Oleh dr achmad budi karyono
Hari ini tanggal 23 Juli, diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Dan pada tahun 2026 ini memilih tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan'.
Tidak ada orang tua yang tidak sayang anak. Namun tidak sedikit orang tua yang kurang tepat dalam menyayangi mereka. Bahkan bisa dikatakan terlalu memanjakan. Padahal hal ini bisa berdampak yang justru seakan menjerumuskan.
Para orang tua enggan untuk melarang. Karena melarang, dimaknai tidak sayang. Hampir semua permintaan atau kesenangan diberikan pada anak. Kurang ada arahan atau bimbingan. Hal ini bisa ditafsirkan anak bahwa semua yang dilakukan adalah boleh dan benar. Padahal belum tentu.
Contoh saat ini adalah memberi gadget tanpa arahan, bimbingan dan pengawasan.
Semangat dari tema ini juga untuk melindungi anak dari segala hal. Karena semua anak negeri ini, merupakan penerus estafet bangsa. Derap dan laju bangsa di masa depan, akan sepenuhnya dikendalikan oleh mereka yang saat ini masih anak anak.
Dunia telah bertransformasi ke pada kekuatan digital. Dan seakan dunia ini sangat dibanjiri serta dikuasai oleh aneka Gadget. Semua orang memegang erat smartphone dan bahkan anak anak tidak bisa dipisahkan dari smartphone.
Kita tidak kuasa melarangnya, namun kita harus bisa mengendalikannya. Dengan mengarahkan serta memberi contoh memanfaatkan smartphone yang selalu digenggamnya dengan baik, akan menjadi nilai tambah kecerdasannya, menuju gerbang generasi emas mendatang.
Kita perangi sikap merunduk, yang berarti terlalu fokus bahkan terpaku atau terbelenggu oleh smartphone. Sehingga kurang atau tidak peka terhadap situasi sekitarnya. Kita harus memberi pencerahan agar peduli terhadap situasi sekitar, tidak tetap merunduk dengan smartphone nya.
Kita berusaha untuk mencetak anak menjadi penuh kreasi dalam IT, bukan hanya menikmati. Menciptakan sarana dan prasarana yang terkait dengan smartphone. Sehingga menjadi insan pengendali IT, dan bukan dikendalikan oleh IT.
Anak memang selalu tumbuh menjadi orang dewasa. Tetapi anak bukanlah miniatur orang dewasa. Anak memiliki dunia tersendiri, yang nantinya bisa menentukan kemana arah kehidupan selanjutnya.
Oleh karena itu sangat vital menentukan arah pola asuh anak, yang saat ini dalam proses tumbuh kembang, agar nantinya menjadi seorang dewasa dengan kepribadian yang matang. Serta mencegah dan menjauhkan anak negeri ini menjadi korban kekerasan apapun termasuk diskriminasi sosial.
Kita jadikan Hari Anak Nasional ini, sebagai momen agar semua komponen bangsa ini mewujudkan perlindungan anak, termasuk mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah anak di seluruh negeri, terutama di pedesaan. Kita harus menjauhkan anak anak dari korban kekerasan, perkawinan usia dini dan pekerja anak.
Semoga semua orang tua di negeri ini terbuka hatinya serta wawasannya, agar lebih memahami kehidupan dan dunia anak. Menyayangi anak, bukan berarti harus menuruti semua keinginan anak. Namun kita harus melakukan pola asuh yang benar, mana yang seharusnya dipenuhi serta sesuatu yang harus dijauhkan. Membekali ilmu yang bermanfaat, jauh lebih baik dari pada gadget yang baik.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment