Menu

Perawat Pro

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Tanggal 12 Mei kemarin, diperingati sebagai Hari Perawat Internasional. ‘Our Nurses. Our Future. Empowered Nurses Save Lives’ atau ‘Perawat Kita. Masa Depan Kita. Perawat yang Berdaya Menyelamatkan Nyawa’ adalah tema International Nurses Day (IND) tahun 2026 ini.


Hal ini sesuai dengan tugas utama atau peran krusial perawat yang berdaya dalam menyelamatkan nyawa dan membentuk masa depan perawatan kesehatan. Langkah profesional yang dilakukan perawat, akan memberikan peluang masa depan kehidupan siapapun yang dirawat. Setiap hari, para perawat menyelamatkan dan meningkatkan kualitas hidup. Mereka harus diberikan bekal atau selalu update secara teknis, agar semakin profesional.


Mereka harus selalu mengikuti perkembangan alkes terbaru serta metode perawatan terbaru dalam transformasi digital yang diaplikasikan pada setiap langkah dunia medis. Hadirnya AI akan lebih melancarkan langkah dalam dunia medis dan keperawatan. Namun bisa juga malah sebaliknya.


Oleh karena itu memahami ilmu keperawatan secara ilmiah dan profesional dengan prosedur yang baku, menjadi pedoman yang terbaik dalam bertindak. Tidak mengikuti kecerdasan Ai semata, yang terkadang bisa mengecoh kita.


Semoga IND ini sebagai momen untuk selalu menjaga profesionalisme dalam setiap melakukan prosedur keperawatan, sehingga setiap tindakan akan meningkatkan hasil yang terbaik.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Menghindari Virus Hanta

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Di Tengah perang di perairan Hormuz, dunia kesehatan dikejutkan oleh penyakit pernafasan semacam covid 19. Ditemukan saat diatas perairan pula, dalam kapal pesiar.


Virus Hanta bukan penyakit baru. Pada umumnya menular melalui tikus yang terinfeksi, dari urin atau debu yang terkontaminasi.


Penyakit ini bisa mengakibatkan terganggunya ginjal (HFRS, Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome) atau menyerang sistem pernapasan (HPS, Hanta Pulmonary Syndrome).


Sejak 2015 hingga saat ini, keduanya menyebar di beberapa negara Eropa, Amerika Selatan dan Asia Timur. Namun tingkat penyebaran termasuk rendah sampai sedang dan tidak perlu pembatasan perjalanan.


Pada 4 Mei di sebuah kapal pesiar ditemukan 2 konfirm tipe HPS, 5 suspek, 3 kematian, 1 kritis dan 3 dengan gejala ringan. 

Empat hari kemudian menjadi 5 konfirm dan 3 suspek. Berlanjut dengan 3 meninggal, 2 dirawat dan 3 bergejala ringan.


Virus Hanta HPS belum pernah dilaporkan di negeri ini. Namun yang ada di negeri ini tipe HFRS. Yang dilaporkan 23 kasus dari 9 provinsi.


Pemerintah sudah menyiapkan 198 RS sebagai rujukan kalaupun ada kasus penyakit ini. Sudah siap pula deteksi laboratorium yang terkait. Meningkatkan pengawasan pintu masuk, agar mengurangi resiko penularan. Namun hari ini di media cetak dilaporkan ada WNA masuk dengan rantai yang terhubung dengan kapal pesiar. 


Gejala yang harus diwaspadai pada tipe HFRS adalah :

1. Panas tinggi 

2. Sakit kepala hebat 

3. Nyeri badan dan lemas

4. Ikterus pada mata dan telapak tangan 


Gejala yang tampak pada tipe HPS adalah :

1. Panas tinggi 

2. Sakit kepala hebat 

3. Batuk berat dan sesak nafas 


Pencegahan yang perlu dilakukan adalah :

1. Cuci tangan pakai sabun 

2. Etika batuk dan bersin

3. Bersihkan dengan lap basah atau di pel

4. Simpan makanan dengan aman

5. Tutup akses tikus

6. Segera periksakan diri bila ada gejala seperti diatas 


Semoga kita terhindar dari penyakit tersebut. Berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu sehat. Melaksanakan Pola Hidup Sehat agar imunitas tubuh kita selalu terjaga. 


Semoga kita selalu sehat. (Abk)


Sumber : KemKes

Lupus Penyakit Tersembunyi

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari Lupus Dunia diperingati setiap tanggal 10 Mei. World Lupus Day tahun 2026 ini menetapkan tema ‘Make Lupus Visible’ atau ‘Jadikan Lupus Terlihat’.


Lupus merupakan ‘penyakit’ autoimun, sebuah anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh manusia. Sel yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya, justru menyerang tubuh pemiliknya dan menjadi salah satu ‘penyakit’ yang cukup ‘mematikan’ bila tidak ditangani secara berkelanjutan. 


Pengidap lupus akan mengalami serangan sel antibodi dari dalam tubuh sendiri. Pada bentuk yang sistemik (Systemic Lupus Erythematosus atau SLE), serangan lupus juga dapat berdampak pada organ dalam manusia yang vital, seperti jantung, paru, sendi, otak, ginjal, hati atau apapun selain juga pada kulit.


Lupus ini dinilai paling berbahaya dibandingkan dengan jenis autoimun lainnya. Lupus neonatal pada bayi biasanya akan hilang pada selang waktu tertentu. Sementara lupus yang timbul akibat penggunaan obat akan hilang saat reaksi obat hilang dari tubuh.


Penyakit ini sulit ditebak atau suka menyaru sebagai penyakit lain, sehingga seringkali cenderung menyerupai penyakit lainnya, karena yang tersering adalah adanya nyeri sendi. Saat ini tes untuk menentukan positif atau negatif atas lupus telah ada di banyak laboratorium klinik.


Penyakit lupus diduga pengaruh dari dua faktor, yaitu internal tubuh manusia dan lingkungan. Secara umum, faktor penyebab pasti timbulnya penyakit lupus belum diketahui.


Faktor internal disebabkan oleh faktor genetika yang menyebabkan adanya kecenderungan anomali pada sistem antibodi yang menyerang bagian bagian jaringan tubuh. Karena itu, penyakit lupus sering diidentikkan dengan penyakit turunan. Tetapi Lupus bukanlah ‘penyakit’ herediter atau faktor keturunan.


Penyebab eksternal lupus terkait erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Faktor eksternal berarti serangkaian atau satuan penyebab yang merangsang reaksi zat antibodi yang akhirnya menyerang jaringan tubuh. Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain stress berlebihan, penggunaan obat antibiotik yang tidak terkendali, sinar ultraviolet matahari ataupun lampu, dan obat-obatan berbahan dasar sulfa.


Meski gejala SLE bervariasi, ada tiga gejala utama yang umumnya selalu muncul, antara lain :

1. Rasa lelah yang ekstrem, inilah gejala paling umum pada SLE yang sering dikeluhkan para penderita. Rasa lelah yang ekstrem sangat mengganggu dan menghambat aktivitas. Banyak penderita yang menyatakan bahwa gejala ini merupakan dampak negatif terbesar dari SLE dalam kehidupan mereka. Melakukan rutinitas sehari hari yang sederhana, misalnya tugas rumah tangga atau rutinitas kantor, dapat membuat penderita SLE sangat lelah. Rasa lelah yang ekstrem tetap muncul bahkan setelah penderita cukup beristirahat.

2. Ruam pada kulit, yang menjadi ciri khas SLE adalah ruam yang menyebar pada batang hidung dan kedua pipi. Gejala ini dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu (butterfly rash) karena bentuknya yang mirip sayap kupu-kupu, bagian tubuh lain yang mungkin ditumbuhi ruam adalah tangan dan pergelangan tangan. Ruam pada kulit akibat SLE dapat membekas secara permanen dan bertambah parah jika terpapar sinar matahari akibat reaksi fotosensitivitas.

3. Nyeri pada persendian, gejala ini umumnya muncul pada persendian tangan dan kaki penderita. Rasa nyeri juga mungkin dapat berpindah dengan cepat dari sendi satu ke sendi lain. Tetapi SLE umumnya tidak menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian. Itulah yang membedakan SLE dengan penyakit lain yang juga menyerang persendian.


Gejala-gejala lain yang sering menyertai penderita SLE, sariawan yang terus muncul, demam tinggi (38ÂșC atau lebih), tekanan darah tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala hebat, rambut rontok, mata kering, sakit dada, hilang ingatan, nafas pendek akibat inflamasi paru-paru, dampak ke jantung, atau anemia, tubuh menyimpan cairan berlebihan sehingga terjadi gejala seperti pembengkakan pada pergelangan kaki, jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stress berkepanjangan.


Jenis-jenis Tes Darah yang Digunakan belum dapat menunjukkan akurasi tentang ‘penyakit’ ini, karena kesamaan atau kemiripan dengan banyak penyakit lain. Begitu juga mengenai pengobatan, belum ada obat yang spesifik untuk ‘penyakit’ Lupus ini. Hanya beberapa obat yang memperbaiki keadaan atau stamina tubuh dan meredakan keluhan saja, namun ‘penyakit’nya tetap berjalan terus.


Jadi satu satunya obat yang paling mujarab adalah berdoa kepada Allah SwT agar diberikan yang terbaik bagi penderita. Oleh karena ‘penyakit’ Lupus ini cukup mengacau psikis atau jiwa pengidapnya, sehingga sudah sepantasnya kita bantu paling tidak dengan meningkatkan kepedulian pada mereka.


Dengan memahami beberapa gejala dan penyebab Lupus, tentunya kita menentukan sikap agar tetap selalu sehat. Hindari penyebab atau pemicu yang bisa kita lakukan, terutama faktor eksternal seperti makanan dan obat yang tidak terkendali.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Asma Gejalanya Berat

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini 7 Mei diperingati sebagai Hari Asma Dunia atau World Asthma Day. Pada tahun 2026 ini memilih tema ‘Access to anti inflammatory inhalers for everyone with Asthma’ atau ‘Akses terhadap inhaler anti inflamasi untuk semua penderita asma’, masih merupakan kebutuhan mendesak.


Serangan asma menyebabkan tekanan yang sangat berat bagi penderita dan pengasuhnya. Dan serangan ini dapat mengakibatkan pasien dirawat di rumah sakit dan dalam beberapa kasus, mengakibatkan kematian. Obat-obatan hirup tertentu akan bisa mencegah serangan asma dengan mengobati peradangan yang mendasarinya yang menyebabkan asma.


Asma merupakan suatu kelainan berupa peradangan kronik saluran nafas yang menyebabkan penyempitan saluran nafas, sehingga menyebabkan gejala episodik yang berulang berupa sesak nafas atau pernapasan terasa berat yang mengakibatkan batuk dengan penuh dahak.


Penyebab pasti penyakit asma belum diketahui hingga saat ini. Namun diduga kuat peran dan dominasi beberapa interaksi faktor genetik dan lingkungan bisa menyebabkan asma, paling sering terjadi pada awal kehidupan.

Gejala Asma :

    1. Batuk penuh dahak

    2. Sesak nafas dan rasa berat bernafas

    3. Nafas berbunyi


Gejala tersebut diatas bisa terjadi bila terdapat faktor pencetus, bisa berulang atau hilang timbul, bisa memburuk bila tidak segera ditangani, namun bisa juga reda dengan spontan atau dengan pengobatan. 

Sering kali beberapa faktor lingkungan bisa memicu dan memperberat serangan Asma :

    1. Polusi udara, di dalam dan luar ruang

    2. Asap rokok, asap rumah tangga

    3. Perubahan cuaca

    4. Alergen di dalam atau luar ruangan

    5. Makanan atau obat-obatan

    6. Debu

    7. Bulu binatang

    8. Bau menyengat

    9. Tepung sari bunga

    10.Psikologis


Beberapa hal yang perlu dihindari untuk pencegahan timbulnya serangan asma yang sering kali seakan mendadak dapat :

    1. Berhenti merokok

    2. Hindari polusi udara

    3. Hindari hewan peliharaan

    4. Hindari lingkungan sekitar dari bahan yang menyimpan debu

    5. Gunakan pembersih perabot dengan bahan lembab

    6. Olahraga pernafasan ringan

    7. Makanan bergizi serta higienis

    8. Patuhi petunjuk dokter


Dengan mengetahui dan memahami tentang Asma diatas, bisa menambah wawasan dan terhindar dari serangan mendadak yang akan memperburuk kondisi yang tidak diharapkan. 


Dengan melaksanakan Pola Sehat yang baik akan bisa lebih terlindungi dari serangan Asma yang akut.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Bidan Masih Kurang

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Kemarin tanggal 5 Mei diperingati sebagai Hari Bidan Internasional. Tahun 2026 ini, International Confederation of Midwives menetapkan tema 'One Million More Midwives’ atau ‘Satu Juta Lebih Bidan Lagi’. 


Masyarakat dunia secara global masih membutuhkan banyak bidan. Agar mencukupi pelayanan kesehatan maternal, serta merespons krisis kekurangan tenaga medis demi keselamatan ibu dan bayi


Tugas utamanya memang menolong persalinan. Namun pada even preventif yang terkait dengan imunisasi, peran bidan tidak bisa diragukan lagi. Begitu juga disaat menjaga dan meningkatkan gizi anak bangsa dalam memerangi stunting, bidan bersama Nakes lain berada didepan.


Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan vital yang selalu berhubungan dengan ibu, memiliki peran cukup menantang dan berat. Kita tidak boleh hanya melihat kiprah mereka yang di perkotaan. Justru mereka yang tersebar di pelosok desa, apalagi di daerah sulit atau terpencil terkadang sering terlewatkan.


Mereka berjuang di garda paling depan untuk kelangsungan ibu mulai kehamilan, melahirkan dan pasca melahirkan serta bayi yang dilahirkan. Selain itu, bidan juga harus berjuang untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Suatu perjuangan penuh resiko pekerjaan yang cukup berat dan menantang.


Tidak sekedar menolong persalinan, tanggung jawabnya pun sungguh berat. Melawan meroketnya angka kematian ibu serta bayi, walau sebenarnya tidak dilakukan oleh bidan sendiri. Tetapi sering kali karena kurang tersedianya tenaga kesehatan yang lain, mengharuskan bidan seakan berjuang tanpa pendamping. Padahal angka kehamilan ibu pada akhir-akhir ini sulit bisa ditekan.


Disamping itu, tidak sedikit program ikutan yang seakan satu paket, harus dilakukan. Imunisasi dasar pada Balita, melekat erat pada tugas bidan. Terutama di daerah terpencil yang tenaga kesehatannya terbatas. Termasuk ProgNas (Program Nasional) yang terkait Stunting, seakan juga dibebankan pada bidan.


Itulah perjuangan berat bidan di seluruh jagat ini, terutama mereka yang berada di daerah pelosok apalagi di tempat yang sulit terjangkau. Faktor geografi merupakan kendala utama. Yang sering terjadi, faktor ketenagaan sudah tercukupi ketersediaannya, tetapi belum diimbangi dengan rekrutmen serta distribusi yang merata penempatannya.


Dengan hari peringatan ini, diharapkan menggugah semua stakeholder yang terkait, untuk mewujudkan harapan peran bidan sebagai salah satu penekan AKI dan AKB, yang seharusnya bisa kita raih bersama.


Selamat berjuang para bidanku melawan tantangan dengan tetap semangat.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Sang Surya Energi Utama

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini 3 Mei diperingati sebagai Hari Surya Dunia. Isu penting tentang Surya adalah manfaat kekuatan energi Surya yang bersih serta ramah lingkungan. Saat ini sebagian besar orang berharap bisa memanfaatkan energi yang tersimpan pada setiap sengatannya.


Matahari lebih banyak dikenal karena panas dan melelehkan. Namun masih banyak dan lebih banyak manfaat matahari bagi kehidupan seluruh makhluk di bumi kita ini. Salah satu contoh adalah adanya produsen AC sebagai upaya mengimbangi panasnya matahari, yang menyerap banyak karyawan.


Sinar matahari sangat bermanfaat, walau sekian banyak orang kurang menyukai. Banyak saudara kita dari benua lain berlibur ke negeri ini, yang seakan hanya ingin berjemur di khatulistiwa kita. Bahkan mereka bangga kalau pulang ke negerinya dengan sebagian kulit yang agak gelap menghitam, tanda telah banyak mendapat sengatan matahari.


Setiap pagi, matahari selalu hadir dengan pancaran senyum yang mencerahkan. Oleh karena itu, sejak kecil kita selalu melukis matahari yang tidak lepas dari senyuman. Itulah slogan baku sifat matahari, 'Hanya memberi tak harap kembali', yang seakan mengajarkan pada penduduk bumi ini agar selalu ikhlas dalam memberi layanan atau meringankan beban orang lain.


Begitu pula disaat pandemi. Semua seakan rela untuk berjemur daripada mengurung diri di dalam ruangan ber AC. Semua orang mendapat hikmah tentang pentingnya sinar matahari bagi kesehatan.


Manfaat yang saat ini sedang viral adalah energi Surya. Kita telah belajar dari pepohonan, yang hidup karena sinar matahari. Daun mampu mengubah sinar matahari sebagai energi utama untuk menyambung kehidupan. Dari sinilah kita menangkap dan menyimpan energi yang dipancarkan matahari untuk kita manfaatkan.


Di negeri khatulistiwa ini, seharusnya kita tidak menyia-nyiakan serta lebih memanfaatkan sinar matahari yang sangat melimpah ini sebagai pilihan energi utama. Energi terbarukan harus kita manfaatkan dengan baik. Dan kita sudah tertinggal jauh dari negeri lain, yang malah tidak di jalur edar matahari.


Semoga dalam momen World Sun Day atau Hari Surya Dunia 2026 ini, kita akan semakin terbuka memanfaatkan energi Surya yang sangat melimpah di negeri ini.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Pendidikan Berdampak



Oleh : BundaSriMin *)

Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan di dalam kelas, melainkan instrumen fundamental yang membentuk peradaban. Secara sosiologis dan ekonomi, dampak pendidikan dapat dianalisis melalui berbagai dimensi yang saling berkaitan.


Berikut adalah analisis mendalam mengenai dampak pendidikan bagi kehidupan manusia berdasarkan berbagai hasil penelitian :

1. Transformasi Ekonomi dan Kesejahteraan.

Salah satu dampak yang paling terukur dari pendidikan adalah peningkatan taraf hidup. Pendidikan berfungsi sebagai "eskalator sosial" yang memungkinkan individu berpindah dari satu strata ekonomi ke strata yang lebih tinggi. Misalkan tentang peningkatan pendapatan : Penelitian dari World Bank menunjukkan bahwa setiap tambahan satu tahun sekolah dapat meningkatkan pendapatan rata-rata individu hingga 10% per tahun.

Produktivitas Nasional : Secara makro, negara dengan tingkat literasi dan pendidikan tinggi cenderung memiliki pertumbuhan PDB yang lebih stabil karena tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap teknologi.

Pemutusan Rantai Kemiskinan : Pendidikan memberikan keterampilan teknis (hard skills) dan kemampuan berpikir kritis (soft skills) yang diperlukan untuk bersaing di pasar kerja modern.


2. Dampak pada Kesehatan dan Harapan Hidup.

Terdapat korelasi positif yang sangat kuat antara tingkat pendidikan dengan kualitas kesehatan masyarakat.

Kesadaran Nutrisi dan Sanitasi : Individu yang terdidik memiliki akses informasi yang lebih baik mengenai pola makan sehat, pentingnya imunisasi, dan kebersihan lingkungan.

Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi : Data menunjukkan bahwa ibu yang menempuh pendidikan minimal tingkat menengah memiliki risiko kematian saat melahirkan yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak sekolah.

Harapan Hidup : Pendidikan berkontribusi pada kemampuan individu dalam mengelola stres dan menghindari perilaku berisiko (seperti merokok atau penggunaan obat terlarang), yang secara langsung memperpanjang usia harapan hidup.


3. Pengembangan Karakter dan Kognitif.

Pendidikan mengubah cara manusia memproses informasi dan berinteraksi dengan dunianya.

Kemampuan Berpikir Kritis : Pendidikan melatih otak untuk menganalisis masalah, mengevaluasi bukti, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu (hoaks).

Kecerdasan Emosional : Melalui interaksi sosial di lembaga pendidikan, manusia belajar tentang empati, toleransi terhadap perbedaan, dan kerja sama tim.

Otonomi Diri : Pendidikan memberikan rasa percaya diri dan "agensi" kemampuan untuk membuat keputusan hidup secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada orang lain.


4. Stabilitas Sosial dan Demokrasi

Pendidikan adalah fondasi dari masyarakat yang harmonis dan demokratis.

Pengurangan Angka Kriminalitas : Banyak penelitian kriminologi menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi sekolah berkorelasi dengan penurunan angka kejahatan, karena pendidikan membuka peluang ekonomi yang legal.

Partisipasi Sipil : Orang yang terdidik cenderung lebih aktif dalam kegiatan komunitas, memberikan suara dalam pemilu, dan peduli terhadap isu-isu lingkungan.

Toleransi Global : Di era globalisasi, pendidikan mengajarkan pemahaman lintas budaya yang krusial untuk mencegah konflik berbasis SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan).


Pertanyaan penting nya adalah, adakah pendidikan yg ada di Bojonegoro dari semua jenjang sdh berdampak? PR bagi kita semua untuk bersama² mewujudkan pendidikan Berdampak di Kabupaten Bojonegoro.


Kesimpulan Hasil Penelitian

Secara keseluruhan, penelitian global menyepakati bahwa pendidikan adalah investasi dengan return on investment (ROI) tertinggi bagi kemanusiaan. Dampaknya tidak hanya bersifat material (kekayaan), tetapi juga eksistensial memungkinkan manusia untuk hidup dengan martabat, kesehatan yang lebih baik, dan pemahaman yang lebih dalam tentang peran mereka di alam semesta.

Ringkasan Dampak secara individu : Peningkatan pendapatan, kesehatan, dan kemandirian.

Sebagai anggota masyarakat : Pengurangan konflik, stabilitas politik, dan kemajuan budaya.

Dampak secara global : inovasi teknologi dan solusi terhadap krisis iklim.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)


*) Prof Sri Minarti (guru besar bidang keilmuan MPI di UNUGIRI Bojonegoro, pengurus ICMI Orda Bojonegoro, MUI komisi Pendidikan Kab. Bojonegoro)


Daftar Referensi dari Koleksi Penelitian:

Arifin, H.M. (1993). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.  

Hasbullah. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.  

Minarti, Sri. (2011). Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan secara Mandiri. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.  

Minarti, Sri. (2013). Ilmu Pendidikan Islam: Fakta Teoritis-Filosofis dan Aplikatif. Jakarta: Amzah.  

Muhaimin. (2004). Rekonstruksi Pendidikan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.  

Mulkhan, Abdul Munir. Paradigma Pendidikan Islam.  

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  

Wagner, Tony. The Global Achievement Gap (mengenai 7 keterampilan bertahan hidup di abad ke-21).  

Warsah, I. (2018). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Psikologi.



Pendidikan Beretika

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bahkan bulan Mei ini dipilih sebagai Bulan Pendidikan, sebagai penguatan transformasi pendidikan. Pada tahun 2026 ini memasang tema ‘Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’.


Pendidikan sangat penting dan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia di bumi ini. Namun pendidikan harus dikendalikan oleh etika dan moral. Pendidikan tanpa fondasi moral hanya akan menghasilkan individu cerdas yang berpotensi merusak, sementara pendidikan yang berlandaskan moral bertujuan menciptakan generasi yang berkarakter, beradab, dan bertanggung jawab.


Pendidikan moral adalah landasan untuk membangun karakter unggul dan ilmu pengetahuan yang beradab. Ini mencakup penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kasih sayang. Etika dan moral berfungsi sebagai alat kendali (kontrol sosial) bagi pelajar dalam membedakan hal yang baik dan buruk, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.


Pendidikan sebaiknya tidak hanya fokus pada aspek akademis (intelektual), tetapi juga harus seimbang dengan dimensi emosional dan spiritual untuk membentuk manusia yang utuh. Pendidikan etika mendorong siswa untuk menerapkan nilai-nilai etis dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekedar menghafal teori.


Peran pendidik (guru/orang tua) sangat penting sebagai role model yang memberikan contoh langsung perilaku moral siswa, bukan sekadar menggurui.


Dalam konteks kurikulum modern, nilai-nilai moral dan etika ini diintegrasikan melalui Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan akhlak beragama, akhlak pribadi, serta akhlak kepada manusia, alam, dan bernegara.


Tantangan terberat di depan mata kita semua, adalah kurang kontrolnya gadget di tangan para pelajar. Oleh karena itu peran pendidikan etika dan moral harus kita letakkan sejajar dengan pendidikan akademis. Kehidupan spiritual dan kontrol emosional harus kita tanamkan sejak dini.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

K3 dan Peran AI

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Tema yang dipilih pada Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Internasional 28 April 2026 yang lalu, menurut International Labour Organization (ILO) adalah ‘Revolutionizing Health and Safety : The Role of AI and Digitalization at Work’.


‘Revolusi Kesehatan dan Keselamatan : Peran AI dan Digitalisasi di Tempat Kerja’. Semua sektor pekerjaan tidak luput dari penggunaan AI dan perangkat canggih serba digital. 


Tuntutan untuk 'melek' teknologi canggih digital merupakan suatu keharusan. Diawali dengan pengenalan dan penguasaan alat. Kemudian operasional dan pembiasaan penggunaan serta memahami dampaknya.


Hampir semua peralatan canggih digital menggunakan cara klik, baik tombol mekanik ataupun layar sentuh. Hal ini perlu kewaspadaan ekstra, dalam pengoperasiannya. Bisa saja secara tidak sengaja tersentuh dan peralatan on yang tidak semestinya, berpotensi terjadinya insiden. Hal ini sangat terkait dengan keselamatan kerja.


Oleh karena itu, pilihan tema ini mengingatkan pentingnya korelasi antara K3 dan AI Digitalisasi. Kesiapan para pekerja agar meningkatkan kewaspadaan di tempat kerja, memahami pengoperasian peralatan yang serba canggih dan digital.


Harus selalu waspada di tempat kerja. Melaksanakan prosedur dengan benar sesuai ketentuan K3.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Jazz Bikin Ayem

 


Oleh : dr achmad budi karyono (repost)

Tanggal 30 April diperingati sebagai Hari Jazz International. Penentuan ini dilakukan oleh UNESCO, tentu saja dengan segala pertimbangan dan konsekuensi. Masih belum lama, bersama tokoh musisi jazz pakar instrumen musik tiup Herbie Hancock pada tahun 2011.


Jazz merupakan salah satu genre musik yang berasal dari Amerika Serikat pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20. Musik ini biasanya dimainkan dengan alat musik akustik seperti piano, bass, drum, dan horn (seperti trompet dan saksofon). Jazz kemudian berkembang dan memiliki beberapa sub-genre antara lain swing, bebop, fusion, dan smooth jazz.


Jazz memiliki karakteristik yang khas yaitu improvisasi, swing (iritasi yang konstan), bluesy (dengan pengaruh blues), syncopation (irama yang berlawanan dengan ketukan umum), dan harmoni yang kompleks. Musik jazz sering kali memungkinkan musisi untuk mengekspresikan kebebasan dan kreativitas mereka dalam improvisasi. Mereka dapat membuat variasi pada melodi dan harmoni secara spontan.


Musik jazz biasanya dimainkan di tempat-tempat seperti klub jazz, festival jazz, dan konser. Mereka mempunyai komunitas tertentu yang cukup fanatik, bahkan penggemar musik jazz terkesan eksklusif. Musisi jazz kawak negeri ini, antara lain Bubby Chen, Jack Lesmana, Ireng Maulana dan masih banyak lagi.


Mereka sering bertemu di arena Jam Session yang mengandalkan improvisasi. Permainan jazz terkesan simpel, ringan dan santai. Sentuhan instrumen musik seperti 'ngawur' atau 'merusak' irama dengan variasi yang meliuk, namun sungguh enak didengar dan dirasakan.


Sebagai contoh lagu Begadang yang aslinya berirama Dangdut Rock, kemudian di aransemen menjadi jazz oleh Indra Lesmana putra dari dedengkot jazz negeri ini. Jadilah Begadang dengan warna yang lain, dengan sentuhan ringan yang lebih santai, tetapi memang tidak bisa mengiringi joget.


Musisi Jazz negeri ini tidak kalah dengan pakar dunia seperti Chick Corea, Al Jarreau, Weather Report dan masih banyak lagi. Sampai yang agak berbau pop seperti Manhattan Transfer, George Duke, George Benson, Sarah Vaughan dan masih banyak yang lain. Bahkan Indra Lesmana pun sering Jam Session dengan musisi jazz dunia.


Genre apapun selera musik kita, kalau kita nikmati dengan mood yang pas, tentu akan lebih menentramkan hati. Namun aliran genre jazz akan memberikan warna tersendiri apabila kita nikmati, melepaskan kepenatan rutinitas sambil ngopi plus snek polo pendem.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Malaria Bisa Dibasmi

 


Oleh dr achmad budi karyono 

World Malaria Day diperingati setiap 25 April. Hari Malaria Dunia tahun 2026 ini, mengambil tema ‘Driven to End Malaria : Now We Can, Now We Must’, ‘Bertekad Mengakhiri Malaria : Sekarang Kita Bisa, Sekarang Kita Harus’.


Hari ini masyarakat dunia diingatkan tentang pentingnya memerangi malaria dan mencapai tujuan eliminasi penyakit malaria secara global. Perayaan ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran tentang upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit malaria, termasuk kampanye penyemprotan insektisida dalam rumah (indoor residual spraying), pemberian kelambu berinsektisida, dan distribusi obat-obatan anti-malaria.


Upaya-upaya yang dipandang sepele oleh sebagian orang ini, sangat diperlukan untuk mengatasi masalah malaria. Dan Hari Malaria Dunia memberikan kesempatan untuk membawa isu ini ke dalam sorotan dunia dan kepentingan global.


Walaupun penyebaran penyakit malaria pernah sporadis, namun dunia tidak pernah menetapkan sebagai penyakit pandemi. Karena penyakit yang disebarkan oleh nyamuk anopheles ini hanya terbatas pada daerah tropis dan sedikit di wilayah subtropis saja.


Beberapa gejala malaria yang sering timbul dan perlu diwaspadai adalah :

1. Panas dingin sampai menggigil

2. Sakit kepala hebat

3. Berkeringat berlebihan

4. Nyeri otot dan letih terkadang lemas

5. Nyeri perut, mual, mutah dan hilang selera makan

6. Detak jantung meningkat dan nafas cepat

Jika kita mencurigai memiliki gejala malaria, segera periksakan diri ke dokter atau pelayanan kesehatan setempat. Penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan segera untuk mencegah komplikasi yang serius.


Berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menghindari penyakit malaria yang cukup banyak di negeri ini, antara lain :

1. Menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur. Kelambu ini dapat membantu melindungi kita dari gigitan nyamuk Anopheles yang menyebarkan parasit malaria.

2. Menghindari gigitan nyamuk. Gunakan penolak serangga yang mengandung DEET atau bahan aktif lainnya, kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, hindari keluar di waktu yang rentan seperti senja dan dini hari.

3. Minum obat anti-malaria. Jika Anda tinggal atau bepergian ke daerah yang berisiko malaria, dokter mungkin merekomendasikan obat anti-malaria sebagai langkah pencegahan.

4. Menggunakan penyemprotan insektisida dalam rumah (indoor residual spraying). Penggunaan insektisida pada dinding dan lantai dalam ruangan dapat membunuh nyamuk dan membantu mencegah penyebaran malaria.

5. Menjaga kebersihan lingkungan. Cegah nyamuk berkembang biak dengan membuang sampah pada tempatnya, memperbaiki saluran air, mengeringkan genangan air, dan lain sebagainya.


Mencegah akan lebih baik daripada mengobatinya. Melaksanakan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan, merupakan kunci kesehatan bagi kita semua.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Buku Nomor Dua

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini 23 April 2026 diperingati sebagai Hari Buku Dunia. Di era society 5.0 dan jaman Gen Z, apakah masih memerlukan buku? Karena 'Separuh Sukma' mereka hanya tertuju pada genggaman mereka, gadget. Terkadang kurang peduli pada situasi sekitar, apalagi buku yang menurut kebanyakan mereka 'Menyita Waktu'.


Hari Buku Dunia, atau ‘World Book Day’, merupakan sebuah perayaan internasional yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 23 April. Peringatan ini mengingatkan tentang pentingnya membaca, meningkatkan literasi, dan menghargai buku serta penulis. 


Tiga sektor atau pilar yang berperan utama industri buku adalah penerbit, penjual buku, dan perpustakaan, selain penulis sebagai aktor utamanya. Dan saat ini, pemeran utama ini tampaknya terbatasi oleh gadget di setiap genggaman.


Dalam era digital seperti saat ini, Hari Buku Dunia tetap relevan dan penting untuk mengingatkan masyarakat akan manfaat membaca buku, serta mempromosikan literasi dan pendidikan di seluruh dunia.


Di era media sosial (MedSos), kebutuhan buku masih tetap penting. Namun, kebutuhan tersebut mungkin telah mengalami perubahan dalam beberapa hal.

Pertama, dengan adanya MedSos, banyak informasi dan konten tersedia secara online dan gratis. Gen Z lebih cenderung mengkonsumsi informasi dalam bentuk digital dan cepat. Namun, tetap ada kebutuhan untuk buku dalam hal mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan terstruktur.

Kedua, buku tetap diperlukan sebagai sarana belajar. Meskipun ada banyak sumber belajar online yang tersedia, buku tetap menjadi sumber informasi dan pengetahuan yang terpercaya dan lengkap. Buku juga memungkinkan pembaca untuk fokus dan mendalam dalam mempelajari suatu topik tanpa adanya gangguan dari MedSos dan internet.

Ketiga, di era MedSos, buku juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Buku fiksi dapat membantu pembaca untuk memperluas wawasannya dan membuka pikiran untuk melihat perspektif yang berbeda. Selain itu, buku dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa dan membaca, yang penting untuk keberhasilan akademis dan profesional.

Keempat, buku juga dapat menjadi sarana untuk relaksasi dan hiburan. Banyak orang masih menghargai pengalaman membaca buku fisik, yang dapat memberikan kepuasan visual dan sensorik yang berbeda dari membaca di layar. Buku juga dapat menjadi cara yang baik untuk melupakan MedSos dan teknologi lainnya, dan menghabiskan waktu dengan cara yang lebih santai.


Secara keseluruhan, kebutuhan buku di era MedSos ini mungkin telah mengalami perubahan, tetapi buku masih sangat penting dalam memenuhi kebutuhan informasi, pembelajaran, kreativitas, dan relaksasi. Dan buku masih dipilih menjadi rujukan utama yang kredibel.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Bumi Terjaga Aman

 


Oleh dr achmad budi karyono 

‘Our Power, Our Planet’ merupakan pilihan tema Hari Bumi tahun 2026 ini yang diperingati setiap tanggal 22 April. Dengan tema ‘Kekuatan Kita, Planet Kita’ ini, dunia berharap agar mempercepat transisi ke energi bersih. Keseimbangan lingkungan terjaga dengan baik, meningkatkan semangat komunitas untuk lebih peduli pada krisis iklim.


Tema Hari Bumi 2026 adalah "Our Power, Our Planet" atau "Kekuatan Kita, Planet Kita". Fokus utamanya adalah mempercepat transisi ke energi bersih, meningkatkan akuntabilitas lingkungan, dan mendorong aksi nyata berbasis komunitas untuk mengatasi krisis iklim. 


Masih sama dengan tahun lalu, issue utama Earth Day adalah energi atau kekuatan. Dan tentunya adalah energi terbarukan yang aman bagi planet kita. Mengingatkan pada masyarakat dunia agar mendukung kelestarian planet yang kita huni tetap aman. Energi yang kita gunakan tidak merusak planet kita yang hanya satu ini.


Sebagai penduduk bumi, kita harus bisa menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari investasi atau harapan kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, energi yang kita gunakan sudah tidak menyisakan dampak bagi kehidupan di bumi yang kita cintai ini.


Dalam kehidupan sehari-hari, manusia lah yang merupakan salah satu pengguna planet bumi ini yang bisa mengatur pemanfaatannya agar tidak merusak lingkungan dan yang terkait. Planet bumi yang kita huni ini perlu perhatian dan perawatan lebih serius agar lebih terjaga kelestariannya.


Apalagi dalam upaya mengurangi atau menghilangkan gas emisi karbon kendaraan bermotor, seperti nya negeri ini masih lamban dalam bergerak. Memang sudah ada langkah untuk beralih meniadakan gas buang dengan cara memanfaatkan energi listrik, namun masih banyak penawaran kendaraan baru yang menggunakan BBM, energi fosil.


Selain polusi udara, pencemaran perairan masih banyak kita dapati, baik di sungai maupun lautan luas. Hal itu juga terjadi di tanah atau lingkungan sekitar kita.


Negeri ini juga kaya angin dan kaya sinar matahari, namun masih jauh dari pemanfaatan. Hal ini sangat lah disayangkan. Sementara lebih banyak hal yang kurang mendukung kelestarian lingkungan, masih lebih banyak dilakukan, karena kepentingan tertentu.


Mari kita segera melangkah untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan agar anak cucu kita bisa mewarisi kehidupan di dunia ini dengan lebih aman. Serta kehidupan ini lebih beradab dan sehat segalanya.


Kita memang harus lebih bersyukur, karena bisa melaksanakan firmanNya di dalam QS 2:11 yang artinya, “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah berbuat kerusakan di bumi!’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan’.”


Sudahkah kita melaksanakan hal yang demikian ini? Bukan malah sebaliknya, melakukan hal seperti mereka yang sedang berperang.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

Kartini Kita

 


Oleh : BundaSriMin


Sejenak membaca sejarah R.A Kartini atau Raden Ayu Adipati Kartini Djojoadhiningrat, sering disebut gelarnya sebelum menikah: Raden Ajeng Kartini, adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia.  

Kelahiran: 21 April 1879, Jepara,  meninggal: 17 September 1904, di Kabupaten Rembang

Pendidikan: Europeesche Lagere School

Anak: Soesalit Djojoadhiningrat

Pasangan: Raden Adipati Joyodiningrat (m. 1903–1904)

Orang tua: Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, M.A. - Ngasirah

Saudara kandung: Kardinah, Roekmini, Soematri, Sulastri, Busono, Sosrokartono, Slamet, lainnya



Meneladani R.A. Kartini pada masa kini tidak mesti sama persis, tapi bisa menginspirasi pada para wanita tentang apa yg menjadi konsep berfikir *memerdekakan dan berkompeten*. 

Memerdekakan bisa dimaknai dg menikmati kehidupan, bukan sekedar memahami atau mengerti hakikat diri, tapi juga mampu dan berani menyuarakan kebenaran serta kebermanfaatan, di mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar dan masyarakat 



Wanita yang dalam konsep hidupnya cenderung menggunakan perasaan saja, saatnya memadukan dg pemikiran agar terjadi keseimbangan, berani berkata tidak bila itu suatu kesalahan 



Memerdekakan bisa keluar dari belenggu kesakitan dan kebodohan, menjawab tantangan bahwa wanita bisa menjadi paling kuat saat berada diberbagai suasana, karenanya memulai menghargai diri dg peningkatan kompetensi sebagai mana yg dilakukan oleh R.A Kartini 



R.A Kartini masa kini adalah pejuang sejati, mendampingi sekaligus melayani suami serta menjadi pendidik pertama dan utama bagi putra putrinya dg ketulusan cinta yg dimiliki, dan menjalani aktivitas profesinya guna membantu kestabilan ekonomi keluarga, guratan kelelahan tdk pernah ditampakkan agar bisa tampil bak bidadari di hadapan sang illahi Robbi karena memiliki spiritualitas yg tinggi



Yg mesti di ketahui oleh wanita masa kini, bahwa R.A Kartini sangat lah pemberani, senang membaca dan hoby menulis, sehingga memiliki wawasan yg luas, hal itu merupakan modal dasar kebahagiaan dalam menikmati kehidupan karena bisa membuat wanita tdk mudah baperan, 

Habis gelap terbitlah terang, pelangi akan hadir di awan selepas hujan, dan bersama kesulitan akan segera hadir kemudahan, yakinlah itu... Allah SWT selalu bersama orang -orang yg bertaqwa.

Selamat hari Kartini untuk para wanita mulia di muka bumi...



Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 



Purwosari, 21 April 2024

SriMinarti10Bjn


Repost artikel 2 th lalu 

Keris Budaya

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari Keris Nasional diperingati setiap tanggal 19 April. Pada tahun 2026 ini memasang tema ‘Keris untuk Abdi Negara’, yang mendudukkan bahwa partisipasi peran keris dalam memperkuat pengabdian dan persatuan.


Keris merupakan senjata tajam sejenis belati yang memiliki posisi sangat istimewa dalam kebudayaan Nusantara, khususnya di Jawa. Tujuan utama keris sebagai alat pertahanan diri. Keris sudah diakui oleh UNESCO sebagai ‘Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity’ sejak tahun 2005.


Kepemilikan keris bersifat pribadi serta menunjukkan kepribadian dan saling mempengaruhi pemiliknya. Berikut ini beberapa penjelasan mengenai keris dari berbagai sudut pandang:

1. Anatomi

Sebuah keris umumnya terdiri dari tiga bagian utama Mata Keris (Bilah), Hulu (Gagang atau pegangan), dan Warangka (Sarung, cover).


2. Karakteristik

 Bilah Berkelok (Luk), Keris bisa berbentuk lurus atau berkelok. Jumlah kelokan (luk) selalu berjumlah ganjil (misalnya luk 3, 5, 7, hingga 13).

 Pamor, Pola dekoratif pada bilah yang terbentuk dari campuran logam (biasanya besi, baja, dan nikel meteorit) melalui teknik tempa lipat. Pamor bukan sekadar hiasan, melainkan simbol doa atau harapan pembuatnya.

 Dhapur, Merupakan klasifikasi bentuk keris secara keseluruhan yang memiliki ratusan variasi nama, tergantung pada kelokan dan ricikan (atribut detail pada bilah).


3. Proses Pembuatan

Keris dibuat oleh seorang ahli yang disebut Mpu. Pembuatannya bukan sekadar menempa logam, melainkan sebuah proses spiritual.

 Teknik Tempa Lipat, Bilah keris dibuat dengan melipat lapisan logam berkali-kali, menghasilkan kekuatan tinggi dan pola pamor yang indah.

 Pemilihan Hari, Tradisinya, seorang Mpu akan memilih hari baik dan melakukan ritual tertentu agar keris yang dihasilkan memiliki ‘jiwa’ atau nilai filosofis yang selaras dengan calon pemiliknya.


4. Fungsi dan Makna Filosofis

Dalam perkembangannya, fungsi keris telah bergeser dari alat perang menjadi simbol identitas.

Sipat Kandel, Keris dianggap sebagai benda pusaka yang menjadi ‘pendamping’ spiritual bagi pemiliknya.

Simbol Status, Menunjukkan kedudukan sosial atau jabatan seseorang dalam strata masyarakat tradisional.

Pelengkap Busana, Bagian tak terpisahkan dari pakaian adat (beskap/kebaya) dalam upacara pernikahan atau acara formal.

Objek Seni, Dinilai dari keindahan estetika garapan logam, ukiran kayu pada gagang, dan perhiasan pada sarungnya.


5. Etika Penggunaan

Beberapa tata cara khusus dalam mengenakan keris, terutama di lingkungan keraton :

Letak, Di Jawa, keris umumnya diletakkan di pinggang bagian belakang sebagai simbol kerendahan hati dan kontrol diri (bahwa kekuatan tidak untuk dipamerkan).

Cara Membuka, Menghunus keris memiliki etika tertentu agar tidak dianggap sebagai tantangan atau ancaman terhadap orang lain.


Keris merupakan perpaduan antara keterampilan metalurgi tingkat tinggi dengan kekayaan spiritual masyarakat Indonesia yang masih terus dilestarikan hingga saat ini sebagai identitas bangsa.


Keris merupakan sebuah alat. Kekuatan dan kendali yang sesungguhnya berada ditangan seseorang. Seperti pepatah yang kita kenal ‘The Man behind the Gun’.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)