Latest News

Terjaganya Hati dan Marwah

 


Oleh : Erha N

Apa yang kita tabur kita tuai, apa yang kita tanam kita yang panen, apa yang kita makan kita merasakan sehat dan sakit. Hal itu sudah biasa kita tahu dan pahami, tapi kita sering lalai lo. Hingga sifat sombong diri tidak terasakan terucap di kegiatan, acara, rutinitas harian kita.


Diantaranya dengan ucapan . . . Hanya aku yg bisa!, Kamu tahu siapa saya?, Hal sepele  ini saja kamu gagal, Emangnya kamu bisa apa? Gak level kalau mau bersaing denganku, Sadar diri saja, Memangnya kamu bisa apa? Jangan sok pintar kalau aslinya nol besar, Aku tidak perlu nasehatmu! 


Allah SWT mencontohkan beberapa kisah orang yang sulit di nasehati dengan cara yang ihsan, diarahkan dengan cara yang ihsan juga. Di zaman beberapa nabi dan rasul dalam Al Qur'an mencontohkan sifat,  serta hukuman dan kesengsaraan mereka atas perbuatannya. Ini jadi pelajaran bagi kita agar waspada dan Audzubillahmindzalik dengan sifat tdk mau dinasehati atau takabur. 

1. Iblis (Setan)

Menolak sujud kepada Adam dengan alasan merasa lebih mulia (diciptakan dari api, sementara Adam dari tanah).

·  Sumber Surat Al-Baqarah (2:34), Al-A'raf (7:12-13).

· Berakibat Diusir dari surga dan dilaknat.

2. Fir’aun

Bentuk Kesombongan: Mengaku diri sebagai tuhan tertinggi dan menindas kaum Bani Israil.

· Sumber Surat Al-A'raf (7:136) dan Al-Ankabut (29:39).

· Berakibat Ditenggelamkan bersama bala tentaranya di Laut Merah.

3. Qarun

Menyombongkan kekayaan yang melimpah, menganggapnya sebagai hasil ilmu dan usahanya sendiri.

· Sumber Surat Al-Qasas (28:76-82) dan Al-Ankabut (29:39).

· Berakibat: Ditenggelamkan bersama istana dan hartanya ke dalam bumi.

4. Pemilik Dua Kebun (dalam Surat Al-Kahfi)

Merasa lebih kaya dan kuat, mengira hartanya kekal, serta meragukan Hari Kiamat.

· Bersumber : Surat Al-Kahfi ayat 32-44.

· Berakibat: Kebunnya dihancurkan hingga musnah sama sekali.

5. Nabi Musa (saat ditegur)

Pernah mengklaim dirinya sebagai orang paling berilmu.

· Bersumber  tafsir kisahnya dengan Nabi Khidir dalam Surat Al-Kahfi.

· Berakibat: Ditegur langsung oleh Allah dan diarahkan untuk belajar kepada Nabi Khidir.


® Peringatan Kerasnya

Al-Qur'an dan hadits menyampaikan ancaman yang sangat serius tentang sifat takabur:

· Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji debu." (HR. Muslim).

· Sifat Allah yang Diambil: Dalam hadits qudsi, Allah berfirman: "Kesombongan itu adalah selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku . . Barangsiapa yang mencabutnya dari-Ku salah satu dari keduanya, maka Aku akan melemparkannya ke neraka." (HR. Ibnu Majah).

· Sifat yang Dibenci Allah: "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Luqman: 18).


Apa yang Dimaksud dengan Sombong?

Berdasarkan hadits, kesombongan (Al-Kibr) adalah "menolak kebenaran dan merendahkan orang lain". Ini berbeda dengan sekadar menikmati keindahan atau berpakaian baik. Sifat ini berlawanan dengan tawadhu (rendah hati), yang merupakan ciri hamba Allah yang dicintai-Nya.


® Pelajaran untuk Kita

Dari kisah-kisah tersebut, kita dapat mengambil pelajaran berharga:

· Semua Nikmat adalah Titipan: Ilmu, harta, dan kekuasaan adalah pemberian Allah. Menganggapnya murni hasil diri sendiri adalah awal kesombongan, seperti yang terjadi pada Qarun dan Nabi Musa (saat ditegur).

· Segala Sesuatu Bisa Hilang: Kekayaan dan kedudukan duniawi bersifat sementara dan bisa lenyap dalam sekejap, seperti yang dialami pemilik dua kebun dan Qarun.

· Kesombongan Menghancurkan: Akhir dari kesombongan adalah kehancuran, baik di dunia (seperti Fir'aun dan Qarun) maupun ancaman di akhirat.

Jalan Keluar adalah Tawadhu dan Syukur: Kunci menghindari sombong adalah dengan selalu rendah hati, mengakui bahwa segala kelebihan berasal dari Allah, dan bersyukur. Semoga bermanfaat


Semoga kita selalu sehat. (Rhn)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.