Oleh dr achmad budi karyono
Pada tanggal 21 Maret yang lalu, diperingati sebagai Hari Down Syndrome Dunia, World Down Syndrome Day. Tahun 2026 ini memilih tema ‘Together Against Loneliness’ atau ‘Bersama Melawan Kesepian’.
Dunia ini semakin lama semakin ramai, karena bertambahnya penduduk bumi. Tetapi dari sudut pandang yang lain, dunia terasa semakin sepi. Walaupun secara kuantitatif penduduk bertambah, tetapi produksi smartphone semakin banyak, dengan bertambahnya berbagai merek baru pula.
Era industri digital yang semakin cepat dengan kepintaran yang semakin sempurna pula, bisa menjadikan dunia semakin senyap. Setiap orang akan sibuk dengan smartphone yang digenggamnya, walau mereka sesungguhnya berkumpul bersama.
Down Syndrome (DS) merupakan kumpulan gejala yang diakibatkan oleh kelainan jumlah kromosom manusia. Kromosom yang seharusnya sudah memiliki template tertentu, namun pada Down Syndrome tidak terbentuk seperti skema itu. Sehingga hal ini sangat mempengaruhi secara fundamental tumbuh kembangnya, serta menentukan pola kehidupan selanjutnya.
Gejala yang muncul akibat Down Syndrome dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal, sampai muncul tanda yang khas.
Penampakan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microcephaly) di bagian antero posterior kepala mendatar.
Pada wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang kecil, dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Dibarengi mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds).
Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.
Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphic). Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistem organ yang lain.
Dalam kehidupan sosial di masyarakat, mereka akan tampak berbeda dan seringkali seakan kita kurang bisa menerima. Atau bahkan malah dijauhi atau dikucilkan. Sehingga kehidupan mereka tampak sendiri, kesepian dan terisolasi.
Oleh karena itu pada momen peringatan ini, dengan tema ‘Bersama Melawan Kesepian', mengajak masyarakat secara bersama untuk menciptakan suasana kehidupan yang ramah DS. Diterima dalam masyarakat, dihargai, aman dari stigma negatif, bebas buli serta merupakan bagian dari anggota masyarakat pada umumnya.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment