan, yang telah 20 tahun lebih saya jalani, karena hal yang sama, seperti dr R, bisa saja terjadi pada saya dan seluruh dokter di Indonesia, mulai dokter umum sampai dokter spesialis konsultan dengan gelar professor doktor subspesialis tertentu, dengan ribuan jam terbang di meja operasi atau bangsal perawatan*.


Saya bertanya dalam diam: Mengapa profesi yang bertahun-tahun dipersembahkan untuk menolong manusia justru bisa dalam sekejap berubah menjadi jalan menuju penjara?


Pertanyaan ini bergema di dalam diri, dan saya tak tahu kapan akan berhenti.

Ada yang berubah dalam perjalanan waktu. Dahulu, dokter dipandang sebagai penjaga kehidupan, pelita yang menyala ketika manusia berada di ambang gelap. Hari ini, pelita itu seperti disandarkan pada bara api tuduhan, siap padam kapan saja oleh ketidaktahuan, kesalahpahaman, tekanan publik, atau ketergesa-gesaan penegak hukum.


Saya tidak ingin menilai kasus dr. R. Saya tidak ingin membela atau menyalahkan siapa pun. Tetapi saya ingin mengungkapkan rasa yang tumbuh dari peristiwa ini: bahwa ketika seorang dokter diperlakukan serupa kriminal sebelum proses kebenaran terungkap, ada bagian dari martabat profesi kedokteran yang terluka.


Profesi dokter adalah profesi yang bekerja dalam ketidakpastian. Tidak ada jaminan kesembuhan, tidak ada kepastian hidup dan mati. Yang ada adalah ikhtiar, ilmu, pengalaman, doa, dan harapan.


Namun, ikhtiar itu kini harus berjalan di atas bayang-bayang yang menakutkan, bayangan bahwa setiap tindakan yang niatnya menyelamatkan nyawa bisa menjadi bukti untuk menjerat pelakunya.


Bagaimana mungkin profesi yang dibangun di atas sumpah justru diruntuhkan oleh prasangka?


Saya teringat wajah para dokter yang saya kenal: mata yang lelah karena malam panjang, tangan yang gemetar ketika mencoba menyelamatkan pasien kritis, air mata yang jatuh diam-diam di ruang jaga ketika nyawa tak bisa dipertahankan. Tidak ada satu pun yang berjalan dengan keangkuhan. Tidak ada yang bangga ketika gagal. Profesi ini terlalu berat untuk kesombongan.


Dan kini, lebih berat lagi ketika kesalahan prosedur diperlakukan sama dengan kejahatan. Ketika kegagalan penyembuhan tidak dibedakan dari kelalaian pidana. Ketika manusia yang sudah berjuang ditarik dari ruang jaga menuju ruang tahanan tanpa ruang penjelasan.


Saya membayangkan bagaimana perasaan dr. R saat rompi oranye itu dikenakan, bukan pada tubuhnya saja, tetapi pada seluruh perjalanan hidupnya: tahun-tahun pendidikan panjang, malam-malam jaga, pengorbanan keluarga, pasien-pasien yang ditolong, dan mimpi-mimpi yang diperjuangkan.

Semua seperti hilang seketika.

Dilipat seperti kertas, digeser ke pinggir, digantikan oleh satu kata saja: “tersangka.”


Saya bukan sedang meminta dokter untuk diletakkan di atas hukum. Tidak. Justru hukum harus menjadi pelindung bagi semua pihak, termasuk dokter dan pasien. Tapi saya berharap proses menuju kebenaran tidak dilakukan dengan cara yang melukai martabat profesi. Rompi oranye bukan hanya simbol penahanan; ia simbol kriminalisasi. Dan ketika dokter diperlakukan demikian sebelum kebenarannya diuji, yang terguncang bukan hanya satu orang, tetapi seluruh profesi yang berdiri di belakangnya.


Ada pepatah lama:

“Kebenaran itu cahaya, tetapi cahaya tidak pernah datang melalui keributan.”


Dan saya percaya, keadilan tidak akan muncul dari gebyar sorotan, tetapi dari proses yang jernih, tenang, dan bijaksana.


Menjadi dokter kini bukan hanya soal ilmu dan empati; tetapi juga *keberanian*. Keberanian untuk tetap menolong meskipun bayangan hukum terus mengikuti di belakang. Keberanian untuk tetap menjaga pasien meskipun risiko personal semakin besar. Keberanian untuk tetap manusiawi meskipun dunia sering kali tidak manusiawi.


Saya teringat kata-kata bijak yang menenangkan:

*“Yang penting bukan seberapa gelap langit di atas kita, tetapi seberapa kuat kita menjaga cahaya di dalam diri.”*


Hari ini langit profesi dokter terasa gelap. Tetapi saya yakin cahaya itu belum padam. Ada terlalu banyak dokter yang berjuang dengan hati bersih, terlalu banyak tenaga kesehatan yang bekerja dalam kesunyian tanpa mengharapkan pujian. Selama mereka masih ada, harapan itu tetap menyala.


Ketika saya memikirkan rompi oranye itu lagi, rasa gundah itu masih ada, dan mungkin akan lama ada. Tetapi dari gundah itu muncul satu tekad: bahwa profesi dokter harus diperjuangkan agar tetap bermartabat, dihargai, dan dipahami.


Karena profesi yang lahir dari niat menolong tidak boleh dibiarkan menjadi profesi yang ditakuti karena ancaman kriminalisasi.

Dan saya berharap, suatu hari nanti, tidak ada lagi dokter yang harus mengenakan rompi oranye sebelum kebenaran benar-benar berbicara.


Malang, 23 November 2025


Sumber wag idi Bjn

Hari Ibu 24/7

 


Oleh : dr achmad budi karyono 

Hari ini 22 Desember merupakan hari peringatan Hari Ibu, salah satu orang tua kita yang sangat berjasa yang melahirkan kita.

Hampir di semua grup MedSos ramai dengan ucapan selamat, ada juga pantun, cerita berhikmah, ilustrasi grafis, humor, yang semuanya menyambut datangnya Hari Ibu. Bahkan suasana MedSos seolah-olah seperti hari raya atau peringatan hari besar lain, hampir semua pengguna Medsos memanfaatkannya.

Ibu memang sosok yang spektakuler. Seorang ibu tidak jarang 'harus' melakukan multi peran yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kalau hanya urusan dapur, sudah merupakan hal biasa yang ‘gampang’ bagi sosok setiap ibu.

Namun sering kita bertemu dengan seorang ibu yang harus berperan sebagai tulang punggung keluarga. Bukan karena yang luar biasa atau prestasinya yang luar biasa, tetapi karena ketidak berdayaan sang kepala keluarga. Misal sudah mencari kerja dimana mana namun belum mendapat kesempatan. Justru yang mendapat kerja adalah ibu, atau karena kepala keluarga sakit yang dideritanya.

Beberapa hari yang lalu, seorang ibu karena kurang mendapat dukungan untuk bertanam. Hasil dari panen yang lalu kurang mencukupi modal yang dikeluarkan karena harga anjlok saat panen. Apalagi saat tanam ini mendapat info harga pupuk sudah naik.

Seperti itulah sekilas perjuangan ibu tani yang gigih berusaha mencukupi diri tanpa merepotkan sesama. Namun apa yang didapatkan, hasil panen yang diharapkan sekitar 3 bulan seperti impas, dan sering pula tenaganya tidak terhitung. Padahal sudah berusaha dan berjuang tanpa merepotkan orang. Inilah salah satu motivasi untuk bertani, tidak bisa diharapkan, tenaganya seolah terbuang sia sia.

Itu adalah salah satu petikan kisah nyata dari sekian juta para ibu yang multi peran dalam kehidupan berkeluarga. Belum lagi berbagai 'ancaman' terhadap kaum ibu masih belum reda. Antara lain Angka Kematian Ibu masih belum bisa ditekan. Dan masih banyak lagi hal yang paling mengancam jiwa para ibu masih tinggi, kanker serviks misalnya.

Kondisi perekonomian global saat ini sedang tidak baik-baik saja, apalagi di pelosok desa. Seakan mereka kurang ada yang memperhatikan. Salah satu contoh adalah penggunaan transformasi digital. Jangankan sinyal, yang di kota saja turun naik. Apalagi di pelosok desa yang jauh dari jangkauan menara sinyal atau keleweran kabel. Dengan anggaran apa untuk membeli paket data. Sedangkan mereka berjuang untuk bisa menjamin kehidupan masih kesulitan. Dan apa mereka juga memiliki HP untuk online.

Itulah perjuangan seorang ibu yang menjadi tumpuan keluarga, yang justru seharusnya kita bahagiakan. Untuk menghormati beliau para ibu tidak ada salahnya kita diingatkan setiap tanggal 22 Desember. Agar kita lebih meningkatkan perhatian terhadap jasa besar seorang ibu. Walau sebenarnya untuk menghormati ibu kita, tidak harus menunggu setahun sekali. Kesibukannya setiap saat 24/7.

Surga ditelapak kaki ibu. Selamat Hari Ibu, semoga semua sosok ibu yang selalu berjuang dalam keluarga selalu bersemangat dan diberi kekuatan yang lebih segalanya.

Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Melatih



Oleh : BundaSriMin *)

*Inspirasi Hikmah*


Ada banyak pelajaran yg dapat diambil dalam rangkaian ibadah umroh, kata kuncinya adalah melatih untuk; rendah hati, sabar, menghargai, dan menahan diri. 


Dalam suatu perjalanan jarak jauh tentunya akan bertemu dg banyak orang dg berbagai macam karakter, maka kerendahan hati mesti ditumbuhkan, tepis rasa paling hebat kuat atau pintar, tidak perlu memamerkan kemampuan agar orang lain mengakui keistimewaan yang dimiliki, ketahuilah bahwa bintang akan selalu memancarkan cahaya di tengah gelapnya malam.


Kedua melatih diri untuk berlaku sabar, sabar menunaikan thowaf dan sa'i,  yang harus berjalan perlahan bersama jamaah sambil berdoa, berdesakan, bila tdk sabar mungkin akan muncul emosi kemarahan, sabar menahan bau badan yg kurang sedap, sabar menahan pandangan godaan wanita Arab dan Turki yg cantiknya luar biasa, sabar menggandeng orang tua atau pasangan yg tidak bisa gesit dalam berjalan, jadi kemungkinan terjadi pertengkaran karena berpisah jalan.


Melatih menghargai diri sendiri dg tidak bergantung pada orang lain sekalipun orang terdekat, kehidupan yg saling menghargai akan menumbuhkan kemuliaan, selagi masih bisa dipelajari dan diusahakan mengapa harus menyerah dan pasrah, kata kuncinya adalah belajar menghargai agar tidak sakit hati, belajar menghafal doa² dalam ritual ibadah umroh bagian dari berlatih menghargai diri


Melatih mengendalikan diri, tidak mudah emosi saat terjadi ujian kesetiaan, misalkan orang terdekat kita lebih banyak menolong orang lain daripada diri kita, maka pengendalian diri sangat dibutuhkan, di tanah suci bisa muncul berbagai ujian cobaan dan tantangan,  kemampuan pengendalian diri pada hakikatnya perwujudan keimanan 


Kata kuncinya agar ibadah kita menjadi mabrur dan mabruroh adalah melatih agar sepulang nya ke tanah suci perilaku kita lebih baik lagi dan motivasi beribadah semakin kuat


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Jeddah, 20 Desember 2025

SriMinarti10Bjn


*) Prof Sri Minarti

Hidup



Oleh : BundaSriMin

*Inspirasi Hikmah*


Ada tiga tempat suci yg disunnahkan untuk dikunjungi oleh umat Islam yaitu Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Aqsha di Palestina, ketiganya memiliki tempat yg mustajab untuk berdoa semua doa dan harapan akan dikabulkan oleh Allah SWT. 


Selama lima belas hari berada di dua kota suci Makkah dan Madinah, (belum bisa memberikan penjelasan tentang Masjidil Aqsha karena blm pernah berziarah ke sana, insyaallah ke depan ada kesempatan menjadi tujuan ziarah), masjid yg selalu hidup, tidak kenal waktu apakah jam 1 dini hari atau jam 1 siang sama ramainya, para tamu Alloh memohon ampunan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat di tempat yg mustajab. 


Di Madinah ada Raudhah yaitu tempat makam nya Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As Sidik dan Umar Bin Khatab, ditempat itu para peziarah berdoa kepada Alloh SWT, dan insyaAllah semua doa dikabulkan, Raudhah berada di dalam masjid Nabawi yaitu antara mimbar Rosulullah dg kamar beliau yg sekarang menjadi makam, dan untuk bisa masuk disana harus melalui daftar lewat aplikasi, Alhamdulillah umroh kali ini bisa melakukan sholat dan berdoa disana dg tenang rata² pengunjung diberikan waktu lima menit.


Andapun di Masjidil Haram ada tempat mustajab yg di sebut hijir Ismail ditandai dg pagar, Rosulullah pernah menyarankan para sahabat untuk sholat di Hijir Ismail, karena pahalanya sama dg sholat di dalam Ka'bah, disamping itu juga tempat mustajab dalam berdoa, umroh kali ini tdk bisa sholat di dalam hijir Ismail, Alhamdulillah sdh pernah saat haji 16 tahun yg lalu, karena tempat nya terbatas, untuk bisa masuk harus daftar antri, dan itu membutuhkan waktu yg lama, 


Dua Masjid yg dimuliakan ini tidak pernah sepi dari pengunjung, tiap waktu silih berganti, mungkin akan sulit membedakan antara siang dan malam, maka sy sebut dua Masjid ini selalu hidup, yaitu banyaknya orang beribadah dan perekonomian juga menjadi hidup, karena ada filosofi berangkat ke Makkah dan Madinah bawa sangu sebanyak banyaknya dan koper kosong, pulang jangan sampai tersisa rupiah atau real nya, entah benar atau tidak, tapi yg jelas selepas sholat para jamaah masuk hotel tak lepas dari tentengan belanja (istilah candaannya hasil lempar jumroh..he he Kata Ustadz Hikam, mhs S2 prodi sastra Arab di Al Azhar yg menjadi Muthowif umroh kali ini, asli Demak, muda Sholeh cerdas, dan memiliki kemampuan komunikasi atau pendekatan yg sangat baik dg para jamaah).


Para jamaah memiliki pengalaman spiritual yg berbeda beda, ada yang mengatakan dulu sengaja meninggalkan baju dan sandal di tanah Haram agar segera di undang lagi ke sini, ada yg menangis ingat keluarga di rumah berdoa bisa datang lagi dan mengajak keluarga besar, ada yg titip didoakan teman saudara kerabat yg haji atau umrah.

 

Jamaah umroh dari Indonesia rata² sudah berusia tdk muda, ada yg di umroh kan putranya, ada yg dana Taspen, ada yg dana dari menabung dan lain-lain, sekali kunjungan misalkan 8 hari di Makkah dan 8 hari di Madinah para jamaah bisa melakukan umroh 3-5 kali, yg harus dijaga adalah kesehatan hati (bersih), jasmani, Ruhani, dan ekonomi. Ibadah haji dan umrah ideal nya memang dilakukan selagi muda karena membutuhkan stamina yg prima, tapi niat dulu selagi muda dan ditunaikan pas mampu adalah utama, Semoga Allah SWT memudahkan kita semua untuk berziarah ke tanah suci Mekkah dan Madinah, aamiin 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Makkah Al Mukaromah, 19 Desember 2025

SriMinarti10Bjn

Pantun Sosmed

 


Oleh : dr achmad budi karyono 

Pantun diyakini sebagai barometer kecerdasan pergaulan sosial

Hari ini 17 Desember ditetapkan sebagai Hari Pantun Nasional. Dan baru tahun 2025 ini mulai dilaksanakan, sebuah upaya legalisasi agar pantun merupakan warisan budaya milik negeri ini.


Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama, yang berasal dari negeri ini, khususnya rumpun Melayu di Sumatera. Pantun klasik terdiri dari empat baris, dengan rima (persamaan bunyi) yang sama pada rangkaian kata baris pertama dan ketiga, serta baris kedua dan keempat. Pantun biasanya memiliki makna pesan atau nasihat yang mendalam dan dapat diartikan secara literal maupun figuratif.


Baris pertama dan kedua merupakan kata kiasan atau disebut ‘sampiran’ atau ‘pembuka’, yang biasanya berisi gambaran alam atau situasi. Sedangkan baris ketiga dan keempat berisi ‘pesan inti’, berisi nasihat atau makna yang ingin disampaikan. Pantun disampaikan dengan gaya bahasa yang indah dan menarik



Contoh pantun klasik yang pernah diajarkan di sekolah dulu

Pisang emas dibawa berlayar 

Masak sebiji di dalam peti 

Hutang emas dapat dibayar 

Hutang budi dibawa mati


Itulah sebuah pantun klasik yang penuh makna, pesan mendalam serta nasihat kebaikan.


Manfaat berpantun dalam kehidupan sosial sehari-hari, antara lain :

1. Penyampaian pesan, disampaikan secara halus yang bermakna nasihat, didikan, etika pergaulan serta pesan moral.

2. Media hiburan, sebagai sarana komunikasi acara resmi, pergaulan sosial sehari-hari, acara adat sebagai sisipan hiburan.

3. Pelestarian budaya, digunakan dalam acara sakral sebuah prosesi tertentu, misal rangkaian pernikahan atau lainnya.

4. Ekspresi diri, sebagai gambaran atau pengungkapan isi hati seseorang, misal sedang menunjukkan kasih sayang atau prioritas tertentu dengan rasa cinta, rindu, duka, bahagia dan yang lain.


Sejak pandemi beberapa tahun yang lalu, terutama pertemuan melalui online, pantun mengalami booming. Dan seakan tidak ada pertemuan rapat online tanpa pantun. Dan pantun disampaikan sebagai pembuka dan atau penutup di hampir setiap pemateri. 


Namun seringkali yang digunakan termasuk pantun 'kontemporer' yang hanya 2 baris.


Ikan tuna ikan sepat

Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Etika



Oleh : BundaSriMin

*Inspirasi Hikmah*


Secara umum, etika mengkaji apa yang benar dan salah, baik dan buruk, serta kewajiban moral dalam kehidupan bermasyarakat.


Pengalaman perjalanan dalam menunaikan ibadah umroh, dapat banyak pelajaran yg dapat diambil terutama tentang etika/akhlak/karakter masing-masing orang memiliki perbedaan, yg dipengaruhi oleh latar belakang, pengalaman, dan pengetahuan, beberapa aktivitas yang kurang ber etika, misalkan merokok sambil jalan ke Masjid Nabawi atau ke Masjidil haram, membuang sampah sembarang, tidak membersihkan bekas buang air kecil, makan minum sambil jalan, ngobrol tak bermanfaat,  individualis dan banyak lagi. 


Perlu pendidikan etika dan manajemen diri bagi calon jamaah haji ataupun umroh, agar adab terbentuk,  walaupun  tdk mudah, karena etika karakter dan akhlak proses terbentuknya membutuhkan waktu yang lama, maka sangat penting dan harus diadakan pendidikan etika atau karakter di sekolah/madrasah dan sejak dini dalam keluarga, pasti nantinya orang Indonesia akan terkenal berkarakter mulia islami.


Penduduk Indonesia mayoritas muslim, punya pedoman dalam Al Qur'an dan hadits bgm berakhlak mulia, maka perlu belajar dan belajar agar memahami bgm ber etika, etika kepada Tuhan Allah SWT, etika kepada orang tua, pasangan, teman, anak, kerabat, tetangga, lingkungan, Islam sudah mengatur dg detail, misalkan etika bercakap dg orang tua harus menghadapkan badan nya, dg pasangan suami melindungi istri dan sebaliknya istri menghormati suami, bercakap dg lawan jenis menundukkan pandangan agar tidak terjadi fitnah, menjaga kebersihan, menjauhkan diri dari kemalasan, disiplin, jujur dsb, begitu indahnya etika dalam Islam bila umat Islam mampu menjalankan 


Manusia memiliki nafsu yg terkadang kurang suka di atur dg pedoman kebenaran, ingin membuat aturan sendiri, tapi perlu diketahui bahwa aturan Allah lah yg paling sempurna 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Makkah Al Mukaromah, 15 Desember 2025

SriMinarti10Bjn

Kedamaian Diri

 


Oleh : BundaSriMin 

*Inspirasi Hikmah*


Semua manusia memiliki orientasi  yg hampir sama, yaitu menikmati hidup dg damai, saling memuliakan dan menyayangi serta mendapatkan keberkahan 


Banyak jalan menuju Roma kata pepatah, demikian juga banyak cara dan jalan menuju kedamaian dalam menjalankan kehidupan, diantaranya Istikomah berbuat kebaikan menebar kemanfaatan, beraktivitas menjalani profesi sebagai bentuk ibadah, banyak bersedekah, menunaikan rukun Islam, berziarah ke kota Makkah dan Madinah serta banyak lagi kebaikan lainnya yg bisa diperbuat 


Kedamaian diri merupakan pilihan masing-masing insan, yg diawali dari niatan suci mencari Ridlo illahi Robbi, sebagai ilustrasi: Perbanyak bersedekah dalam keadaan lapang ataupun sempit, selanjutnya berkunjung mendekat ke kiblatnya umat Islam untuk beribadah, kedamaian yg didambakan pasti akan didapatkan atas ridho Nya


Lima belas tahun yg lalu kami sangat bersyukur sdh di undang menunaikan rukun Islam ke lima, tadi malam jam 2 dini hari Alhamdulillah kembali menuntaskan ibadah umroh, terima kasih ya Allah atas ketetapan yg Engkau berikan pada kami, sy doakan semua orang yg membaca artikel ini segera di mampukan untuk berkunjung ke Kota Makkah Al Mukaromah, dan apa yg menjadi doa harapan segera dikabulkan, aamiin 


Kedamaian diri kita yg merencanakan, memohon padaNya agar diberikan ketetapan terindah Nya dan selalu berprasangka baik pada Nya, aamiin ya rabbal 'alamiin 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Makkah Al Mukaromah, 13 Desember 2025

SriMinarti10Bjn

Nusantara Multi Potensi

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Negeri ini sudah kondang sejak jaman kerajaan. Bahkan Jenghis Khan dari negeri jauh di Utara, memerintahkan tentaranya dengan niat ekspansi. Mereka rela mengarungi samudra luas lautan bebas sejauh hampir separo garis bujur bumi.


Wilayah yang luas negeri ini disebut Nusantara, Nusa dan Antara. Nusa yang berarti pulau atau kepulauan, dan antara adalah jarak yang menjadikan kesatuan. Nusantara terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil yang berada di dalam garis laut pulau terluar. Bahkan di era Kerajaan, Nusantara juga meliputi keperluan beberapa negeri tetangga.


Kejayaan Nusantara yang dirintis dan diraih pada abad ke 7, kemudian disempurnakan pada abad 14 dan 15. Bahkan penerus Jenghis Khan yang akan menyerang kerajaan di Nusantara ini mengurungkan niatnya.


Pesona Nusantara terus bergaung di arena kekuasaan dunia. Mereka datang dari belahan barat dunia dan jauh di utara. Sejak abad ke 16 mereka silih berganti berusaha menguasai bumi Nusantara dan mengambil isinya.


Negeri ini dikenal sebagai Jamrud di Khatulistiwa, sebuah untaian permata hijau yang disatukan oleh garis khatulistiwa.


Hari ini 13 Desember diperingati sebagai Hari Nusantara. Pada tahun 1957, Deklarasi Juanda, sebuah perjuangan sebagai penetapan luasan negeri ini. Di tanggal inilah dunia harus mengakui wilayah yuridis Nusantara.


Potensi Nusantara yang harus kita hiasi saat ini antara lain adalah 

1. Menjaga dan mempertahankan wilayah Nusantara

2. Nusantara memiliki keanekaragaman hayati dengan pesona istimewa, serta banyak spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.

3. Melestarikan kekayaan budaya yang beragam, berbagai bahasa daerah yang menguatkan berbagai tradisi.

4. Seluruh alam negeri ini menyimpan sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak, gas, dan mineral serta beraneka ragam isi lautan.

5. Menjadi magnet dunia karena keindahan alam dan kebudayaan yang sangat menarik bagi wisatawan.

6. Memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, karena letaknya khatulistiwa serta di persilangan samudra dengan ribuan kepulauan, jika dikelola dengan baik dan semestinya.


Kedaulatan Nusantara harus selalu kita tegakkan bersama sebagai warga negara yang baik dan peduli. Perjuangan ini tidak boleh luntur ditelan jaman. 


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Mendekat

 



Oleh : BundaSriMin 

*Inspirasi Hikmah*


Ribuan umat Islam dari berbagai belahan dunia berkunjung ke Kota Madinah, semuanya memiliki tujuan yg sama, mendekat pada sang illahi Robbi Allah SWT dg napak tilas makam kekasihNya yaitu Muhammad Rasulullah SAW.


Berkunjung ke Kota Madinah atau Masjid Nabawi membutuhkan banyak persiapan berupa kesehatan jasmani Ruhani maupun ekonomi 


Sebagai ilustrasi aktivitas ibadah sholat dari penginapan menuju ke Masjid butuh fisik yg prima untuk jalan kaki, bukan jarak yang jauh antara penginapan dan Masjid, tapi saking luasnya halaman Masjid, apalagi bila pengin menunaikan sholat di dalam mendekat dg Imam, semua nya memiliki harapan untuk bisa mendekat dg sang pencipta, 


Perjalanan pesawat dari Surabaya ke Jeddah  yg membutuhkan waktu kurang lebih 11 jam, duduk lama bisa menyebabkan kondisi fisik kurang nyaman bagi mereka yg sudah tidak muda lagi, tapi rasa senang dan syukur mengalahkan kecapean 


Persiapan kesehatan Ruhani mesti ditata sedari ada niatan menunaikan ibadah umroh, agar kesucian hati dan ketulusan niat yg menjadi bekal dari rumah memudahkan langkah dalam mendekat menggapai Ridlo Nya, maka akan memiliki rasa diterima semua doa dan harapan serta selalu mendapatkan perlindungan pertolongan atau keberkahan dari Nya


Allah maha kaya dan pengatur rejeki semua hamba yg tidak pernah akan tertukar dg apa dan siapa pun, memohon padaNya agar diberikan kemampuan finansial sebagai sarana mendekat untuk menunaikan ibadah, ya Allah tanpaMu semua ini tidak akan terjadi, hambamu tidak memiliki daya apa² kecuali atas pemberian dan ridlo  Mu 


Jadi intinya bila ingin menunaikan ibadah haji dan umroh, kesehatan jasmani ruhani dan ekonomi mesti disiapkan sejak dini untuk mendekat menggapai Ridlo illahi


Perasaan galau menyelimuti rasa ini, karena sebentar lagi akan meninggalkan kota Madinah menuju Makkah, ya Allah, undang kami kembali ke sini untuk mendekat memohon ampunan Mu dan masukkan kami golongan orang orang yang bertaqwa kepada Mu, aamiin 

Tulisan ini dibuat saat menunggu sholat subuh di Masjid Nabawi 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin ya rabbal 'alamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Masjid Nabawi, Madinah Al Munawwarah 

12 Desember 2025.

SriMinarti10Bjn

HAM Masih Berpihak?

 


Hari ini 10 Desember masyarakat dunia memperingati ‘International Human Rights Day’, Hari Hak Asasi Manusia. Pada tahun 2025 ini memasang tema ‘Human Rights, Our Everyday Essentials’ atau ‘Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Esensial Kita Sehari hari’.


Kebutuhan dasar manusia dalam menjalankan kehidupan merupakan hak setiap manusia. Bukan keinginan seseorang, yang tidak ada batas dan selalu berkembang. 


Sebagai warga negara, mereka berhak atas semua kebutuhan dasar untuk hidup layak yang berlaku umum.


Hak asasi bersifat kodrati, anugerah dari Allah SWT dan bersifat universal, yang berlaku umum kapan saja, dimana saja, pada siapa saja tanpa memandang ras, agama, kebangsaan, jenis kelamin dan status sosial.


Diantara sekian banyak hak asasi, tahun ini kita fokuskan pada hal kebutuhan dalam kehidupan harian. Kebutuhan makan untuk hidup. Masih ada saudara kita atau penduduk dunia ini yang terlewatkan belum bisa memperoleh haknya. Terutama saat ini, mereka yang terdampak bencana atau yang dalam situasi konflik antar negara.


Tahap berikutnya, hak memperoleh hidup sehat. Dengan terjaminnya diri yang sehat, mereka akan bisa berupaya untuk mencukupi dirinya, atau bahkan akan bisa membantu yang lain.


Dua poin penting itulah yang biasanya juga diawali oleh hak asasi yang terkait dengan kesetaraan dan pelaksanaan regulasi yang disalahgunakan oleh oknum tertentu.


Pada hari peringatan inilah momen terbaik untuk mengingatkan pada setiap warga dunia, khususnya yang mempermainkan hak warga lain, agar segera kembali ke jalan yang benar. Saling menghargai dan menghormati sesama, merupakan kunci utama mendapatkan hak asasi manusia.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Ziarah

 


Oleh : BundaSriMin *)

*Inspirasi Hikmah*


Tak terbendung air mata ini ketika menginjakkan kaki di kota Madinah Al Munawwarah, umat Islam di seluruh dunia berharap bisa berziarah di sini, di Masjid Nabawi, Masjid Quba, Qiblatain dan tempat tempat bersejarah lainnya 


Sang pujaan hati penyampai risalah kebenaran Muhammad Rasulullah SAW,  Abu Bakar RA, dan Umar Bin Khatab RA  di makam kan berdekatan, saat bisa beribadah di Masjid Nabawi terkhusus di "Raudhah" akan meneteskan air mata, ada rasa haru dekat dg sang pujaan hati, bersyukur diberikan kesempatan dan undangan dari Sang Pencipta lebih dari satu kali menunaikan ibadah di sini, Subhanallah Alhamdulillah atas nikmat yg Kau berikan 


Menangis terharu dari hati terdalam, hari pertama kedatangan jamaah putri rombongan kami paginya langsung dapat jadwal ziarah ke Roudhoh, terucap rasa aku rindu pada Rosulullah, undang kami kembali Ya Robbi, ke kota suci Madinah, lapangkan rejeki dan sucikan hati, paham kan ilmu agar mampu menyampaikan kebenaran ajaran Islam di manapun berada 


Ziarah ke Kota Madinah kali ini pada bulan Desember 2025 hampir tiap hari turun hujan, jadi harus pakai jaket tebal, agar kehangatan dan kesehatan terjaga sehingga bisa menunaikan ibadah dg khusuk, dan bisa berziarah ke tempat tempat bersejarah yg pernah disinggahi Rasulullah Muhammad SAW, misalkan ke Jabal Uhud, Masjid Quba, Qiblatain, dan jangan lupa mampir di kebun kurma pusat oleh oleh.


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin ya rabbal 'alamiin 

Semoga kita selalu sehat 


Madinah Al Munawwarah, 9 Desember 2025

SriMinarti10Bjn


*) Guru Besar di Bojonegoro 

Korupsi Masih Banyak?

 


Oleh dr achmad budi karyono

Mengucapkan atau menyampaikan sesuatu yang ideal memang sangat mudah. Begitu juga mengingatkan atau memberi nasihat pada orang lain, tidak sulit dilakukan. Dan membuat peraturan atau regulasi tentang kebaikan, tidak begitu rumit pula.

Sesungguhnya melakukan suatu kebaikan tidaklah sulit. Hanya saja di kanan kiri kita, banyak pengaruh yang sangat berlawanan dengan kebaikan. Sehingga tidak sedikit orang yang terseret pengaruh yang berdampak sangat menyakitkan.

Hari ini 9 Desember diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Dunia. Pada tahun 2025 ini memilih tema ‘Satukan Aksi, Basmi Korupsi'.

Siapapun pasti sepakat bahwa korupsi adalah hal yang tidak baik bahkan suatu kejahatan besar. Bahkan di beberapa negara, koruptor harus dihukum mati, agar yang lain jera dan tidak akan menirunya. Dengan demikian seluruh penduduk bumi mengutuk tindakan korupsi.

Namun di negeri ini tidak seperti itu. Tidak jarang kita lihat atau baca di media masa atau di medsos, orang melakukan korupsi atau pengemplangan yang merugikan negara. Dan yang melakukan orang yang diberi kedudukan tinggi. Bahkan beberapa minggu yang lalu, terjadi bencana yang cukup parah. Yang ternyata merupakan dampak dari tindakan melawan hukum, korupsi juga.

Dan lucu nya, justru para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor serta tumpukan kayu gelondongan, banyak bantuan dari rakyat yang pas pasan. Bukan oleh yang melakukan penebangan liar hutan.

Momen yang baik ini, di Hakordia 2025, kita semua harus bersinergi memberantas korupsi dalam segala bentuk.  Sedikitnya ada 7 perbuatan utama korupsi yang merugikan negara dan sangat menganiaya rakyat kecil. Mulai dari merugikan keuangan negara, suap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan dan gratifikasi.

Marilah kita jaga nilai atau norma universal yang InsyaAllah semua warga dunia akan sepakat. Kita pahamkan dan laksanakan pada diri kita dan anak cucu kita serta semua orang. Kita tanamkan dengan baik serta menjunjung tinggi nilai jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil dan kerja keras.

Kita berharap negeri ini akan terbebas dari bentuk perbuatan yang merugikan negara. Sehingga rakyat akan lebih tertata menjadi sejahtera.

Kita lawan korupsi bersama.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Tanah Kita Berkah Bukan Bencana

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari Tanah Dunia (World Soils Day) diperingati setiap tanggal 5 Desember. Pada tahun 2025 ini menetapkan tema ‘Healthy Soils for Healthy Cities’, atau ‘Tanah yang Sehat untuk Kota yang Sehat’.


Tanah merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bahkan manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Setiap orang pun merindukan akan kepemilikan tanah sebagai tempat berpijak atau tempat tinggalnya. Oleh karena itu, setelah memiliki tanah, harus merawatnya dengan baik. 


Selain itu, tanah juga dibutuhkan manusia untuk bercocok tanam agar memperoleh bahan makanan supaya kehidupan bisa berlangsung. Bertani dan berkebun di seluruh dunia, dilakukan untuk mencukupi kebutuhan kehidupan serta dibudidayakan sebagai peningkatan perekonomian.


Untuk menghasilkan komoditas yang berkualitas, diperlukan persyaratan tertentu sebagai tanah atau lahan pertanian dan perkebunan.


Struktur tanah sangat penting dijaga dan dipertahankan. Karakteristik fisik tanah dan komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antar agregat. Tanah tersusun dari tiga unsur : unsur padatan, unsur cair, dan unsur gas. Unsur cair dan gas mengisi ruang antar agregat.


Dengan terpeliharanya ketiga unsur itu, tanah menjadi subur. Struktur tanah yang demikian itu, merupakan tanah ideal untuk bercocok tanam yang bisa menghasilkan nilai komoditas yang berkualitas serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dan itulah manfaat tanah bagi manusia, sebagai lahan pemukiman, industri maupun pertanian.


Oleh karena itu, kita semua secara bersama harus menjaga agar terhindar dari pencemaran tanah. Pencemaran tanah bisa terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja. Misal tercemar dari limbah industri yang belum diolah agar aman terlebih dahulu. Bisa juga karena sebuah insiden, sehingga mengakibatkan tercemarnya lahan sekitar oleh zat kimia tertentu.


Saudara kita di beberapa daerah di Sumatera, saat ini sedang dilanda bencana tanah longsor dan banjir bandang. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak seimbangnya struktur tanah dan ekosistem yang timpang. Penggundulan hutan semakin banyak. Sehingga berdampak menjadi bencana yang sejak 2 pekan ini masih berkelanjutan. Bahkan sampai menelan korban jiwa.


Hikmah dari peringatan ini, kita harus selalu merawat tanah kita serta mengelolanya dengan baik. Dengan demikian, diharapkan akan lebih berdaya guna serta kita akan mendapatkan komoditas bahan makanan yang berkualitas dan ekosistem lingkungan yang baik.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Disabilitas Setara

 


Oleh : dr achmad budi karyono 

Tanggal 3 Desember ditetapkan sebagai peringatan Hari Disabilitas Internasional. Pada tahun 2025 ini memasang tema ‘Membina masyarakat yang inklusif disabilitas untuk memajukan kemajuan sosial’.


Momen ini bertujuan untuk menggugah semangat kita semua agar lebih peduli terhadap hak para penyandang disabilitas. Namun bukan berarti para disabilitas harus kita istimewakan, tetapi kita memposisikan sejajar secara proporsional pada mereka sesuai dengan kondisi masing masing. 


Dan yang paling penting kita semua tidak memandang dengan sebelah mata keberadaan mereka. Karena disabilitas itu memang sesuatu yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun akan menimpa dirinya. 


Disabilitas bisa didapat sejak lahir ataupun bisa menimpa siapapun setelah merasakan kenikmatan ‘sempurna’ sebelumnya.


Bagi disabilitas sejak lahir, pada umumnya mereka sudah ‘terbiasa’ atau sudah adaptasi sejak dini pada semua lini kehidupannya. Sehingga semua aktivitas fisik maupun psikisnya sudah ‘tercetak’ dengan kondisi sesuai disabilitasnya. Mereka terkesan lebih ‘enjoy’ dalam meniti kehidupan kesehariannya.


Berbeda dengan suatu disabilitas yang ‘didapat’, misal karena stroke, katarak atau suatu amputasi salah satu anggota gerak. Sebelumnya mereka pernah menikmati kehidupan yang ‘sempurna’, walau pada umumnya kita semua tidak pernah mensyukuri akan ‘kelengkapan’ yang kita miliki.


Seseorang baru merasakan betapa ada sesuatu yang sangat besar nilainya setelah kehilangan, padahal sebelumnya dianggap sesuatu yang ‘biasa’. 


Pada kondisi seperti ini, perlu latihan fisik ekstra untuk adaptasi terhadap lingkungan dan aktivitas. Begitu juga terkoyaknya psikis yang terkadang sulit menerima realitas yang ada. Oleh karena itu perlu terapi secara holistik, baik terapi fisik dan terapi psikis sekaligus.


Bersyukurlah selagi kita bisa melakukan apapun, dalam kondisi apapun, tidak terkecuali dalam hal yang dianggap sepele. Misalnya ketika kita akan melangkah ke suatu tempat, kita menganggap sesuatu yang biasa. 


Pernahkah kita memikirkan apakah kita bisa melangkah, apakah kita bisa sampai pada tempat tujuan. Dan masih ada beberapa pertanyaan yang seakan sepele, namun sesungguhnya semua itu adalah anugerah besar dari Allah SwT yang jarang atau tidak pernah kita syukuri.


Kita harus melaksanakan pola hidup sehat, dan harus selalu menjaga agar tetap sehat. Kita juga harus lebih bersyukur kepada Allah SwT, dalam keadaan apapun kita masih bisa bermanfaat bagi sesama dengan berbagai kontribusi layanan yang kita berikan. 


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

AIDS Masih Belum Tuntas

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Dunia. Pada tahun 2025 ini menetapkan tema ‘Overcoming disruption, transforming the AIDS response’ atau ‘Mengatasi gangguan, mengubah respon terhadap AIDS’.


Dunia kesehatan mengingatkan sebuah penyakit yang cukup menakutkan di masa akhir tahun 1980an dan di awal tahun 1990an, yang saat itu siap menerkam siapapun. Sehingga kesan penyakit ganas, seram dan mencemaskan selalu menghantui setiap orang, walau penularan tidak seganas covid 19 yang baru lewat.


Hari AIDS Dunia juga untuk mengingatkan warga dunia agar lebih waspada terhadap penyakit yang membuat sengsara berkepanjangan dan mematikan. Dan karena lemahnya imun, AIDS akan ditunggangi penyakit infeksi lain, yang sering adalah TBC. Mengerikan ya.


Angka AIDS dunia pada akhir 2024 cukup mengagetkan. Ternyata penyakit ini tetap ada dan cukup banyak. Dunia mencatat orang hidup dengan AIDS sebanyak lebih dari 40 juta, yang 5% usia anak. Dan seluruh kematian yang disebabkan AIDS lebih dari 600 ribu orang. Data ini dikutip dari Unicef pada awal Juli 2025.


Betapa banyak warga dunia yang tertimpa penyakit yang penularannya sebagian besar karena hubungan seks bebas ini. Sementara akankah kita tinggal diam, kurang atau tidak melaksanakan pencegahan yang harus kita lakukan bersama. Setiap insan medis sudah melakukan preventif tentang rantai penularan penyakit yang cukup menakutkan itu. Namun langkah itu kurang sempurna kalau tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat agar lebih efektif.


Oleh karena itu, langkah kita saat ini memprioritaskan akses layanan pencegahan, tes dan terapi HIV. Dan memastikan layanan ini dapat diakses masyarakat luas, sampai ke ujung daerah terpencil.


Pemerataan layanan terhadap semua kelompok komunitas yang ada di seluruh pelosok dunia, tanpa ada yang menutup diri. Upaya ini agar bisa dengan secara bersama membasmi dengan serentak.


Kita juga memperluas jangkauan layanan dengan inovasi di bidang transformasi kesehatan. Komunikasi melalui telemedisin atau dengan inovasi lain yang bisa mencakup lebih banyak.


Memberdayakan semua unsur masyarakat dunia, termasuk mantan yang sudah direhabilitasi. Mereka akan lebih memiliki kiat tertentu setelah pernah terdampak. Mulai dari bagaimana bisa terdampak, sampai proses panjang untuk meraih penyembuhan yang membahagiakan.


Sebaiknya kita harus mengingatkan pada siapapun tentang cepat meluasnya penyakit ini serta mudahnya cara mencegah penyakit ini yang penularannya lewat hubungan seks bebas. Pencegahan kita lakukan mulai dari keluarga, sanak saudara, para kerabat, tetangga dan masyarakat luas.


Membantu mencegah penularan penyakit ini, kita akan ikut berkontribusi menjaga kesehatan generasi muda kita dan ikut andil membangun kesehatan dan kejayaan negeri ini. Kita harus memulai melakukan pola dan gaya hidup sehat, hindari sek bebas, jauhi pemakaian obat terlarang. Selalu menjaga dan meningkatkan ketaqwaan pada Allah SWT.


Pencegahan akan lebih efektif bila dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat sesuai fungsi dan kompetensi masing masing. Memberi motivasi dan edukasi agar segera berobat dengan benar, dan InsyaAlloh akan sembuh total.


Semoga kita selalu sehat. (abk)

Jalan Bareng

 


Oleh : BundaSriMin 

*Inspirasi Pagi*


Ternyata pasangan yang sering liburan bareng tiga kali lebih bahagia dari pasangan yg tdk pernah liburan bareng (hasil penelitian Us Travel Asosiasi) 


Ada tiga hal yg perlu diambil pelajaran dalam liburan/jalan bareng pasangan, pertama terkait dg komunikasi, ada banyak hal bisa dibicarakan, misalkan bgm model pendidikan untuk anak-anak nya, pendekatan apa yg mesti dilakukan bila memiliki anak istimewa luar biasa, dan mungkin problem ekonomi, kesepakatan menjalankan gaya hidup sehat dan sederhana, dalam komunikasi perlu melepaskan egonya masing-masing, jabatan ataupun pekerjaan, bila perlu bebas dari gangguan telepon


Kedua, dg jalan bareng bisa menumbuhkan dan memupuk rasa kasih sayang, yg sifatnya naik turun, sebentar kuat ada godaan sedikit melemah,  

Masing-masing orang punya titik kekuatan dan kelemahan, karenanya bila melihat sesuatu dari rasa sayang maka hasilnya yg tampak adalah kebaikan 


Ketiga, perasaan pengertian juga akan tumbuh bila pasangan sering liburan bareng, saling peluk dan rangkul akan bisa menghilangkan setres, dan mengenang kembali masa awal jumpa saat masih muda dan perkasa, maka yg muncul adalah tertawa bersama, bahagia


Suatu saat perlu liburan bersama teman-teman, tapi sangat penting juga jalan bersama pasangan, tidak harus ke tempat yg jauh dan berbiaya mahal, cukup jalan kaki bersama di hari libur untuk membeli nasi pecel pincuk daun pisang (nasinya cukup dua sendok, sayuran nya yg banyak di tambah lauk ayam kampung goreng atau daging sapi cincang, karena itu akan membawa pada kesehatan dan kebahagiaan 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Purwosari, 30 November 2025

SriMinarti10Bjn