Oleh : dr achmad budi karyono
Hampir semua penduduk bumi berhasil melewati tahun 2025. Sebagian menyambut dengan gembira, bahkan euforia. Namun tidak sedikit juga yang biasa saja, sambil merenungi perjalanan hidup sebelumnya. Dan di beberapa belahan dunia dikejutkan oleh super flu, penyakit yang sejenis dengan pandemi yang lalu, walau tidak seberapa ganas.
Di awal tahun 2026, kita mengenal ‘Super flu’. Memang bukan istilah medis yang resmi. Tetapi merupakan istilah populer yang digunakan media dan publik. Super, memberi gambaran sesuatu yang lebih. Karena lonjakan kasus dan gejala influenza terasa lebih berat dari biasanya.
Setelah dianalisa, super flu merupakan varian virus Influenza A subtype H3N2 subclade K.
Oleh karena itu secara medis, super flu termasuk virus influenza musiman, namun memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya disebut ‘super’, sebagai berikut:
+ Varian ini merupakan hasil mutasi (antigenic drift) dari virus H3N2 yang sudah lama ada.
+ Memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan strain flu lainnya.
+ Banyak laporan klinis pasien dengan gejala yang lebih berat dan durasi sakit yang lebih lama dibandingkan flu biasa.
+ Karena mutasi, virus ini lebih pintar ‘menghindar’ dari sistem imun tubuh atau perlindungan vaksin yang ada sebelumnya.
Gejala yang perlu diwaspadai dari super flu mirip dengan influenza pada umumnya, namun sering kali muncul secara mendadak dengan intensitas tinggi dan lebih lama
+ Demam tinggi (bisa mencapai 39-40°C) dan menggigil.
+ Batuk kering yang berkepanjangan.
+ Kelelahan ekstrem (lemas parah hingga sulit beraktivitas).
+ Nyeri otot dan sendi yang sangat terasa di seluruh tubuh.
+ Sakit kepala berat dan nyeri tenggorokan.
+ Sesak napas atau nyeri dada (pada kasus yang lebih berat/komplikasi).
Pihak Kementerian Kesehatan RI dan pakar kesehatan menegaskan bahwa super flu tidak seganas dan sebahaya Covid-19. Sebagian pasien bisa sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang baik, walaupun dalam waktu lebih lama. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan terutama bagi kelompok rentan antara lain :
1. Lansia dan anak balita.
2. Ibu hamil.
3. Orang dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti asma, diabetes, atau gangguan jantung.
Langkah Pencegahan & Penanganan
1. Vaksinasi, lebih aman kalau bisa mendapatkan vaksin influenza tahunan guna memberikan perlindungan parsial.
2. Protokol Kesehatan, Gunakan masker saat merasa tidak enak badan dan cuci tangan secara rutin.
3. Pola Hidup Sehat, Istirahat cukup, minum cukup cairan, dan konsumsi makanan bergizi untuk memperkuat imun.
4. Konsultasi Medis, Segera hubungi dokter jika demam tidak turun lebih dari 3 hari atau muncul gejala sesak napas.
Karena situasi dan kondisi saat ini, terutama cuaca yang tidak menentu dan sering ekstrim, sebaiknya kalau menemui gejala seperti itu lebih baik dengan segera mendapat pengobatan. Selain agar segera sembuh, juga meminimalisir penularan kepada orang di sekitarnya. Karena super flu mudah menular melalui saluran nafas.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment