Oleh dr achmad budi karyono
Hari ini 23 April 2026 diperingati sebagai Hari Buku Dunia. Di era society 5.0 dan jaman Gen Z, apakah masih memerlukan buku? Karena 'Separuh Sukma' mereka hanya tertuju pada genggaman mereka, gadget. Terkadang kurang peduli pada situasi sekitar, apalagi buku yang menurut kebanyakan mereka 'Menyita Waktu'.
Hari Buku Dunia, atau ‘World Book Day’, merupakan sebuah perayaan internasional yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 23 April. Peringatan ini mengingatkan tentang pentingnya membaca, meningkatkan literasi, dan menghargai buku serta penulis.
Tiga sektor atau pilar yang berperan utama industri buku adalah penerbit, penjual buku, dan perpustakaan, selain penulis sebagai aktor utamanya. Dan saat ini, pemeran utama ini tampaknya terbatasi oleh gadget di setiap genggaman.
Dalam era digital seperti saat ini, Hari Buku Dunia tetap relevan dan penting untuk mengingatkan masyarakat akan manfaat membaca buku, serta mempromosikan literasi dan pendidikan di seluruh dunia.
Di era media sosial (MedSos), kebutuhan buku masih tetap penting. Namun, kebutuhan tersebut mungkin telah mengalami perubahan dalam beberapa hal.
Pertama, dengan adanya MedSos, banyak informasi dan konten tersedia secara online dan gratis. Gen Z lebih cenderung mengkonsumsi informasi dalam bentuk digital dan cepat. Namun, tetap ada kebutuhan untuk buku dalam hal mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan terstruktur.
Kedua, buku tetap diperlukan sebagai sarana belajar. Meskipun ada banyak sumber belajar online yang tersedia, buku tetap menjadi sumber informasi dan pengetahuan yang terpercaya dan lengkap. Buku juga memungkinkan pembaca untuk fokus dan mendalam dalam mempelajari suatu topik tanpa adanya gangguan dari MedSos dan internet.
Ketiga, di era MedSos, buku juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Buku fiksi dapat membantu pembaca untuk memperluas wawasannya dan membuka pikiran untuk melihat perspektif yang berbeda. Selain itu, buku dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa dan membaca, yang penting untuk keberhasilan akademis dan profesional.
Keempat, buku juga dapat menjadi sarana untuk relaksasi dan hiburan. Banyak orang masih menghargai pengalaman membaca buku fisik, yang dapat memberikan kepuasan visual dan sensorik yang berbeda dari membaca di layar. Buku juga dapat menjadi cara yang baik untuk melupakan MedSos dan teknologi lainnya, dan menghabiskan waktu dengan cara yang lebih santai.
Secara keseluruhan, kebutuhan buku di era MedSos ini mungkin telah mengalami perubahan, tetapi buku masih sangat penting dalam memenuhi kebutuhan informasi, pembelajaran, kreativitas, dan relaksasi. Dan buku masih dipilih menjadi rujukan utama yang kredibel.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment