Latest News

Terasa Hidup

 


Oleh : Erha N

"Tolong bantu Ibu masukkan barang-barang yg tidak terpakai taruh ditempat yang masih longgar!", perintah Ibu kepada anaknya. 

Kadang kita melihat di rumah yang pintunya masih bisa dibuka, tetapi ruang tamunya tak lagi benar-benar “hidup”.


Kapan “menyimpan” menjadi gangguan?

Menyimpan barang adalah hal manusiawi. Kolektor merawat koleksinya dengan rapi; seseorang menyimpan surat lama karena sentimental; keluarga menyimpan buku karena nilai edukasi. Dalam batas tertentu, menyimpan adalah cara merawat memori, pengetahuan, dan identitas. 


Secara sederhana, kriteria inti menekankan adanya kesulitan menetap untuk membuang atau berpisah dengan barang—apa pun nilai barang itu di mata orang lain. Kesulitan ini bukan karena lupa atau semata malas, melainkan karena dorongan kuat untuk menyimpan disertai tekanan emosional saat harus membuang.


Akibatnya, barang menumpuk hingga area rumah tersumbat dan tidak bisa dipakai sesuai fungsinya—ruang tamu tak lagi menerima tamu, meja makan tak lagi menjadi tempat makan, dapur tak lagi aman untuk memasak, kamar tidur tak lagi memberi istirahat yang layak. Lebih jauh, penumpukan ini menimbulkan gangguan bermakna diantarnya mengganggu kerja, relasi, kesehatan, atau keamanan hunian. Apa  solusi menyikapi hal tersebut? 


Perubahan besar hampir selalu dimulai dari sesuatu yang kecil: satu laci yang kembali bisa ditutup, satu jalur yang kembali bisa dilalui, satu keputusan yang tidak sempurna tetapi cukup—lalu diulang lagi besok. Bukan sebagai proyek heroik, melainkan sebagai latihan harian untuk merebut kembali ruang hidup. Semoga bermanfaat.


Semoga kita selalu sehat. (Rhn)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.