Latest News

Pentingnya Kecerdasan Spiritual

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Setiap 10 Oktober ditetapkan sebagai World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental (Jiwa) Dunia. Pada tahun 2026 ini memilih tema ‘Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change’ atau ‘Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata’.


Harapan dari peringatan ini adalah Mengajak masyarakat dan pembuat kebijakan untuk tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi melibatkan mereka dalam merancang layanan, kebijakan, dan sistem dukungan.


Dalam situasi global saat ini, tergambarkan bagaimana ‘kerasnya’ kehidupan saat ini. Sehingga sedikit atau banyak akan mempengaruhi ‘perangai’ kita dalam perilaku sehari hari. Karena itu, banyak keadaan masyarakat yang serba terhimpit target, dan berimbas mempengaruhi stabilitas psikis atau jiwa masyarakat. 


Sebagian dari mereka bisa memanage jiwa agar tetap stabil, namun tidak sedikit diantara masyarakat ada yang kurang bisa beradaptasi sehingga keadaan jiwa terganggu, mulai dari ringan sampai yang berat. Dan hal ini kalau tidak dikoreksi dengan segera, dikhawatirkan akan semakin kompleks serta tidak mudah untuk kembali ke keadaan semula.


Pada hari ini 10 Oktober setiap tahun diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Dunia, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang memiliki indikasi gangguan kesehatan jiwa. Selain itu, masalah kesehatan jiwa merupakan suatu masalah serius.


WHO (1990) melaporkan dari 10 masalah kesehatan utama yang menyebabkan disabilitas, 5 diantaranya adalah masalah kesehatan jiwa yaitu : depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. Dan WHO juga telah memprediksikan pada dua tahun berturut-turut yang lalu, depresi akan menjadi penyakit urutan kedua dalam menimbulkan beban kesehatan, antara lain karena dampak pandemi.


Terkoyaknya ekonomi dan geopolitik global mempunyai peran penting sebagai pemicu akan bertambahnya gangguan jiwa. Oleh karena itu diperlukan persiapan mental yang kuat. Terutama masyarakat perkotaan harus memiliki jiwa atau mental yang kuat, karena kehidupannya sangat rentan terkena gangguan atau sakit jiwa.


Hal itu dikarenakan tekanan mental, psikologis dan emosional daerah perkotaan cukup besar, seperti himpitan ekonomi, daya saing, jalan yang selalu macet dan sebagainya. Begitu juga di daerah pedesaan, sebagai contoh gagal panen yang berulang, bisa menjadi pemicu terganggunya jiwa.


Secara umum masyarakat kita masih lebih memprioritaskan penyakit fisik daripada penyakit jiwa. Padahal masalah kesehatan jiwa merupakan bagian vital juga dari kesehatan perorangan secara holistik, dan keduanya diharapkan seimbang. Begitu juga ketersediaan tenaga medis di bidang kesehatan jiwa masih perlu dicukupi baik psikolog maupun psikiater.


Hari peringatan kesehatan jiwa ini akan lebih menggugah kepedulian kita agar lebih bisa mengantisipasi gangguan jiwa secara dini. Atau paling tidak gangguan perilaku yang merupakan awal salah satu dari gangguan jiwa. Dan yang lebih penting segera konsultasi pada petugas medis sedini mungkin adanya perubahan perilaku agar segera bisa dikoreksi. Peran keluarga sangatlah dominan dan penting untuk pencegahan gangguan masalah kejiwaan ini.


Sebenarnya semua hal diatas bisa terhindari apabila seseorang mempunyai bekal kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual yang cukup kuat. Sehingga semua pemicu diatas akan bisa dieliminasi dengan kecerdasan spiritualnya.

Semoga kita selalu sehat. (abk)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.