Oleh BundaSriMin
*Inspirasi Pagi*
Perjalanan ke Malang kemarin sengaja naik travel, di samping tidak ada yg ngantar juga karena sendirian, jadi lebih efektif dan efisien. Armada yg saya tumpangi diisi 6 (enam) orang dg drivernya, jadi kursi terisi penuh, dan sy kebagian duduk paling belakang, bisa dibayangkan bila sang driver mengemudi dg kecepatan tinggi, maka penumpang paling belakang dipastikan tidak bisa istirahat tidur nyenyak, baru bisa tenang saat jalannya mulus alias di jalan tol.
Ada catatan yg menarik dari perjalanan kemarin, duduk paling depan samping nya sang sopir seorang bapak², beliau membawa pisang raja yg besar² dan ditawarkan pada sang driver untuk mengambil dan memakannya, sambil beliau sendiri juga memakannya, yang saya super kaget, selesai memakan, membuka jendela mobil dg santainya membuang kulit pisang di tepi jalan raya, waduh pikirku ..bgm ya cara menyadarkan pada orang seperti ini, agar mengerti bahaya buang sampah sembarangan
Di kursi tengah, awalnya di tempati dua orang, saat diperjalanan ditambah satu penumpang lagi, dan sang ibu muda yg tiduran nyaman menjadi terusik dg bertambahnya penumpang, kata beliau "Nek ngene gak iso turu mblujur' (Kalau begini gak bisa tidur selonjor), pikir saya, ini kan kendaraan umum yang harus berbagi dg penumpang lain dan tidak bisa seenaknya sendiri, bagaimana cara membentuk etika pada orang seperti ini?
Dua kisah di atas sebagai pelajaran berharga, tentang pentingnya pendidikan etika sejak dini, yg diawali pada lingkungan keluarga dan dilanjutkan di jenjang PAUD dan pendidikan dasar, semua komponen harus bergandengan tangan, orang tua memberikan keteladanan, pembiasaan baik, para guru menguatkan serta mengajarkan dg logika atau penalaran, dg proses yang tidak instan, maka karakter dan etika pasti akan terbentuk.
Pesan dari sang guru, lakukan yg terbaik di posisi mana saja kamu berada, ketika jadi penumpang maka mengikuti dan taat aturan yg ada, ketika menjadi orang tua, mendoakan menyayangi mendidik anak-anak dg keteladanan, ketika menjalankan peran sebagai guru ataupun dosen, kuasai ilmunya, profesional dalam kerja, dan selalu bermohon pada Sang kuasa agar selalu dlm petunjuk dan perlindungan-Nya.
Jangan pernah ada kesombongan dalam diri karena mendapat titipan ilmu, materi ataupun jabatan, karena itu sifatnya hanya sementara, semua akan ada masa purna, dan diganti oleh generasi berikutnya, maka selalu belajar menjadi orang dewasa yg bijaksana, untuk mendapatkan ketenangan dalam menjalankan kehidupan
Untuk menjadi manusia yg terbaik di posisinya tidak perlu menghalalkan segala cara, karena hal ini selalu diawali dari kerendahan hati untuk menjadi percaya diri
Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin
Semoga bermanfaat
Semoga kita selalu sehat
Malang, 07 April 2026
SriMinarti10Bjn

No comments:
Post a Comment