Oleh dr achmad budi karyono
Hari ini diperingati sebagai Hari Kesadaran Autisme Dunia, World Autism Awareness Day. Pada tahun 2026 ini memilih tema ‘Autism and Humanity - Every Life Has Value', ‘Autisme dan Kemanusiaan - Setiap Kehidupan Bernilai'.
Autisme atau gangguan spektrum autisme (GSA) adalah kondisi neurobiologis yang mempengaruhi perkembangan dan fungsi otak individu. Orang dengan autisme dapat memiliki kesulitan dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial dan menunjukkan perilaku yang terbatas, berulang dan stereotipikal.
Sebaiknya kita mengenali agar lebih memahami beberapa tanda dan gejala autisme yang umum antara lain :
1.Kesulitan dalam berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain.
2.Kesulitan dalam memahami ekspresi wajah dan bahasa tubuh.
3.Kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan sosial.
4.Kesulitan dalam bermain atau berfantasi seperti anak-anak seumurannya.
5.Minat yang sangat terfokus pada objek atau topik tertentu.
6.Sensitivitas terhadap rangsangan seperti suara, cahaya, atau aroma tertentu.
7.Perilaku yang berulang-ulang seperti menggelengkan kepala, memutar benda-benda, atau memainkan benda-benda dalam cara yang khas.
Meskipun tidak ada satu penyebab pasti untuk autisme, beberapa faktor risiko yang diketahui antara lain faktor genetik, lingkungan, dan interaksi kompleks antara keduanya. Pada saat ini, masih banyak pendapat tentang pengobatan yang dapat menyembuhkan autisme. Namun terapi dan intervensi tertentu dapat membantu individu dengan autisme untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari.
Penerimaan autisme di masyarakat sangat penting dan bisa membantu sebagai unsur terapi. Berbaur dan berada diantara kita, menjadi kesatuan dalam masyarakat, harus kita upayakan. Saling mengisi dan melengkapi dalam setiap lini kehidupan, serta saling menghargai satu sama lain.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment