Skip to main content

Cara Detoks Sampah Pikiran

 


Oleh : DeNing K


Ada sebuah kisah tentang dua pengembara yang berkelana dari satu tempat ke tempat yang lain. Satu pengembara, selalu riang gembira dan santai. Satunya lagi selalu sedih dan mengeluh.


Yang sering di keluhkan adalah beban yang ada di pundaknya. Karena dari tahun ke tahun, barang yang dibawa oleh si pengembara kedua itu makin lama makin banyak. Dan, ia tidak pernah mau melepaskan semua beban-beban yang dibawanya, malahan dari setiap tempat yang dikunjungi ia justru menambahkan beban. Akibatnya dari waktu ke waktu hidupnya berjalan dengan amat sangat kelelahan. 


Sementara itu, pengembara yang pertama hidupnya begitu ringan. Pasalnya sederhana, di setiap waktu ia memilah-milah bebannya dan berusaha untuk membuang beban yang sudah tidak dibutuhkannya lagi.


Begitu pula yang terjadi dengan hidup kita. Bertahun-tahun lamanya, kita membiarkan begitu banyak sampah yang ada di pikiran, beban dan masalah dari masa lalu berupa emosi menyakitkan, kebencian, kemarahan, dendam, dengki, iri.


Belum lagi informasi-informasi salah yang mungkin tanpa kita sadari, tidak kita cek-ricek dan terus tertanam di benak kita. Akibatnya, hidup kita capek dan berat karena beban itu. Agar mental kita sehat  sama seperti tubuh, jiwa dan pikiran secara berkala perlu dibersihkan. 

Dengan kata lain, kita perlu melakukan detoks mental.

Detoks mental intinya adalah membatasi pikiran yang negatif dengan mengganti menjadi pikiran yang positif agar hidup kita menjadi lebih tenang. Karena dari tahun ke tahun kita menyimpan banyak sekali sampah. 


Pertama-tama adalah sampah dari masa lalu kita. Contohnya adalah kejadian yang terjadi di masa lalu, tapi masih kita bawa dan kita simpan dalam pikiran. Mungkin dulu kita pernah berbuat kesalahan atau mengalami kegagalan yang memunculkan rasa bersalah, malu, sedih. Sayangnya pengalaman pahit itu terus menerus ada dalam pikiran kita hingga sekarang.


Kedua bisa berupa sampah yang berisi kata-kata atau ucapan orang lain yang pernah kita terima yang sulit kita maafkan hingga sekarang. Celakanya, di kepala kita terus memutar kejadian dan peristiwa hingga detail-detailnya. Akibatnya, kita terus menyimpan kebencian dan kemarahan kepada orang tersebut.


Menurut Jack Canfield, penulis buku Chicken Soup for Soul yang terkenal, rata-rata sehari seseorang bisa menerima hingga 460 kata negatif. Kalau ini benar, bayangkan betapa banyaknya kata negatif yang kita terima dalam kehidupan kita selama ini. Tidak mengherankan kalau pikiran kita lantas dipenuhi dengan sampah.


Sampah lainnya bisa berupa berita-berita atau informasi yang kita tidak tahu kebenarannya, namun terus-menerus menciptakan perasaan jengkel, marah bahkan benci. Dengan kata lain, kita masih terus menyimpan dalam pikiran kita, sampah-sampah informasi yang tidak kita cek kebenarannya itu. Tapi ujung-ujungnya, kita percaya dengan informasi ‘sampah’ itu dan terus menyakininya. Akibatnya, justru yang muncul adalah perasaan marah, benci dan dendam yang tak berkesudahan. 


Detoks mental mencakup beberapa hal penting

1. Komitlah dalam hitungan hari, minggu, hingga bulan untuk membatasi dari pikiran-pikiran negatif yang bisa semakin merusak bahkan memperburuk hidupmu. 

2. Tatkala Anda mulai merasakan ataupun mulai memikirkan hal-hal yang negatif, katakanlah ‘stop’ pada dirimu. Alihkan dengan mengatakan kalimat2 positif untuk mengalihkan pikiran-pikiran negatif yang muncul.

3. Memasukkan lebih banyak lagi hal-hal yang positif ke dalam hati dan pikiran dengan tujuan agar mampu merubah pikiran2 negatif. Bisa juga dibantu dengan membaca bacaan yang positif, memperdalam ilmu agama, bermeditasi, serta belajar untuk melepaskan, memaafkan serta mengikhlaskannya. Yang akhirnya kita bisa memperoleh ketenangan .

4. Jika kita ingin menghilangkan pikiran negatif yang ada dalam diri kita cobalah memilahnya dan membuang ke tempat sampah.

Gantilah dengan informasi yang baik dan mengikhlaskan pikiran-pikiran yang negatif itu segera berlalu dari hidup kita. Dan kita akan lebih bahagia.


Semoga kita selalu sehat.


Sumber : Entrepeneur bisnis,com

Info wisata dan cafe bergizi serta berbagi pengalaman teknomu agar bisa sehat dan bahagia

Comments

© 2020 Suara Medika