Latest News

Filateli Masih Ada?

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Filateli Budaya Koleksi Anak Negeri, ini adalah tema yang dipilih pada tahun 2026 dalam peringatan Hari Filateli Indonesia setiap 29 Maret.


Apakah peringatan ini masih ada?

Filateli terkait dengan perangko dan benda pos. Kegiatan pos dan perangko sudah tidak ada atau hampir tidak ada. Bukan hanya di negeri ini, tetapi juga di seluruh dunia. Tidak ada perangko, tidak ada filateli.


Perangko sebuah sarana untuk mengirimkan berita, informasi atau yang lain. Saat ini tidak dibutuhkan lagi. Karena kita sudah bisa mengirim berita secara real time, tidak seperti dahulu yang harus menunggu minimal 3 hari. Itupun kalau tepat, walau fasilitas secara kilat.


Bahkan saat ini, selain teks atau berita tertulis, kita juga bisa berkomunikasi langsung dengan melihat secara video call. Tidak hanya berdua saja. Beberapa anggota keluarga di lain tempat pun, bisa komunikasi dengan hampir sempurna secara real time.


Perangko tidak ada lagi. Benda pos yang lain tidak ada lagi. Kemudian apa yang harus kita koleksi. Hanya para filatelis masa lalu saja yang masih memiliki koleksinya. Mereka bernostalgia dalam silaturrahim dengan sesama filatelis.


Hampir semua manfaat dari kegiatan filateli sudah tergantikan oleh sebuah smartphone yang digenggam setiap penduduk bumi. Pernyataan banyak teman, budaya sebuah negeri, even menarik, budaya bangsa, destinasi unggulan dan masih banyak lagi.


Masih ada keunggulan filateli yang mungkin belum tergantikan, yaitu ketelatenan dan kesabaran sebuah proses, serta imajinasi atau fantasi saat merespon benda filateli. Dan yang paling penting adalah budaya merawat benda menjadi koleksi yang berharga.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.