Oleh dr achmad budi karyono
Beberapa hari yang lalu, 20 Maret diperingati sebagai Hari Dongeng Dunia, World Storytelling Day. Pada tahun 2026 ini memasang tema ‘The Light in The Dark’ atau ‘Cahaya dalam Kegelapan’. Sebuah ajakan global untuk menjadikan dongeng sebagai sarana penyebaran kebaikan dan cahaya harapan.
Kehidupan di dunia saat ini penuh dengan kemelut. Tentu saja karena ulah dari penduduk dunia ini juga. Mulai dari hal yang kecil, sampai yang terbesar, dengan diculiknya atau di bom nya pimpinan negara di negerinya sendiri.
Apakah terkait dengan dongeng atau sekedar mengkaitkan pada masalah yang baru saja terjadi.
Menurut tema itu dunia digambarkan sedang gelap. Dongeng ini memberikan secercah cahaya ditengah kegelapan itu. Atau mungkin dapat dikatakan, dongen sebagai cahaya, bisa memberikan penerangan atau pencerahan dalam kehidupan. Selain itu membawa harapan sebuah ketenangan dalam perdamaian dihati setiap penduduk dunia.
Di Hari Dongeng ini, mengajak setiap masyarakat agar berbagi kisah atau dongeng yang memberikan inspirasi, kekuatan serta harapan bagi sesama. Dan goalnya adalah pencapaian sukses di bidang masing masing sesuai profesi.
Dongeng selalu menunjukkan seorang yang penuh kebaikan dan keburukan atau kejahatan. Mencontohkan pula antara sifat baik yang suka menolong dengan orang yang berbuat dholimi dan menindas masyarakat atau rakyatnya.
Dongeng yang dilakukan secara turun temurun, merupakan hiburan yang menyenangkan untuk kami semua dan bermanfaat positif bagi kami.
Dongeng termasuk sebuah sarana pendidikan karakter yang dampaknya sudah dirasakan sejak zaman dahulu kala. Dan diwariskan secara turun temurun secara verbal.
Nenek moyang dan orang tua terdahulu membuat dongeng untuk anak-anak dengan tujuan menyisipkan unsur pendidikan moral didaktis dan sebagai sarana hiburan.
Oleh karena itu, dongeng dipilih menjadi sarana untuk mengasah imajinasi, alat pembuka cakrawala anak, mencerdaskan anak dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Dongeng juga menjadi salah satu media komunikasi untuk menyampaikan beberapa pelajaran dari pesan moral yang didapatkan sehingga diharapkan anak dapat menerapkan apa yang sudah didengarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Masih adakah orang tua atau neneknya yang rajin mendongeng pada anak atau cucu sebagai teman pengantar tidur.
Marilah Hari Dongeng ini kita jadikan sebagai momen untuk menghidupkan kembali tradisi dongeng sebagai sarana untuk menanamkan nilai nilai luhur, karakter dan imajinasi bagi generasi penerus di era transformasi digital ini.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment