Latest News

Filosofi Haji Bermakna Spiritual dan Kehidupan

 


Oleh Rohmah HN *)

Arofah adalah haji = haji adalah Arofah penuh dengan makna kesempurnaan spiritual. Rukun Islam yang kelima ini jadi idaman, cita-cita dan harapan muslim seluruh dunia untuk bisa melaksanakannya.

Allah SWT mengundang semua tamunya tidak pilih pilih dari yang bisa berjalan hingga memakai alat bantu. Dari pengguna transportasi laut, udara dan darat, tidak dengan atribut maupun jabatan. Semua diundangnya ke tanah haram, kita bisa melaksanakan ibadah haji alhamdulillah. Diantara ibadah haji mungkin ada beberapa filosofinya sehingga menjadikan kita semangat untuk mendaftar dan melaksanakan haji : 


Perjalanan Kembali ke Fitrah

Haji mengajarkan bahwa manusia pada hakikatnya adalah musafir di dunia yang suatu saat akan kembali ke Allah SWT. Ihram (memakai dua kain putih tanpa jahitan) melambangkan kesamaan derajat manusia di hadapan Allah SWT tanpa status, harta, atau jabatan.


Ketaatan Mutlak (Tauhid)

Setiap ritual haji dari niat, wukuf, lempar jumrah, hingga sai adalah bentuk kepatuhan total kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada ketaatan, bukan keinginan hawa nafsu.


Pengorbanan dan Pelepasan Keakuan

- Meninggalkan kenyamanan: Berpisah dengan keluarga, harta, dan pekerjaan.

- Menahan diri: Ihram melarang berburu, bercumbu, memotong kuku/rambut, memakai wewangian.

- Lempar jumrah: Simbol mengusir setan (hawa nafsu, godaan dunia) yang menghalangi ketaatan.


Persamaan dan Persaudaraan Manusia (Ukhuwah)

Jutaan Muslim dari berbagai ras, bahasa, dan status sosial berdiri sama di Padang Arafah. Ini adalah praktik nyata bahwa Islam tidak mengenal diskriminasi. Haji menghancurkan sekat-sekat buatan manusia: kaya-miskin, putih-hitam, Arab-non Arab.


Hidup sebagai "Musafir" (Perjalanan Menuju Akhirat)

- Perjalanan fisik (safar): Mengingatkan bahwa hidup di dunia adalah perjalanan singkat.

- Tawaf mengelilingi Ka'bah: Seperti malaikat bertasbih mengelilingi 'Arsy simbol ketundukan mutlak pada pusat kehidupan (Allah SWT).

- Sai (lari-lari kecil antara Shafa dan Marwah): Meneladani Siti Hajar yang berjuang keras mencari air untuk putranya. Ini mengajarkan: iman harus disertai usaha maksimal, kemudian bertawakal.


Kesabaran dan Pengendalian Diri

Haji penuh dengan ujian: panas, kelelahan, keramaian, antrean, dan mungkin ketidaknyamanan. Filosofinya: kesabaran dalam menjalankan perintah Allah SWT adalah kunci ketakwaan. Bahkan di tengah kepadatan, seorang haji tidak boleh marah, mengumpat, atau bertengkar (QS Al-Baqarah: 197).


Wukuf di Arafah - Puncak Spiritual

Wukuf (berdiam diri dari tergelincir matahari hingga magrib) adalah inti haji. Di Padang Arafah, manusia menyadari betapa kecilnya dirinya di hadapan Allah SWT. Evaluasi diri dosa dengan riya, iri hati dan kesombongan "hangus" karena pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang Maha Agung. Saat itu, introspeksi diri dan berdo’a doa paling mustajab. 


Puncak Kembali ke Sifat "Bersih" (Seperti Bayi)

Setelah melempar jumrah, tahalul (mencukur rambut atau memotong beberapa helai) menandakan selesainya larangan ihram. Filosofinya: orang yang haji mabrur diharapkan kembali suci dari dosa seperti bayi yang baru lahir. Ritual ini mengajarkan untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan memulai lembaran baru yang lebih baik.


Tawaf Ifadhah dan Tawaf Wada' - Siklus Penghambaan

- Tawaf Ifadhah (setelah wukuf) adalah wujud syukur karena telah diberi kesempatan menyelesaikan rukun haji.

- Tawaf Wada' (sebelum pulang) adalah perpisahan yang penuh harap agar bisa kembali lagi ke Baitullah simbol kerinduan abadi seorang hamba kepada Allah SWT.


Haji bukan sekadar ritual fisik, melainkan perjalanan batin untuk melahirkan manusia yang lebih tauhid, sabar, dermawan dan rendah hati. Haji yang mabrur adalah ketika setelah pulang, perilaku seseorang lebih baik daripada sebelumnya.


Semoga kita selalu sehat. (RHN)

*) M BinRoh RS PKU Muhammadiyah Cepu

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.