Oleh: dr achmad budi karyono
Hari ini 2 Februari, warga dunia menetapkan sebagai Hari Lahan Basah Dunia. World Wetlands Day tahun 2026 ini memilih tema ‘Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional : Merayakan Warisan Budaya’.
Menurut Wetlands International, yang dimaksud dengan lahan basah meliputi rawa, mangrove, gambut, tambak, danau dan sungai. Lahan ini menjadi penyeimbang kehidupan dunia. Bahkan bisa disebut berfungsi sebagai ‘ginjal bumi’.
Lahan basah memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem lingkungan. Lahan basah juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesehatan manusia. Lahan basah secara positif sebagai penyedia sumber daya air bagi manusia dan makhluk hidup lain, dan secara negatif sering kali sebagai sumber risiko penyakit.
Berikut ini korelasi antara lahan basah dengan kesehatan manusia :
Lahan Basah berperan positif bagi kesehatan manusia. Dalam hal ini berfungsi sebagai pelindung alami bagi kesehatan masyarakat :
* Penyaring Air Alami dari polutan, sedimen, dan logam berat. Sehingga memastikan ketersediaan air bersih yang krusial untuk mencegah penyakit bawaan air (water borne diseases) seperti kolera dan diare.
* Ketahanan Pangan, sebagai sumber utama ikan dan sebagai lahan pertanian (seperti padi), lahan basah mendukung pemenuhan gizi masyarakat untuk mencegah stunting dan malnutrisi.
* Kesehatan Mental, dengan ruang terbuka biru destinasi healing atau refreshing akan dapat mengurangi tingkat stres, kecemasan, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis manusia.
* Peredam Bencana, mangrove dan rawa melindungi pemukiman dari banjir dan tsunami, mengurangi resiko cedera fisik dan trauma akibat bencana alam.
Lahan Basah juga bisa menimbulkan resiko kesehatan. Karena lahan basah yang tidak terkelola dengan baik atau yang mengalami kerusakan justru dapat menjadi ancaman kesehatan :
* Habitat Vektor Penyakit, genangan air merupakan tempat berkembang biak nyamuk pembawa penyakit seperti Malaria, Demam Berdarah (DBD), Filariasis dan yang lain.
* Zoonosis, yang bisa terjadi karena interaksi erat antara manusia, ternak atau hewan liar di ekosistem lahan basah meningkatkan risiko perpindahan virus dari hewan ke manusia, seperti Flu Burung, Virus Nipah dan yang lain.
* Pencemaran Lingkungan, jika lahan basah tercemar limbah industri, zat beracun seperti merkuri dapat masuk ke rantai makanan (misalnya melalui ikan) dan menyebabkan keracunan kronis pada manusia.
Dampak Kerusakan Lahan Basah terhadap Kesehatan. Ketika lahan basah dikeringkan atau dialihfungsikan secara sembarangan, muncul masalah kesehatan baru :
* Kebakaran Lahan Gambut yang sering terjadi akan menghasilkan asap lintas batas yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan penyakit paru.
* Krisis Air Bersih akan terjadi karena hilangnya fungsi serapan air menyebabkan intrusi air laut atau kekeringan, yang memaksa warga menggunakan air yang tidak layak konsumsi.
Kehidupan kita tidak bisa terpisahkan dengan lahan basah. Oleh karena itu lahan basah sekitar kita harus dikelola dengan baik agar tetap baik dan terpelihara.
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari lahan basah dan tanpa resiko penyakit, langkah yang diperlukan adalah :
1. Manajemen Air, memastikan air tetap mengalir atau terkelola agar tidak menjadi sarang nyamuk yang stagnan. Kalaupun tidak mengalir, sebaiknya harus ada ikan.
2. Restorasi Mangrove dan Gambut, menjaga agar lahan tidak kering dan mudah terbakar.
3. Sanitasi Lingkungan, melarang pembuangan limbah domestik dan industri langsung ke ekosistem perairan.
Ternyata begitu pentingnya lahan basah ini. Setiap penduduk bumi akan selalu berinteraksi dalam setiap langkah kehidupan. Lahan basah akan sangat bermanfaat bila kita memelihara dan mengelola dengan baik. Dan akan terjadi sebaiknya, bila memperlakukan dengan semaunya.
Seluruh alam ini ciptaan Allah. Sudah sepatutnya kita manfaatkan dan kita pelihara dengan baik. Dan kebaikan itu sesungguhnya akan kembali pada diri kita.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment