Oleh : dr achmad budi karyono
Kemarin 21 februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional, yang pada tahun 2026 ini memasang tema ‘Kolaborasi Aksi untuk Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman Sehat Resik Indah)’.
Sampah konotasinya memang kotor, menjijikkan, busuk dll yang buruk atau jelek. Tetapi kalau dilakukan penataan dan pengelolaan dengan benar, bisa merubah citra sampah menjadi tidak seburuk itu.
Sejak memasuki abad 21, kita semua sudah lebih mengenal sampah serta mulai peduli dengan pengelolaan sampah dengan benar. Sampah yang sebelumnya bercampur baur, mulai dipisahkan dan disesuaikan dengan jenisnya. Sehingga penganggaran tentang sampah memerlukan kenaikan yang tidak sedikit.
Sampah harus aman. Tumpukan sampah yang menggunung pernah mengakibatkan bencana yang sampai menelan korban pada 2005 yang lalu. Situasi itu seakan mencoreng kita semua, dan tidak memiliki kepedulian sama sekali tentang sampah. Ada juga sampah bahan kimiawi yang berdampak pencemaran lingkungan ataupun individu, harus diantisipasi.
Sampah harus dikelola dengan baik agar tidak mengakibatkan gangguan kesehatan. Baik pada lingkungan atau perorangan, termasuk tenaga pelaksana pengelola sampah. Pengelolaan dengan kriteria tertentu harus diikuti dengan baik. Karena dampak yang diakibatkan belum tentu terlihat saat ini, mungkin bisa saja setelah sekian tahun mendatang.
Dengan pengelolaan yang seksama, yang harus dilakukan oleh semua stakeholder persampahan, lingkungan atau kota dan daerah akan terlihat resik atau bersih. Masyarakat harus bergerak bersama, tidak bisa hanya membebankan pada mengelola sampah saja. Kita pun kalau membuang sampah tidak sembarangan.
Kalau semua kita lakukan estetika atau keindahan kota yang kita idamkan akan menjadi kenyataan. Asri yang kita idamkan dan kita pilih menjadi tema akan terwujud dengan baik. Dan sekaligus akronim dalam ASRI akan kita nikmati bersama.
Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:
Post a Comment