Latest News

Takutnya . . . Ansietas

 


Oleh : dr achmad budi karyono 

Saat ini dalam percakapan di masyarakat, sering kita dengar kata ‘takutnya’, terutama dikalangan remaja. Kata itu menunjukkan suatu kekhawatiran atau kewaspadaan terhadap yang kemungkinan terjadi. Takutnya nanti begini . . . atau takutnya nanti begitu . . .


Penggunaan kata takutnya, berarti khawatir. Dan itu wajar, karena merupakan sebuah kewaspadaan.


Namun kita juga harus mewaspadai, jangan sampai rasa takut itu menjadi berlebihan. Sehingga membatasi seseorang untuk bergerak, berusaha, beraktivitas dan berinovasi. Seakan terbelenggu, karena dihantui rasa takut, bahkan sampai terganggu jiwanya yang dikenal sebagai ansietas. Dan sebaiknya hal itu harus memperoleh solusi dengan segera.


Ansietas merupakan sebuah kondisi mental yang ditandai oleh perasaan khawatir, takut atau cemas yang berlebihan dan tidak terkendali. Ansietas dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang.


Kita bisa mengidentifikasi seseorang mengalami ansietas, dengan menemukan beberapa gejala yang sering muncul :

1. Perasaan khawatir yang berlebihan dan tidak terkendali tentang sesuatu yang mungkin terjadi atau tidak terjadi.

2. Takut yang tidak rasional atau berlebihan terhadap sesuatu yang tidak berbahaya.

3. Perasaan cemas yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau tidak tenang.

4. Gangguan tidur karena perasaan khawatir atau cemas.

5. Perilaku menghindar dari situasi atau aktivitas yang menimbulkan perasaan khawatir atau cemas.


Menurut beberapa gejala yang sering kita temukan itu, Ansietas dapat digolongkan menjadi beberapa jenis antara lain :

1. Gangguan ansietas yang tidak spesifik dan dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan.

2. Gangguan yang ditandai oleh serangan panik yang tidak terduga dan berulang.

3. Takut yang tidak rasional atau berlebihan terhadap sesuatu yang spesifik.

4. Gangguan ansietas yang terkait dengan interaksi sosial.


Kalau kita menemukan gejala atau gangguan seperti diatas, sebaiknya harus segera mendapatkan solusi. Agar tidak semakin berlanjut, Terapi atau Pengobatan ansietas ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :

1. Terapi yang membantu seseorang mengubah pola pikir dan perilaku yang kurang tak atau tidak sehat.

2. Dalam kondisi atau hal tertentu, diperlukan Obat khusus yang dapat membantu mengurangi gejala ansietas.


Khawatir atau takut sesuatu merupakan hal yang wajar, asal tidak berlebihan. Apalagi sampai mengganggu dan mempengaruhi kondisi jiwa. Tentunya sangat disayangkan, dan harus segera di terapi, agar tidak berkembang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan jiwa.


Selalu bersyukur kepada Allah SWT, serta tawakal kepada Nya, adalah suatu keniscayaan.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.