Oleh : BundaSriMin
*Inspirasi Hikmah*
Ada tiga tempat suci yg disunnahkan untuk dikunjungi oleh umat Islam yaitu Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Aqsha di Palestina, ketiganya memiliki tempat yg mustajab untuk berdoa semua doa dan harapan akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Selama lima belas hari berada di dua kota suci Makkah dan Madinah, (belum bisa memberikan penjelasan tentang Masjidil Aqsha karena blm pernah berziarah ke sana, insyaallah ke depan ada kesempatan menjadi tujuan ziarah), masjid yg selalu hidup, tidak kenal waktu apakah jam 1 dini hari atau jam 1 siang sama ramainya, para tamu Alloh memohon ampunan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat di tempat yg mustajab.
Di Madinah ada Raudhah yaitu tempat makam nya Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As Sidik dan Umar Bin Khatab, ditempat itu para peziarah berdoa kepada Alloh SWT, dan insyaAllah semua doa dikabulkan, Raudhah berada di dalam masjid Nabawi yaitu antara mimbar Rosulullah dg kamar beliau yg sekarang menjadi makam, dan untuk bisa masuk disana harus melalui daftar lewat aplikasi, Alhamdulillah umroh kali ini bisa melakukan sholat dan berdoa disana dg tenang rata² pengunjung diberikan waktu lima menit.
Andapun di Masjidil Haram ada tempat mustajab yg di sebut hijir Ismail ditandai dg pagar, Rosulullah pernah menyarankan para sahabat untuk sholat di Hijir Ismail, karena pahalanya sama dg sholat di dalam Ka'bah, disamping itu juga tempat mustajab dalam berdoa, umroh kali ini tdk bisa sholat di dalam hijir Ismail, Alhamdulillah sdh pernah saat haji 16 tahun yg lalu, karena tempat nya terbatas, untuk bisa masuk harus daftar antri, dan itu membutuhkan waktu yg lama,
Dua Masjid yg dimuliakan ini tidak pernah sepi dari pengunjung, tiap waktu silih berganti, mungkin akan sulit membedakan antara siang dan malam, maka sy sebut dua Masjid ini selalu hidup, yaitu banyaknya orang beribadah dan perekonomian juga menjadi hidup, karena ada filosofi berangkat ke Makkah dan Madinah bawa sangu sebanyak banyaknya dan koper kosong, pulang jangan sampai tersisa rupiah atau real nya, entah benar atau tidak, tapi yg jelas selepas sholat para jamaah masuk hotel tak lepas dari tentengan belanja (istilah candaannya hasil lempar jumroh..he he Kata Ustadz Hikam, mhs S2 prodi sastra Arab di Al Azhar yg menjadi Muthowif umroh kali ini, asli Demak, muda Sholeh cerdas, dan memiliki kemampuan komunikasi atau pendekatan yg sangat baik dg para jamaah).
Para jamaah memiliki pengalaman spiritual yg berbeda beda, ada yang mengatakan dulu sengaja meninggalkan baju dan sandal di tanah Haram agar segera di undang lagi ke sini, ada yg menangis ingat keluarga di rumah berdoa bisa datang lagi dan mengajak keluarga besar, ada yg titip didoakan teman saudara kerabat yg haji atau umrah.
Jamaah umroh dari Indonesia rata² sudah berusia tdk muda, ada yg di umroh kan putranya, ada yg dana Taspen, ada yg dana dari menabung dan lain-lain, sekali kunjungan misalkan 8 hari di Makkah dan 8 hari di Madinah para jamaah bisa melakukan umroh 3-5 kali, yg harus dijaga adalah kesehatan hati (bersih), jasmani, Ruhani, dan ekonomi. Ibadah haji dan umrah ideal nya memang dilakukan selagi muda karena membutuhkan stamina yg prima, tapi niat dulu selagi muda dan ditunaikan pas mampu adalah utama, Semoga Allah SWT memudahkan kita semua untuk berziarah ke tanah suci Mekkah dan Madinah, aamiin
Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin
Semoga bermanfaat
Semoga kita selalu sehat
Makkah Al Mukaromah, 19 Desember 2025
SriMinarti10Bjn

No comments:
Post a Comment