Latest News

Siap di Era Post Truth

 


Oleh dr achmad budi karyono 

Hari ini 10 Juni, dicatat sebagai Hari Media Sosial. Gagasan ini memang agak ‘unik’. Ide ini berpijak karena melihat realita penggunaan media sosial di negeri ini yang serba majemuk. Begitu juga perilaku warga net yang tidak jarang diluar batas kewajaran. Sehingga sangat dirasakan perlunya edukasi ber medsos agar lebih bijak.


Dunia medsos sangat cepat berkembang. Habitat medsos berada di dunia maya dan sering disebut dumay. Apakah itu sebuah angan atau khayalan? Keduanya bisa saja terjadi dan sering kali di luar dugaan kita. Atau bisa juga disebut dunia rekayasa.


Kita sebagai pengguna medsos, harus sadar penuh tentang dampak yang diakibatkan dari ber medsos. Baik dampak positif maupun yang negatif, serta sebaiknya mendorong penggunaan yang bertanggung jawab.


Era ini juga disebut Post Truth (Pasca Kebenaran). Kondisi di mana fakta objektif menjadi kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik. Dalam era ini, opini dan keyakinan masyarakat lebih banyak dibentuk oleh daya tarik emosi, sentimen dan prasangka pribadi.


Emosi pribadi bisa mengalahkan logika. Informasi mungkin berpotensi memicu kemarahan dan ketakutan. Berharap akan lebih cepat dipercaya dan disebarluaskan, meski informasi tersebut keliru (hoaks).


Seseorang lebih mudah menerima argumen yang sesuai dengan keyakinannya sejak awal (confirmation bias) dan menolak fakta yang bertentangan dengan pandangannya. Fakta sering kali dipelintir, digoreng dikontekstualisasikan secara keliru, atau diganti dengan kebohongan yang diulang-ulang agar terasa seperti kebenaran. Sering kali berujung sebuah ‘kriminalisasi’.


Satu-satunya cara membentengi diri dari arus post-truth adalah dengan terus mengasah kemampuan berpikir kritis. Selalu verifikasi sumber berita, periksa fakta dari berbagai sudut pandang, dan jangan biarkan emosi langsung mendorong untuk menyebarkan sebuah informasi sebelum memastikannya kebenarannya.


Banyak anggapan di masyarakat luas bahwa sesuatu yang viral di medsos adalah sebuah kesuksesan. Sehingga sering terjadi, unggahan yang bertebaran di dunia maya penuh dengan hal yang mestinya tabu atau kurang pantas, bahkan tidak beretika.


Ilmu komunikasi masih sedikit sekali dipahami masyarakat luas pengguna medsos. Sehingga sangat banyak materi medsos yang bertebaran di dunia maya tergolong hoax. Hal ini bisa berdampak menjadi resiko besar terhadap individu maupun golongan atau masyarakat luas. Berakibat terjadinya fitnah, keresahan, perselisihan, perpecahan, kerugian materi dan lainnya.


Disinilah diharapkan semua pelaku medsos yang beragam usia, karakter dan beragam semuanya, lebih bisa mawas diri agar tidak terjadi hal yang tidak diharapkan. Semua pengguna medsos sebaiknya harus bijak, menyampaikan hal yang positif serta bermanfaat bagi semuanya. Bukan malah sebaliknya.


Selain akhlaq, karakter dasar dan budi pekerti yang baik, dalam era ini dan dalam ber medsos. Kita harus lebih memahami dan menguasai 3K, Kreatif Kritis Komunikasi. Dan sekali lagi, viral tidak mencerminkan kesuksesan.


Semoga kita selalu sehat (Abk)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.