Menu

K3 dan Peran AI

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Tema yang dipilih pada Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Internasional 28 April 2026 yang lalu, menurut International Labour Organization (ILO) adalah ‘Revolutionizing Health and Safety : The Role of AI and Digitalization at Work’.


‘Revolusi Kesehatan dan Keselamatan : Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja’. Semua sektor pekerjaan tidak luput dari penggunaan AI dan perangkat canggih serba digital. 


Tuntutan untuk 'melek' teknologi canggih digital merupakan suatu keharusan. Diawali dengan pengenalan dan penguasaan alat. Kemudian operasional dan pembiasaan penggunaan serta memahami dampaknya.


Hampir semua peralatan canggih digital menggunakan cara klik, baik tombol mekanik ataupun layar sentuh. Hal ini perlu kewaspadaan ekstra, dalam pengoperasiannya. Bisa saja secara tidak sengaja tersentuh dan peralatan on yang tidak semestinya, berpotensi terjadinya insiden. Hal ini sangat terkait dengan keselamatan kerja.


Oleh karena itu, pilihan tema ini mengingatkan pentingnya korelasi antara K3 dan AI Digitalisasi. Kesiapan para pekerja agar meningkatkan kewaspadaan di tempat kerja, memahami pengoperasian peralatan yang serba canggih dan digital.


Harus selalu waspada di tempat kerja. Melaksanakan prosedur dengan benar sesuai ketentuan K3.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Jazz Bikin Ayem

 


Oleh : dr achmad budi karyono (repost)

Tanggal 30 April diperingati sebagai Hari Jazz International. Penentuan ini dilakukan oleh UNESCO, tentu saja dengan segala pertimbangan dan konsekuensi. Masih belum lama, bersama tokoh musisi jazz pakar instrumen musik tiup Herbie Hancock pada tahun 2011.


Jazz merupakan salah satu genre musik yang berasal dari Amerika Serikat pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20. Musik ini biasanya dimainkan dengan alat musik akustik seperti piano, bass, drum, dan horn (seperti trompet dan saksofon). Jazz kemudian berkembang dan memiliki beberapa sub-genre antara lain swing, bebop, fusion, dan smooth jazz.


Jazz memiliki karakteristik yang khas yaitu improvisasi, swing (iritasi yang konstan), bluesy (dengan pengaruh blues), syncopation (irama yang berlawanan dengan ketukan umum), dan harmoni yang kompleks. Musik jazz sering kali memungkinkan musisi untuk mengekspresikan kebebasan dan kreativitas mereka dalam improvisasi. Mereka dapat membuat variasi pada melodi dan harmoni secara spontan.


Musik jazz biasanya dimainkan di tempat-tempat seperti klub jazz, festival jazz, dan konser. Mereka mempunyai komunitas tertentu yang cukup fanatik, bahkan penggemar musik jazz terkesan eksklusif. Musisi jazz kawak negeri ini, antara lain Bubby Chen, Jack Lesmana, Ireng Maulana dan masih banyak lagi.


Mereka sering bertemu di arena Jam Session yang mengandalkan improvisasi. Permainan jazz terkesan simpel, ringan dan santai. Sentuhan instrumen musik seperti 'ngawur' atau 'merusak' irama dengan variasi yang meliuk, namun sungguh enak didengar dan dirasakan.


Sebagai contoh lagu Begadang yang aslinya berirama Dangdut Rock, kemudian di aransemen menjadi jazz oleh Indra Lesmana putra dari dedengkot jazz negeri ini. Jadilah Begadang dengan warna yang lain, dengan sentuhan ringan yang lebih santai, tetapi memang tidak bisa mengiringi joget.


Musisi Jazz negeri ini tidak kalah dengan pakar dunia seperti Chick Corea, Al Jarreau, Weather Report dan masih banyak lagi. Sampai yang agak berbau pop seperti Manhattan Transfer, George Duke, George Benson, Sarah Vaughan dan masih banyak yang lain. Bahkan Indra Lesmana pun sering Jam Session dengan musisi jazz dunia.


Genre apapun selera musik kita, kalau kita nikmati dengan mood yang pas, tentu akan lebih menentramkan hati. Namun aliran genre jazz akan memberikan warna tersendiri apabila kita nikmati, melepaskan kepenatan rutinitas sambil ngopi plus snek polo pendem.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Malaria Bisa Dibasmi

 


Oleh dr achmad budi karyono 

World Malaria Day diperingati setiap 25 April. Hari Malaria Dunia tahun 2026 ini, mengambil tema ‘Driven to End Malaria : Now We Can, Now We Must’, ‘Bertekad Mengakhiri Malaria : Sekarang Kita Bisa, Sekarang Kita Harus’.


Hari ini masyarakat dunia diingatkan tentang pentingnya memerangi malaria dan mencapai tujuan eliminasi penyakit malaria secara global. Perayaan ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran tentang upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit malaria, termasuk kampanye penyemprotan insektisida dalam rumah (indoor residual spraying), pemberian kelambu berinsektisida, dan distribusi obat-obatan anti-malaria.


Upaya-upaya yang dipandang sepele oleh sebagian orang ini, sangat diperlukan untuk mengatasi masalah malaria. Dan Hari Malaria Dunia memberikan kesempatan untuk membawa isu ini ke dalam sorotan dunia dan kepentingan global.


Walaupun penyebaran penyakit malaria pernah sporadis, namun dunia tidak pernah menetapkan sebagai penyakit pandemi. Karena penyakit yang disebarkan oleh nyamuk anopheles ini hanya terbatas pada daerah tropis dan sedikit di wilayah subtropis saja.


Beberapa gejala malaria yang sering timbul dan perlu diwaspadai adalah :

1. Panas dingin sampai menggigil

2. Sakit kepala hebat

3. Berkeringat berlebihan

4. Nyeri otot dan letih terkadang lemas

5. Nyeri perut, mual, mutah dan hilang selera makan

6. Detak jantung meningkat dan nafas cepat

Jika kita mencurigai memiliki gejala malaria, segera periksakan diri ke dokter atau pelayanan kesehatan setempat. Penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan segera untuk mencegah komplikasi yang serius.


Berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menghindari penyakit malaria yang cukup banyak di negeri ini, antara lain :

1. Menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur. Kelambu ini dapat membantu melindungi kita dari gigitan nyamuk Anopheles yang menyebarkan parasit malaria.

2. Menghindari gigitan nyamuk. Gunakan penolak serangga yang mengandung DEET atau bahan aktif lainnya, kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, hindari keluar di waktu yang rentan seperti senja dan dini hari.

3. Minum obat anti-malaria. Jika Anda tinggal atau bepergian ke daerah yang berisiko malaria, dokter mungkin merekomendasikan obat anti-malaria sebagai langkah pencegahan.

4. Menggunakan penyemprotan insektisida dalam rumah (indoor residual spraying). Penggunaan insektisida pada dinding dan lantai dalam ruangan dapat membunuh nyamuk dan membantu mencegah penyebaran malaria.

5. Menjaga kebersihan lingkungan. Cegah nyamuk berkembang biak dengan membuang sampah pada tempatnya, memperbaiki saluran air, mengeringkan genangan air, dan lain sebagainya.


Mencegah akan lebih baik daripada mengobatinya. Melaksanakan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan, merupakan kunci kesehatan bagi kita semua.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Buku Nomor Dua

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini 23 April 2026 diperingati sebagai Hari Buku Dunia. Di era society 5.0 dan jaman Gen Z, apakah masih memerlukan buku? Karena 'Separuh Sukma' mereka hanya tertuju pada genggaman mereka, gadget. Terkadang kurang peduli pada situasi sekitar, apalagi buku yang menurut kebanyakan mereka 'Menyita Waktu'.


Hari Buku Dunia, atau ‘World Book Day’, merupakan sebuah perayaan internasional yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 23 April. Peringatan ini mengingatkan tentang pentingnya membaca, meningkatkan literasi, dan menghargai buku serta penulis. 


Tiga sektor atau pilar yang berperan utama industri buku adalah penerbit, penjual buku, dan perpustakaan, selain penulis sebagai aktor utamanya. Dan saat ini, pemeran utama ini tampaknya terbatasi oleh gadget di setiap genggaman.


Dalam era digital seperti saat ini, Hari Buku Dunia tetap relevan dan penting untuk mengingatkan masyarakat akan manfaat membaca buku, serta mempromosikan literasi dan pendidikan di seluruh dunia.


Di era media sosial (MedSos), kebutuhan buku masih tetap penting. Namun, kebutuhan tersebut mungkin telah mengalami perubahan dalam beberapa hal.

Pertama, dengan adanya MedSos, banyak informasi dan konten tersedia secara online dan gratis. Gen Z lebih cenderung mengkonsumsi informasi dalam bentuk digital dan cepat. Namun, tetap ada kebutuhan untuk buku dalam hal mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan terstruktur.

Kedua, buku tetap diperlukan sebagai sarana belajar. Meskipun ada banyak sumber belajar online yang tersedia, buku tetap menjadi sumber informasi dan pengetahuan yang terpercaya dan lengkap. Buku juga memungkinkan pembaca untuk fokus dan mendalam dalam mempelajari suatu topik tanpa adanya gangguan dari MedSos dan internet.

Ketiga, di era MedSos, buku juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Buku fiksi dapat membantu pembaca untuk memperluas wawasannya dan membuka pikiran untuk melihat perspektif yang berbeda. Selain itu, buku dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa dan membaca, yang penting untuk keberhasilan akademis dan profesional.

Keempat, buku juga dapat menjadi sarana untuk relaksasi dan hiburan. Banyak orang masih menghargai pengalaman membaca buku fisik, yang dapat memberikan kepuasan visual dan sensorik yang berbeda dari membaca di layar. Buku juga dapat menjadi cara yang baik untuk melupakan MedSos dan teknologi lainnya, dan menghabiskan waktu dengan cara yang lebih santai.


Secara keseluruhan, kebutuhan buku di era MedSos ini mungkin telah mengalami perubahan, tetapi buku masih sangat penting dalam memenuhi kebutuhan informasi, pembelajaran, kreativitas, dan relaksasi. Dan buku masih dipilih menjadi rujukan utama yang kredibel.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Bumi Terjaga Aman

 


Oleh dr achmad budi karyono 

‘Our Power, Our Planet’ merupakan pilihan tema Hari Bumi tahun 2026 ini yang diperingati setiap tanggal 22 April. Dengan tema ‘Kekuatan Kita, Planet Kita’ ini, dunia berharap agar mempercepat transisi ke energi bersih. Keseimbangan lingkungan terjaga dengan baik, meningkatkan semangat komunitas untuk lebih peduli pada krisis iklim.


Tema Hari Bumi 2026 adalah "Our Power, Our Planet" atau "Kekuatan Kita, Planet Kita". Fokus utamanya adalah mempercepat transisi ke energi bersih, meningkatkan akuntabilitas lingkungan, dan mendorong aksi nyata berbasis komunitas untuk mengatasi krisis iklim. 


Masih sama dengan tahun lalu, issue utama Earth Day adalah energi atau kekuatan. Dan tentunya adalah energi terbarukan yang aman bagi planet kita. Mengingatkan pada masyarakat dunia agar mendukung kelestarian planet yang kita huni tetap aman. Energi yang kita gunakan tidak merusak planet kita yang hanya satu ini.


Sebagai penduduk bumi, kita harus bisa menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari investasi atau harapan kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, energi yang kita gunakan sudah tidak menyisakan dampak bagi kehidupan di bumi yang kita cintai ini.


Dalam kehidupan sehari-hari, manusia lah yang merupakan salah satu pengguna planet bumi ini yang bisa mengatur pemanfaatannya agar tidak merusak lingkungan dan yang terkait. Planet bumi yang kita huni ini perlu perhatian dan perawatan lebih serius agar lebih terjaga kelestariannya.


Apalagi dalam upaya mengurangi atau menghilangkan gas emisi karbon kendaraan bermotor, seperti nya negeri ini masih lamban dalam bergerak. Memang sudah ada langkah untuk beralih meniadakan gas buang dengan cara memanfaatkan energi listrik, namun masih banyak penawaran kendaraan baru yang menggunakan BBM, energi fosil.


Selain polusi udara, pencemaran perairan masih banyak kita dapati, baik di sungai maupun lautan luas. Hal itu juga terjadi di tanah atau lingkungan sekitar kita.


Negeri ini juga kaya angin dan kaya sinar matahari, namun masih jauh dari pemanfaatan. Hal ini sangat lah disayangkan. Sementara lebih banyak hal yang kurang mendukung kelestarian lingkungan, masih lebih banyak dilakukan, karena kepentingan tertentu.


Mari kita segera melangkah untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan agar anak cucu kita bisa mewarisi kehidupan di dunia ini dengan lebih aman. Serta kehidupan ini lebih beradab dan sehat segalanya.


Kita memang harus lebih bersyukur, karena bisa melaksanakan firmanNya di dalam QS 2:11 yang artinya, “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah berbuat kerusakan di bumi!’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan’.”


Sudahkah kita melaksanakan hal yang demikian ini? Bukan malah sebaliknya, melakukan hal seperti mereka yang sedang berperang.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Kartini Kita

 


Oleh : BundaSriMin


Sejenak membaca sejarah R.A Kartini atau Raden Ayu Adipati Kartini Djojoadhiningrat, sering disebut gelarnya sebelum menikah: Raden Ajeng Kartini, adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia.  

Kelahiran: 21 April 1879, Jepara,  meninggal: 17 September 1904, di Kabupaten Rembang

Pendidikan: Europeesche Lagere School

Anak: Soesalit Djojoadhiningrat

Pasangan: Raden Adipati Joyodiningrat (m. 1903–1904)

Orang tua: Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, M.A. - Ngasirah

Saudara kandung: Kardinah, Roekmini, Soematri, Sulastri, Busono, Sosrokartono, Slamet, lainnya



Meneladani R.A. Kartini pada masa kini tidak mesti sama persis, tapi bisa menginspirasi pada para wanita tentang apa yg menjadi konsep berfikir *memerdekakan dan berkompeten*. 

Memerdekakan bisa dimaknai dg menikmati kehidupan, bukan sekedar memahami atau mengerti hakikat diri, tapi juga mampu dan berani menyuarakan kebenaran serta kebermanfaatan, di mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar dan masyarakat 



Wanita yang dalam konsep hidupnya cenderung menggunakan perasaan saja, saatnya memadukan dg pemikiran agar terjadi keseimbangan, berani berkata tidak bila itu suatu kesalahan 



Memerdekakan bisa keluar dari belenggu kesakitan dan kebodohan, menjawab tantangan bahwa wanita bisa menjadi paling kuat saat berada diberbagai suasana, karenanya memulai menghargai diri dg peningkatan kompetensi sebagai mana yg dilakukan oleh R.A Kartini 



R.A Kartini masa kini adalah pejuang sejati, mendampingi sekaligus melayani suami serta menjadi pendidik pertama dan utama bagi putra putrinya dg ketulusan cinta yg dimiliki, dan menjalani aktivitas profesinya guna membantu kestabilan ekonomi keluarga, guratan kelelahan tdk pernah ditampakkan agar bisa tampil bak bidadari di hadapan sang illahi Robbi karena memiliki spiritualitas yg tinggi



Yg mesti di ketahui oleh wanita masa kini, bahwa R.A Kartini sangat lah pemberani, senang membaca dan hoby menulis, sehingga memiliki wawasan yg luas, hal itu merupakan modal dasar kebahagiaan dalam menikmati kehidupan karena bisa membuat wanita tdk mudah baperan, 

Habis gelap terbitlah terang, pelangi akan hadir di awan selepas hujan, dan bersama kesulitan akan segera hadir kemudahan, yakinlah itu... Allah SWT selalu bersama orang -orang yg bertaqwa.

Selamat hari Kartini untuk para wanita mulia di muka bumi...



Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 



Purwosari, 21 April 2024

SriMinarti10Bjn


Repost artikel 2 th lalu 

Keris Budaya

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari Keris Nasional diperingati setiap tanggal 19 April. Pada tahun 2026 ini memasang tema ‘Keris untuk Abdi Negara’, yang mendudukkan bahwa partisipasi peran keris dalam memperkuat pengabdian dan persatuan.


Keris merupakan senjata tajam sejenis belati yang memiliki posisi sangat istimewa dalam kebudayaan Nusantara, khususnya di Jawa. Tujuan utama keris sebagai alat pertahanan diri. Keris sudah diakui oleh UNESCO sebagai ‘Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity’ sejak tahun 2005.


Kepemilikan keris bersifat pribadi serta menunjukkan kepribadian dan saling mempengaruhi pemiliknya. Berikut ini beberapa penjelasan mengenai keris dari berbagai sudut pandang:

1. Anatomi

Sebuah keris umumnya terdiri dari tiga bagian utama Mata Keris (Bilah), Hulu (Gagang atau pegangan), dan Warangka (Sarung, cover).


2. Karakteristik

 Bilah Berkelok (Luk), Keris bisa berbentuk lurus atau berkelok. Jumlah kelokan (luk) selalu berjumlah ganjil (misalnya luk 3, 5, 7, hingga 13).

 Pamor, Pola dekoratif pada bilah yang terbentuk dari campuran logam (biasanya besi, baja, dan nikel meteorit) melalui teknik tempa lipat. Pamor bukan sekadar hiasan, melainkan simbol doa atau harapan pembuatnya.

 Dhapur, Merupakan klasifikasi bentuk keris secara keseluruhan yang memiliki ratusan variasi nama, tergantung pada kelokan dan ricikan (atribut detail pada bilah).


3. Proses Pembuatan

Keris dibuat oleh seorang ahli yang disebut Mpu. Pembuatannya bukan sekadar menempa logam, melainkan sebuah proses spiritual.

 Teknik Tempa Lipat, Bilah keris dibuat dengan melipat lapisan logam berkali-kali, menghasilkan kekuatan tinggi dan pola pamor yang indah.

 Pemilihan Hari, Tradisinya, seorang Mpu akan memilih hari baik dan melakukan ritual tertentu agar keris yang dihasilkan memiliki ‘jiwa’ atau nilai filosofis yang selaras dengan calon pemiliknya.


4. Fungsi dan Makna Filosofis

Dalam perkembangannya, fungsi keris telah bergeser dari alat perang menjadi simbol identitas.

Sipat Kandel, Keris dianggap sebagai benda pusaka yang menjadi ‘pendamping’ spiritual bagi pemiliknya.

Simbol Status, Menunjukkan kedudukan sosial atau jabatan seseorang dalam strata masyarakat tradisional.

Pelengkap Busana, Bagian tak terpisahkan dari pakaian adat (beskap/kebaya) dalam upacara pernikahan atau acara formal.

Objek Seni, Dinilai dari keindahan estetika garapan logam, ukiran kayu pada gagang, dan perhiasan pada sarungnya.


5. Etika Penggunaan

Beberapa tata cara khusus dalam mengenakan keris, terutama di lingkungan keraton :

Letak, Di Jawa, keris umumnya diletakkan di pinggang bagian belakang sebagai simbol kerendahan hati dan kontrol diri (bahwa kekuatan tidak untuk dipamerkan).

Cara Membuka, Menghunus keris memiliki etika tertentu agar tidak dianggap sebagai tantangan atau ancaman terhadap orang lain.


Keris merupakan perpaduan antara keterampilan metalurgi tingkat tinggi dengan kekayaan spiritual masyarakat Indonesia yang masih terus dilestarikan hingga saat ini sebagai identitas bangsa.


Keris merupakan sebuah alat. Kekuatan dan kendali yang sesungguhnya berada ditangan seseorang. Seperti pepatah yang kita kenal ‘The Man behind the Gun’.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Perdarahan Laporkan

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini setiap tanggal 17 April ditetapkan sebagai Hari Hemofilia Dunia. Tema yang dipilih oleh World Hemophilia Day pada tahun 2026 ini adalah ‘Diagnosis : First Step to Care’. Memang diagnosis merupakan faktor penting dan kunci awal dalam langkah pengobatan dan perawatan selanjutnya, ‘Diagnosis: Langkah Pertama menuju Perawatan’.


World Federation Hemophilia memperkirakan bahwa lebih dari tiga perempat populasi penderita hemofilia di seluruh dunia belum terdeteksi atau belum terdiagnosis. Jadi baru 25% penderita hemofilia saja yang sudah mendapatkan pengobatan dan perawatan sebagaiman mestinya.


Hemofilia merupakan ‘penyakit’ yang disebabkan kelainan genetika atau herediter atau keturunan, karena kekurangan unsur pembeku darah dalam tubuh seseorang. Sehingga menjadikan susunan gen manusia yang tidak ‘standar’.


Pada kromosom x terdapat kelainan yang berakibat berkurangnya faktor pembekuan VIII dan IX, sehingga apabila terjadi luka, perdarahan sulit berhenti. Prosentase banyak terjadi pada laki-laki dibanding perempuan.


Diagnosis harus ditegakkan terlebih dahulu. Tentunya tidak hanya dengan pemeriksaan darah lengkap saja. Pemeriksaan khusus yang menentukan sebuah kelainan kromosom memang tidak mudah. Selain biayanya tidak sedikit, tidak semua laboratorium bisa melakukan pemeriksaan ini.


Gejala

Karena kurangnya faktor pembeku darah, maka berakibat sulitnya menghentikan perdarahan pada luka. Atau bahkan bisa terjadi tanpa ada luka yang terlihat.

    + Perdarahan yang sulit berhenti pada setiap luka

    + Perdarahan tiba-tiba berlangsung lama, mimisan atau gusi berdarah 

    + Sering memar

Bila sekiranya diantara kita menemukan kejadian perdarahan yang terjadi tidak kunjung berhenti atau tidak ada tanda berkurang, sebaiknya segera ke Rumah Sakit terdekat. Ada kalanya sudah memiliki obat, karena sebelumnya sudah pernah mengalami perdarahan. Apabila dengan obat sudah bisa berhenti, boleh di observasi di rumah. 


Pencegahan 

Karena hemofilia merupakan kelainan bawaan, maka langkah yang dilakukan terkait erat dengan kondisi saat itu.

    + Meminimalisir resiko luka

    + Memakai pelindung diri

    + Kontrol rutin

    + Hindari makan, minuman atau obat yang mengakibatkan perdarahan 


Dengan lebih memahami gejala hemofilia ini, kita bisa mengamati dan membantu menemukan penderita hemofilia lebih dini. Sehingga segera terdiagnosis dan secepatnya mendapat pengobatan yang baik. Dan dengan lebih memahami ‘penyakit’ ini, penderita akan lebih bisa mengendalikan diri. Sehingga bisa terhindar dari komplikasi yang tidak diharapkan.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Seni dan Taman Jiwa

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Setiap tanggal 15 April diperingati sebagai Hari Seni Dunia. World Art Day pada tahun 2026 ini menampilkan tema ‘A Garden of Expression : Cultivating Community Through Art’ atau ‘Taman Ekspresi : Menumbuhkan Komunitas Melalui Seni’.


Hari peringatan ini diharapkan akan memberi semangat dunia seni untuk lebih meningkatkan kreativitas dalam keberagaman budaya. Serta lebih memberi pemahaman peran penting seni dalam kehidupan manusia. Seni bukan sekadar hobi atau estetika semata. Seni merupakan salah satu sarana untuk menyatukan masyarakat, membangun dialog antar budaya, dan mempererat hubungan sosial di tengah perbedaan.


Seni juga juga dianggap sebagai ‘bahasa’ universal yang bisa menyatukan lintas negara serta melampaui batas budaya nya. Mendukung setiap orang untuk berani mengekspresikan ide yang kreatif, terutama yang memberi manfaat orang banyak. Dengan belajar seni, akan menumbuhkan empati dan cara berpikir kritis.


Ruang pamer atau arena tampilan seni sangat penting. Seni dan budaya tidak bisa dipisahkan dari penyimpanan atau koleksi. Hal ini juga akan mengajarkan pada dunia tentang pentingnya belajar dan memahami sejarah. Yang secara otomatis akan menghargai hadirnya kejayaan masa lalu.


Sebuah ruang simpan atau museum, akan mengajarkan pada kita tentang sejarah, budaya, sains serta perkembangan yang terkait itu semua. Di era digital ini, pondasi kehidupan seni sangat penting. Seni lebih bisa mewarnai hampir semua alur kehidupan, melengkapi dan lebih menyempurnakan.


Dunia saat ini semakin sibuk dengan segala macam urusan teknis. Seni tetap menjadi ‘taman’ tempat manusia bisa bertumbuh secara emosional dan kehidupan sosial yang lebih ideal. Seni merupakan pelengkap jiwa manusia menjadi lebih terbuka.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Waspada dan Cegah Chagas

 


Oleh dr achmad budi karyono 

World Chagas Disease Day diperingati setiap tanggal 14 April. Pada tahun 2026 ini Hari Penyakit Chagas Dunia memilih tema ‘Women at the Heart : Protecting the Next Generation from Chagas Disease’, ‘Perempuan sebagai jantungnya : Melindungi Generasi Mendatang dari Penyakit Chagas’.


Penyakit Chagas tergolong penyakit infeksi yang disebabkan oleh sejenis parasit Trypanosoma cruzi. Parasit ini terbawa dalam tinja serangga triatomine, semacam kutu kecil yang terinfeksi. Serangga sekitar 1 cm ini suka menggigit paras atau muka orang, sehingga dijuluki serangga ‘pencium’. Serangga yang mirip dengan kumbang kecil ini banyak terdapat di Amerika Tengah dan Selatan.


Penyakit ini sekilas tampak menyerang kulit karena gigitan, namun bisa menyebar dan menimbulkan komplikasi ke jantung dan saluran pencernaan yang serius. Oleh karena itu kita perlu mengenal dan memahami agar terhindar dari penyakit Chagas yang sesungguhnya tidak berada di negeri kita. Namun bisa juga ada kemungkinan terbawa oleh transportasi.


Penyakit ini tidak menular langsung dari orang yang terinfeksi. Kotoran serangga yang terinfeksi masuk melalui luka gigitan atau melalui mata, hidung dan mulut, terutama pada malam hari. Atau mungkin luka garuk karena gatal saat tergigit serangga itu.


Gejala sesaat dan gejala lanjutan bisa terjadi pada penyakit ini.

- Terjadi pembengkakan sekitar gigitan 

- Pembengkakan sekitar mata

- Panas badan, sakit kepala dan nyeri badan

- Mual dan muntah bisa terjadi diare

- Pembengkakan kelenjar area gigitan 

Apabila berkelanjutan, gejala akan semakin meluas, dan bisa juga timbul setelah beberapa tahun kemudian, walau hal ini jarang terjadi 

- Gangguan irama jantung hingga gagal jantung 

- Gangguan pencernaan, nyeri perut serta sembelit dan komplikasi pencernaan lain


Faktor resiko yang terkena penyakit chagas ini

Tinggal di area lingkungan yang menjadi habitat triatomine, bisa di area terbuka atau tertutup 

- Menyantap makanan yang terkontaminasi parasit 

- Mendapat suplai darah yang tidak aman


Komplikasi penyakit chagas cukup kompleks dalam kondisi tubuh yang lemah dan biasanya terjadi karena kurang diterapi secara tuntas 

- Otot jantung terganggu fungsinya, sehingga kurang atau tidak bisa memompa darah sesuai kebutuhan tubuh

- Lemahnya otot pencernaan yang menyebabkan berkurangnya kekuatan pergerakan peristaltik

- Terganggunya organ tubuh lain yang lemah 


Pencegahan penyakit Chagas 

Masyarakat yang tinggal sekitar lingkungan semakin belukar serta yang tergolong beresiko, harus lebih waspada terhadap penyakit ini 

- Hindari bagian rumah dari bahan bata terbuka serta jerami sebagai habitat serangga triatomine ini

- Menggunakan kelambu di saat tidur

- Memanfaatkan obat pembasmi serangga


Apabila mendapati gejala penyakit diatas atau mempunyai faktor resiko dari penyakit ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan klinik atau rumah sakit terdekat. Semoga di negeri ini tidak terpapar penyakit yang termasuk wilayah tropis ini. Oleh karena itu kebersihan dan kesehatan lingkungan sangat penting dan harus lebih kita pedulikan.


Dan tahun ini kita lebih fokus pada perempuan, terutama yang usia subur agar terhindar dari penyakit ini. Hali ini sebagai upaya pencegahan dengan cara untuk memutus rantai penularan lewat jalur vertikal.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)


Baca juga suarawisata.com dan madanibjn.blogspot.com

Kesehatan Semesta

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari Kesehatan Dunia diperingati setiap tanggal 7 April. Pada tahun 2026 ini memasang tema ‘Together for Health, Stand with Science’, ‘Bersama untuk Kesehatan, Berdiri Teguh Bersama Sains’.


World Health Day, seakan tidak hanya memikirkan kesehatan manusia semata. Tetapi berorientasi kesehatan secara holistik, kesehatan semua yang berada di bumi seperti hewan, tumbuhan dan semua benda yang berada di lingkungan. Karena semuanya itu sangat mempengaruhi kesehatan manusia.


Masyarakat yang sehat, tentu berada di area lingkungan hidup yang sehat pula. Tidak mungkin lingkungan yang kumuh dan kotor dihuni oleh manusia yang sehat. Dan masyarakat yang sehat tentu selalu merawat dan menata lingkungan yang sesuai dengan kriteria kesehatan. 


Namun ada beberapa faktor yang diluar kemampuan manusia, yang sangat mempengaruhi dan menentukan kesehatan manusia. Iklim dan kondisi serta kejadian atau perubahan alam.


Manusia memang diberi amanah untuk menjadi kholifah di bumi ini, sesuai firman Allah SWT QS 6:165. 


Kita mulai dari skala yang paling kecil, diri sendiri. Misal bagaimana cara kita membuang sampah, bahkan sampai bagaimana mengelolanya. Kemudian keluarga kita, dan sampai pada masyarakat sekitar, dan seterusnya.


Lingkungan yang bersih dan tertata akan menjamin kita selalu sehat. Semua yang bisa kita lakukan untuk kesehatan, harus kita dukung bersama. Tidak bisa hanya orang per orang. Semuanya harus bergerak bersama.


Kita juga harus selalu berupaya untuk menjaga kesehatan perorangan. Pola hidup sehat harus dilakukan setiap individu. Mengatur makanan, menggerakkan badan, kegiatan rutin harus disesuaikan dengan kondisi badan kita. Kesehatan jiwa sangat berperan penting dalam menentukan sehat atau sebaliknya.


Saat ini juga banyak kita temui berbagai indikator kesehatan yang tersebar di media sosial. Setiap masyarakat dengan sugesti nya masing-masing bisa mengikuti. Namun alangkah baiknya bila bisa mendapatkan ilmu dasarnya sebagai pijakan. Harus dengan sains yang memadai dan berimbang.


Semoga momen yang baik ini bisa memberi semangat pada kita semua, agar melaksanakan amanah menjadi kholifah di bumi ini, khususnya di bidang kesehatan, bisa kita wujudkan dengan baik.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Catatan Perjalanan



Oleh BundaSriMin 

*Inspirasi Pagi*


Perjalanan ke Malang kemarin sengaja naik travel, di samping tidak ada yg ngantar juga karena sendirian, jadi lebih efektif dan efisien. Armada yg saya tumpangi diisi 6 (enam) orang dg  drivernya, jadi kursi terisi penuh, dan sy kebagian duduk paling belakang, bisa dibayangkan bila sang driver mengemudi dg kecepatan tinggi, maka penumpang paling belakang dipastikan tidak bisa istirahat tidur nyenyak, baru bisa tenang saat jalannya mulus alias di jalan tol. 


Ada catatan yg menarik dari perjalanan kemarin,  duduk paling depan samping nya sang sopir seorang bapak², beliau membawa pisang raja yg besar² dan ditawarkan pada sang driver untuk mengambil dan memakannya,  sambil beliau sendiri juga memakannya, yang saya super kaget, selesai memakan, membuka jendela mobil dg santainya membuang kulit pisang di tepi jalan raya, waduh pikirku ..bgm ya cara menyadarkan pada orang seperti ini, agar mengerti bahaya buang sampah sembarangan


Di kursi tengah, awalnya di tempati dua orang, saat diperjalanan ditambah satu penumpang lagi, dan sang ibu muda yg tiduran nyaman menjadi terusik dg bertambahnya penumpang, kata beliau "Nek ngene gak iso turu mblujur' (Kalau begini gak bisa tidur selonjor), pikir saya, ini kan kendaraan umum yang  harus berbagi dg penumpang lain dan tidak bisa seenaknya sendiri, bagaimana  cara membentuk etika pada orang seperti ini?


Dua kisah di atas sebagai pelajaran berharga, tentang pentingnya pendidikan etika sejak dini, yg diawali pada lingkungan keluarga dan dilanjutkan di jenjang PAUD dan pendidikan dasar, semua komponen harus bergandengan tangan, orang tua memberikan keteladanan, pembiasaan baik, para guru menguatkan serta mengajarkan dg logika atau penalaran, dg proses yang tidak instan, maka karakter dan etika pasti akan terbentuk. 


Pesan dari sang guru, lakukan yg terbaik di posisi mana saja kamu berada, ketika jadi penumpang maka mengikuti dan taat aturan yg ada, ketika menjadi orang tua, mendoakan menyayangi mendidik anak-anak dg keteladanan, ketika menjalankan peran sebagai guru ataupun dosen, kuasai ilmunya, profesional dalam kerja, dan selalu bermohon pada Sang kuasa agar selalu dlm petunjuk dan perlindungan-Nya.


Jangan pernah ada kesombongan dalam diri karena mendapat titipan ilmu, materi ataupun jabatan, karena itu sifatnya hanya sementara, semua akan ada masa purna, dan diganti oleh generasi berikutnya, maka selalu belajar menjadi orang dewasa yg bijaksana, untuk mendapatkan ketenangan dalam menjalankan kehidupan 


Untuk menjadi manusia yg terbaik di posisinya tidak perlu menghalalkan segala cara, karena hal ini selalu diawali dari kerendahan hati untuk menjadi percaya diri


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Malang, 07 April 2026

SriMinarti10Bjn

Nelayan dan Ikan Bergizi

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Setiap tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Pada tahun 2026 ini bertemakan ‘Penguatan Persatuan, Perlindungan dan Kesejahteraan Nelayan Indonesia’.


Perairan adalah milik negara, tidak bisa dimiliki secara pribadi. Berarti lautan merupakan ruang publik, yang semua warga boleh memanfaatkan. Tidak semua orang interes terhadap lautan, yang sangat berkepentingan adalah nelayan.


Nelayan adalah seseorang yang mencari ikan dan sumber daya laut lainnya dengan cara menangkap atau memanen di perairan seperti khususnya laut, namun bisa juga di sungai dan danau. Nelayan biasanya menggunakan peralatan seperti jaring, pancing, dan perahu untuk menangkap ikan dan hewan laut lainnya.


Profesi nelayan telah ada sejak zaman kuno dan merupakan profesi yang penting bagi banyak negara di seluruh dunia, terutama bagi negara-negara yang memiliki garis pantai yang panjang dan sumber daya laut yang melimpah, seperti negeri ini.


Nelayan dapat bekerja secara mandiri atau bergabung dengan kelompok nelayan untuk mencari ikan dan sumber daya laut lainnya. Mereka biasanya bekerja di pagi hari atau malam hari, tergantung pada jenis ikan yang ditangkap dan cuaca atau kondisi laut.


Profesi nelayan juga memiliki risiko yang tinggi, seperti cuaca buruk, ombak besar, dan bahaya dari peralatan tangkap. Oleh karena itu, keselamatan menjadi hal yang sangat penting dalam bekerja sebagai nelayan.


Nelayan sangat membantu kecukupan gizi masyarakat serta meramaikan perekonomian, selain sebagai sumber kehidupannya. Hasil laut sangat penting untuk mendukung gizi bangsa. Sekaligus melengkapi program nasional sebagai pembasmi stunting.


Oleh karena itu, keberadaan nelayan harus kuat. Kemandirian para nelayan harus diperhatikan oleh kebijakan negeri ini, termasuk kesejahteraan mereka. Sehingga hasil laut yang didapatkan lebih optimal sebagai sebuah kekuatan bangsa.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Buku Anak Bermanfaat

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Kemarin 3 April diperingati sebagai Hari Buku Anak Internasional. Pada tahun 2026 ini International Children’s Book Day memilih tema ‘Plant stories and the world will bloom’ atau ‘Sebarkan kisah-kisah tentang tanaman dan dunia akan mekar’.


Di era digital ini, jarang sekali anak anak membaca buku atau mungkin sudah tidak ada. Bahkan apakah mereka mengenal buku? Karena saat ini adalah era digital, yang semua kegiatan seakan memakai dan berpusat pada smartphone.


Buku merupakan gerbang ilmu. Dengan rajin membaca buku, tentu ilmunya semakin bertambah. Dari beberapa manfaat buku, dengan membaca buku akan menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu membaca buku sangat penting, walau beberapa peran buku sudah digantikan smartphone.


Menurut para pakar akademisi, membaca buku bukan hanya menambah kosakata saja. Tetapi aspek intelektual lain yang dimiliki anak, serta isi atau konten cerita bisa mengembangkan nilai hidup anak. Buku akan memberikan peluang dan ruang tak terbatas untuk mengembangkan kecerdasan.


Dari sekian manfaat membaca buku, dibawah ini berperan penting dalam perkembangan intelektual anak maupun emosionalnya.

1. Mengembangkan keterampilan bahasa dan literasi, memahami penggunaan dan penempatan bahasa yang benar. Sehingga akan membantu semangat untuk menulis.

2. Meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak, yang nantinya akan mendukung anak menjadi lebih inovatif.

3. Meningkatkan konsentrasi dan fokus, karena membaca perlu konsentrasi agar memahami dengan benar.

4. Memperkaya konsep dan nilai, antara lain kebaikan, persahabatan, keberanian, kejujuran serta mengenal yang sebaliknya.

5. Mengenal sumber ilmu dan informasi, anak akan mengenal ilmu dari sumber yang akurat, dunia dan budaya serta sejarah.


Pada tahun 2026 ini sesuai tema, lebih difokuskan pada pengenalan dunia tanaman. Dengan harapan anak akan mendapatkan bekal ilmu biota atau tumbuhan yang akan membentuk ekosistem yang lebih baik. Sehingga kehidupan yang akan datang akan tercipta lingkungan yang lebih sehat. Serta tentu saja yang bernilai ekonomis baik, agar mengangkat mereka menjadi lebih sejahtera.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Autism di Masyarakat

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini diperingati sebagai Hari Kesadaran Autisme Dunia, World Autism Awareness Day. Pada tahun 2026 ini memilih tema ‘Autism and Humanity - Every Life Has Value', ‘Autisme dan Kemanusiaan - Setiap Kehidupan Bernilai'.


Autisme atau gangguan spektrum autisme (GSA) adalah kondisi neurobiologis yang mempengaruhi perkembangan dan fungsi otak individu. Orang dengan autisme dapat memiliki kesulitan dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial dan menunjukkan perilaku yang terbatas, berulang dan stereotipikal.


Sebaiknya kita mengenali agar lebih memahami beberapa tanda dan gejala autisme yang umum antara lain :

1.Kesulitan dalam berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain.

2.Kesulitan dalam memahami ekspresi wajah dan bahasa tubuh.

3.Kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan sosial.

4.Kesulitan dalam bermain atau berfantasi seperti anak-anak seumurannya.

5.Minat yang sangat terfokus pada objek atau topik tertentu.

6.Sensitivitas terhadap rangsangan seperti suara, cahaya, atau aroma tertentu.

7.Perilaku yang berulang-ulang seperti menggelengkan kepala, memutar benda-benda, atau memainkan benda-benda dalam cara yang khas.


Meskipun tidak ada satu penyebab pasti untuk autisme, beberapa faktor risiko yang diketahui antara lain faktor genetik, lingkungan, dan interaksi kompleks antara keduanya. Pada saat ini, masih banyak pendapat tentang pengobatan yang dapat menyembuhkan autisme. Namun terapi dan intervensi tertentu dapat membantu individu dengan autisme untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari.


Penerimaan autisme di masyarakat sangat penting dan bisa membantu sebagai unsur terapi. Berbaur dan berada diantara kita, menjadi kesatuan dalam masyarakat, harus kita upayakan. Saling mengisi dan melengkapi dalam setiap lini kehidupan, serta saling menghargai satu sama lain.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Film di Bioskop?

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Setiap tanggal 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional. Harapan masa depan dan penguatan ekosistem perfilman yang inklusif serta berkelanjutan.


Film masih ada? Tentu masih ada. Di bioskop? Belum tentu.

Pada 3 dekade yang lalu film masih beredar dari kota ke kota. Diputar di beberapa bioskop, karena hanya disitulah tempat resminya.

Namun saat itu film sudah mulai diputar di luar bioskop. Di beberapa rumah bisa menonton film dengan alat video kaset atau VCD. Di lapangan pun, kita terkadang bisa menemui tontonan bioskop, layar tancap atau misbar.


Kaset video dan VCD yang berbayar sempat menikmati kejayaannya di akhir abad yang lalu. Setelah melewati tahun 2000 semakin pudar, dan dunia perfilman mulai bertebaran di dunia maya. Tetapi justru mulai jarang pula kita nonton film di TV.


Di akhir kejayaan bioskop, pernah pula kita nikmati sajian film di arena yang cukup eksklusif. Beberapa Cinemax menjadi sebuah simbol prestise kalau kita bisa menonton film disana.


Ada pula sajian khusus, pemutaran film yang dilengkapi beberapa sarana pendukung yang memberikan nilai tambah. Efek visual 3D dan efek sound Dolby. Dilengkapi pula dengan efek mekanik, dengan menggoyang kursi yang disesuaikan visual 3D real time. Kita tidak hanya menonton film, seakan kita sedang merasakan keberadaan seperti dalam film itu.


Saat ini film, selain disajikan di setiap genggaman, misal lewat Netflix, juga bisa kita temui mini bioskop, sebagai bagian dari sebuah mini market. Sebuah bioskop yang menyiapkan sekitar 30 kursi dengan efek visual dan sound terkini. Ternyata perfilman nasional bisa berkelanjutan, sesuai dengan harapan dari tema Hari Film ini.


Namun pertimbangan kesehatan harus kita cermati dan waspadai serta kita utamakan. Boleh mencari hiburan, namun faktor kesehatan harus kita utamakan.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)