Latest News

Cara Melawan Kanker

 


Oleh : dr achmad budi karyono 

Hari ini 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Dunia. Tema World Cancer Day yang terpilih pada tahun 2026 ini adalah ‘United by Unique’ atau ‘Bersatu karena Keunikan’.


Siapapun orangnya, dalam menghadapi diagnosis kanker tentu merupakan perjalanan emosional yang sangat berat. Takut, cemas, marah, lelah dan berbagai perasaan tidak enak campur aduk bersamaan muncul saat itu. Dan seakan dunia tertutup bagi dirinya.


Disinilah pentingnya memberi bekal penguatan psikologi dan spiritual agar para penyandang kanker merasa lebih tegar. Menjaga dan mengelola mental secara terarah dengan memahami tentang penyakitnya. Namun semua itu harus disikapi dengan wajar dan tidak berlebihan.


Beberapa langkah atau strategi untuk membantu menjaga serta penguatan kesehatan mental dan semangat penyandang kanker antara lain :

1. Memberi ruang dan waktu merasakan segala emosi. Tidak menahan atau memaksa diri untuk selalu berpikiran positif (toxic positivity). Bila sedang merasa sedih atau ingin menangis, lakukanlah. Jika menekan emosi justru bisa menambah beban stres. Dengan cara menulis sebuah keluhan dan solusinya.

 2. Lebih fokus pada hal yang bisa dikuasai dan dikendalikan. Kanker bisa atau seringkali membuat seseorang merasa kehilangan kendali atas tubuh dan hidup. Sebagai solusinya, alihkan fokus pada hal-hal kecil yang masih dalam kendali atau keahlian kita. 

 * Memilih makanan sehat sesuai petunjuk serta mempelajari nya.

 * Mematuhi jadwal pengobatan dengan penuh optimis.

 * Melakukan rutinitas pagi yang menyehatkan dan menenangkan (senam ringan, mendengarkan musik atau meditasi).

3. Perkuat silaturahim dan dukungan yang tepat. Penyandang kanker tidak harus berjuang sendirian. Manusia merupakan makhluk sosial, dan setiap dukungan dari dalam dan luar adalah penumbuh semangat atau ‘bahan bakar’ emosional. Komunikasi dengan sesama penyintas (survivors) dalam WAG seringkali lebih melegakan karena mereka benar-benar memahami apa yang dialami. Bisa konsultasi dengan para ahli. Dan sebaiknya berada dilingkungan orang yang memberikan energi positif, bukan yang membuat merasa terbebani.

4. Membuat rencana jangka pendek. Mengalihkan perhatian dari jangka panjang perjalanan penyakit, dengan langkah kecil yang lebih bermakna. Misal menyelesaikan terapi dengan baik, jalan santai sekitar rumah 10 menit, senam seminggu sekali dengan komunitas kanker, dan lainnya.

5. Praktikkan Mindfulness dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Mindfulness adalah cara untuk menjaga kesehatan mental agar lebih fokus pada situasi dan masalah yang sedang dihadapi, menerima dengan sadar, tidak menghakimi, serta mampu mengelola emosi secara terbuka. Salah satu caranya melakukan senam pernafasan dengan rutin.


Potensi untuk kelelahan mental (mental fatigue) merupakan hal nyata dalam pengobatan kanker. Perjalanan dan waktu terapi bisa memicu merasa kehilangan minat pada segala hal atau merasa putus asa. Bila hal ini muncul, sebaiknya segera disampaikan pada tim medis.


Stres kronis dapat mempengaruhi sistem imun, menurunkan. Berdoa yang ikhlas kepada Allah akan bisa menuntun kita pada pilihan dan arah yang lebih baik. Dan akan banyak mendapat harapan bila kita selalu bersyukur.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.