Latest News

Anyar atau Lawas



Oleh Bunda SriMin *)

*Inspirasi Pagi*

*Anyar atau Lawas*


Beberapa bulan yg lalu telah dipertemukan jodohnya pasangan yg sdh tidak muda lagi, masing² sdh pernah menikah, berpisah karena pasangan pertamanya meninggal dunia, pasangan ini bisa disebut manten anyar, sangat mesra, pak suami sdh purna tugas, jadi tiap hari antar jemput istri, super romantis, senyum bahagia terpancar di wajahnya, dalam hati sy berdoa semoga romansa itu tidak hanya sesaat tapi selamanya, walau sdh mendapatkan predikat manten lawas.


Dalam dunia psikologi pernikahan, istilah manten anyar (pengantin baru) dan manten lawas (pengantin lama) merujuk pada dua tahapan perkembangan hubungan yang sangat berbeda. Perbedaan keduanya paling jelas digambarkan melalui teori Segitiga Cinta Robert Sternberg, yang terdiri dari tiga komponen utama: intimacy (kedekatan emosional), passion (gairah), dan commitment (komitmen).


Manten Anyar (Tahap Romantic/Honeymoon Love)

Manten anyar biasanya berada di fase 0 hingga 2 tahun pertama pernikahan. Secara psikologis, fase ini didominasi oleh gairah (passion) yang menggebu-gebu dan intimidasi emosional (intimacy) yang tinggi.

Kondisi Neurobiologis: Otak manten anyar dipenuhi oleh hormon "jatuh cinta" seperti dopamin (pemicu rasa bahagia), oksitosin (hormon kelekatan), dan adrenalin. Ini membuat pasangan melihat satu sama lain secara ideal (halo effect).

Fokus Hubungan: Menikmati kebersamaan, eksplorasi intim, dan cenderung memaklumi atau belum melihat kekurangan pasangan secara mendalam.

Tantangan Psikologis: Shock budaya atau kebiasaan baru, ketika efek hormon mulai menurun (biasanya setelah tahun pertama), realitas asli pasangan mulai terlihat, yang memicu riak konflik pertama.


Manten Lawas (Tahap Companionate/Consummate Love)

Manten lawas adalah pasangan yang telah melewati fase bulan madu (biasanya di atas 3–5 tahun pernikahan) dan telah menghadapi berbagai pasang surut kehidupan bersama.

Kondisi Neurobiologis: Produksi dopamin yang meledak-ledak mulai menurun dan digantikan secara stabil oleh oksitosin dan vasopresin. Hormon ini tidak bikin "deg-degan", melainkan memberikan rasa aman, nyaman, dan damai yang mendalam.

Fokus Hubungan: Komitmen (commitment) menjadi fondasi utama. Fokus beralih dari sekadar "aku dan kamu" menjadi membangun masa depan bersama (anak, finansial, karir, dan stabilitas rumah tangga).

Tantangan psikologis yg sering muncul adalah kejenuhan (marital boredom),  karena dinamika hubungan sudah sangat terprediksi, tantangan terbesar manten lawas  yaitu menjaga agar percikan gairah (passion) tidak padam sepenuhnya di tengah rutinitas.


Perubahan dari manten anyar ke manten lawas bukanlah sebuah kemunduran, melainkan evolusi cinta. Manten anyar berfokus pada intensitas emosi, sedangkan manten lawas berfokus pada stabilitas dan kedalaman hubungan. Pernikahan yang sehat adalah pernikahan "manten lawas" yang sesekali tahu caranya menghidupkan kembali percikan romantis ala "manten anyar".


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin ya rabbal alamin 

Semoga bermanfaat 

Purwosari, 18 Juli 2026

SriMinarti10Bjn


Semoga kita selalu sehat.

*) Prof Sri Minarti

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.