Oleh dr achmad budi karyono
Hari ini 12 Oktober 2026, secara hisab ilmu falaq, matahari melintas tepat diatas kita Surabaya dan sekitarnya. Udara yang kita rasakan saat ini memang sangat terik dan panas serta cukup pengap. Dan hal ini juga berlaku hingga 3 hari ke depan.
Suhu udara panas yang mencapai 42⁰c, yang terasa seperti 44⁰c. Kelembaban udara yang hanya 27%, cukup kering dan menyengat, tidak bisa menghentikan kegiatan rutin kita. Pada sekitar tahun 1950 dan 1960 an, masih ada ‘prei panas’, atau libur karena udara sangat panas. Tetapi saat ini tidak ada lagi.
Angin bertiup dengan kecepatan 13,5 km/jam, da tekanan udara 1041 mbar. Yang perlu diwaspadai adalah pancaran UV berada di zona merah, 7. Dan kualitas udara IKU 131 aqi, yang berarti efek kesehatan dapat langsung terasa oleh kelompok yang sensitif. Bisa mengalami kesulitan bernafas dan iritasi tenggorokan jika terpapar panas terlalu lama. Oleh karena itu, batasi kegiatan diluar ruang.
Kita juga harus menghindari heat stroke, sengatan sinar matahari yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan sampai tidak sadarkan diri.
Gejala utama heat stroke adalah peningkatan suhu tubuh yang sangat tinggi mencapai 40°C atau lebih disertai gangguan fungsi saraf dan sistem tubuh.
Gejala Utama Heat Stroke
Suhu Tubuh Sangat Tinggi, mencapai atau melebihi 40°C.
Perubahan Mental & Perilaku, kebingungan, gelisah, mengigau, bicara tidak jelas/cadel, delirium, hingga hilang kesadaran atau koma.
Kondisi Kulit, terasa sangat panas, dan bisa menjadi kering (tanpa keringat) atau tetap lembab/basah tergantung jenisnya.
Gangguan Fisik & Saraf, pusing, sakit kepala berdenyut, mual dan muntah.
Jantung dan Pernapasan, detak jantung atau nadi berdebar kencang dan lemah, serta napas menjadi cepat.
Gejala Berat, kram otot, kejang, dan pingsan.
Cara utama untuk mencegah heat stroke (serangan panas ekstrem) adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi dan menghindari paparan suhu atau sinar matahari yang terlalu tinggi.
1. Penuhi Kebutuhan Cairan
Minum air putih secara teratur tanpa menunggu haus.
Tingkatkan konsumsi cairan saat cuaca sangat panas atau ketika melakukan aktivitas fisik.
Hindari minuman berkafein, alkohol, atau minuman yang terlalu manis karena dapat mempercepat dehidrasi.
2. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada jam-jam puncak panas, yaitu sekitar pukul 10.00 pagi hingga 16.00 sore.
Jika harus beraktivitas di luar, sering-seringlah beristirahat di tempat yang teduh, ber-AC, atau memiliki sirkulasi udara yang baik.
3. Gunakan Pakaian yang Sesuai
Pakailah pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna terang agar tidak menyerap panas berlebih.
Gunakan perlindungan tambahan saat berada di luar ruangan, seperti topi bertepi lebar, payung, kacamata hitam, serta tabir surya (sunscreen).
4. Waspadai Kondisi Lingkungan
Jangan pernah meninggalkan siapa pun (terutama anak-anak, lansia, atau hewan peliharaan) di dalam kendaraan yang parkir, meskipun jendela sedikit terbuka, karena suhu di dalam mobil bisa naik sangat cepat.
Manfaatkan pendingin ruangan (AC) atau kipas angin di rumah untuk menjaga suhu tubuh tetap sejuk.
Tetap beraktivitas rutin, namun harus selalu mencermati dan mewaspadai terik matahari, serta bagaimana cara terbaik yang dilakukan.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment