Oleh dr achmad budi karyono
Hari ini 28 September diperingati sebagai Hari Rabies Dunia. Tema World Rabies Day pada tahun 2026 ini adalah ‘Stronger Together’ atau ‘Bersama lebih Kuat’.
Penyakit rabies memang sudah jarang kita jumpai. Seakan sudah punah. Tetapi kita tidak boleh lengah, harus tetap waspada.
Pada tahun 1960an, negeri ini pernah memberlakukan regulasi terhadap salah satu hewan peliharaan yang berkeliaran di jalanan secara ketat. Selain terkait dengan penarikan pajak, sangat erat dengan preventif penularan penyakit yang tergolong zoonosis yang ditularkan oleh beberapa hewan, dalam hal ini adalah anjing.
Razia setiap saat dilakukan terhadap anjing jalanan, yang dikhawatirkan sebagai carrier rabies. Dengan membawa kereta ‘krangkeng’, menangkap anjing yang berkeliaran di jalanan. Hal ini merupakan langkah preventif terhadap penyebaran rabies. Sehingga penyakit ini memang bisa dikendalikan penularannya, dan angka kesakitan berkurang.
Penularan penyakit ini cukup cepat, dengan cara gigitan. Virus yang berada dalam air liur binatang carrier akan masuk tubuh mangsa saat terjadi gigitan atau goresan dengan luka terbuka. Kemudian ikut aliran darah sampai ke target organ, khususnya otak.
Gejala rabies bisa muncul sekitar 1 sampai 3 bulan setelah penderita tergigit hewan yang terinfeksi. Hal ini bisa menyulitkan penegakan diagnosis rabies dan sedikit susah, karena penderita bisa saja lupa telah tergigit atau tercakar hewan pembawa rabies.
Gejala awal yang sering muncul
Demam
Kesemutan pada luka gigitan
Sakit kepala dari ringan sampai berat.
Selain keluhan itu, ada beberapa gejala lanjutan yang dapat dialami oleh penderita rabies
Kram otot sampai kejang
Sesak napas
Halusinasi
Gejala lanjutan tersebut menjadi tanda bahwa kondisi pasien makin memburuk.
Untuk mengingatkan kita semua atas ganasnya penyakit rabies ini, badan kesehatan dunia menetapkan setiap tanggal 28 September sebagai Hari Rabies Dunia.
One Health merupakan sebuah konsep pencegahan yang harus kita dukung. Yang secara komprehensif menjaga kesehatan masyarakat, hewan peliharaan dan lingkungan sekitar kita. Negeri ini menetapkan program Zero Rabies 2030, semoga bisa kita wujudkan.
Selalu menjaga lingkungan agar bersih, higienis dan seimbang harus kita lakukan bersama, supaya alam terjaga dengan lebih baik untuk kehidupan yang sehat bagi seluruh makhluk hidup. Dan kita harus menjunjung tinggi melaksanakan pola hidup sehat bersama seluruh penduduk dunia.
Semoga kita selalu sehat. (abk)

No comments:
Post a Comment