Oleh dr achmad budi karyono
Kemarin 16 September diperingati sebagai Hari Ozon seDunia (World Ozone Day). Tema yang dipilih tahun 2026 adalah ‘Global Action for a Cooler Planet’ atau ‘Aksi Global untuk Planet yang Lebih Sejuk’. Peringatan ini juga menandai perayaan 10 tahun pendinginan berkelanjutan di bawah Amandemen Kigali terhadap Protokol Montreal.
Udara yang kita gunakan dari dunia yang kita huni, dengan sadar atau tidak, merupakan salah satu lapisan yang aman untuk kehidupan manusia. Beberapa lapisan melingkupi permukaan bumi sebagai 'pelindung'. Lapisan itu terbentuk dari reaksi berbagai unsur yang ada di alam semesta termasuk yang berada di bumi. Salah satu lapisan itu adalah lapisan Ozon.
Ozon dengan rumus kimia O³ adalah molekul anorganik radikal dengan ikatan 3 atom oksigen. Ozon bersifat oksidator kuat berbau menyengat. Ozon terbentuk secara alami melalui reaksi fotokimia di atmosfer. Sinar UV dari matahari merusak molekul oksigen (O²) menjadi dua atom oksigen, dan kemudian dua atom oksigen ini bergabung kembali dengan molekul oksigen lainnya untuk membentuk ozon. Ikatan 3 atom oksigen ini tidak stabil.
Ozon ini berkumpul dan membentuk suatu lapisan. Lapisan ozon paling banyak terletak di ketinggian 10 hingga 50 kilometer di atas permukaan Bumi. Inilah yang dikenal sebagai lapisan ozon yang melindungi Bumi dari radiasi UV berbahaya. Namun, lapisan ozon ini terancam, mengalami penipisan atau kerusakan.
Hal ini terjadi karena penggunaan zat yang berlebih seperti CFC (Chlorofluorocarbon) dan halogenated compounds, yang menyebabkan 'lubang ozon' di beberapa wilayah.
Penipisan lapisan ozon merupakan masalah lingkungan yang serius, karena meningkatkan paparan sinar UV yang berbahaya pada kita. Oleh karena itu, Protokol Montreal telah disepakati secara internasional untuk mengurangi penggunaan zat yang merusak ozon, seperti CFC, untuk melindungi lapisan ozon.
Lapisan ozon terutama terletak di stratosfer dan bertindak sebagai perisai alami yang menyerap dan menghalangi sebagian besar radiasi ultraviolet (UV) berbahaya dari matahari. Sinar UV, terutama UV-B dan UV-C, dapat menyebabkan kerusakan serius pada sel kulit dan materi genetik DNA. Tanpa lapisan ozon, paparan sinar UV berbahaya akan meningkat secara signifikan, menyebabkan tingkat kanker kulit yang lebih tinggi, katarak, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan masalah kesehatan lainnya.
Lapisan ozon yang utuh juga penting bagi ekosistem Bumi. Paparan berlebihan dari sinar UV dapat merusak tanaman, fitoplankton di laut, dan organisme lain yang berperan penting dalam rantai makanan. Ketidakseimbangan ekosistem ini dapat memiliki efek domino dan mengganggu ketahanan pangan serta keberlanjutan lingkungan.
Lapisan ozon membantu menjaga keseimbangan iklim global. Kerusakan lapisan ozon dapat mengganggu sirkulasi udara di atmosfer, mempengaruhi pola cuaca, dan berkontribusi pada perubahan iklim.
Ozon juga biasa digunakan untuk keperluan industri, antara lain :
Disinfektan pada pengolahan air
Oksidator dalam pengolahan limbah
Mencuci dan memutihkan kain
Dan beberapa keperluan lain
Melindungi lapisan ozon sangat berguna bagi kesehatan. Bisa membantu mengurangi risiko penyakit kulit, seperti kanker kulit, dan penyakit mata, seperti katarak, yang dapat disebabkan oleh paparan berlebihan terhadap sinar UV.
Edukasi dan kesadaran publik adalah bagian penting dalam menjaga lapisan ozon. Masyarakat perlu diberitahu tentang dampak negatif paparan sinar UV berbahaya dan peran mereka dalam mengurangi emisi zat-zat berbahaya. Informasi penyadaran dan pendidikan tentang perlindungan lapisan ozon penting untuk mendorong perilaku yang lebih berkelanjutan.
Itulah pentingnya peringatan Hari Ozon ini, sehingga kalau semua memahami, kesehatan akan lebih terjaga.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment