Latest News

Cara Hindari Virus Nipah

 


Oleh : dr achmad budi karyono 

Ditengah bergejolaknya cuaca yang tidak menentu dan meleset dari prediksi, dunia kesehatan dikagetkan oleh munculnya virus nipah. Walau sebelumnya virus ini pernah hadir, namun dunia masih belum melangkah mendapatkan vaksin dan pengobatannya.


Virus Nipah (NiV) tergolong dalam virus zoonosis. Jenis virus yang berasal dari hewan, yang kemudian berpindah dan menyerang manusia. Virus ini teridentifikasi pada tahun 1999 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.


Tingkat kematian serangan virus ini cukup tinggi, sekitar 40 - 75%. Kita harus selalu waspada, walau penyebaran virus ini terbatas, tidak melalui udara yang tercemar virus seperti covid 19.


Virus nipah ini, menyebar atau menular dengan beberapa cara, antara lain seperti dibawah ini : 

1. Bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi (darah, urin atau air liur), terutama kelelawar buah atau babi.

2. Memakan buah sisa atau yang pernah dijamah dan yang terkena air liur atau urin kelelawar yang terinfeksi.

3. Melalui kontak erat dengan sekret atau cairan tubuh pasien yang terinfeksi (sering terjadi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan).


Informasi keberadaan virus Nipah di negeri ini, saat ini memang masih simpang siur dan belum pasti. Namun kita harus selalu mewaspadai dan sigap bila sewaktu-waktu menemui beberapa gejala seperti dibawah ini, yang muncul sekitar 4 hingga 14 hari setelah terpapar.

1. Gejala Awal berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah dan sakit tenggorokan.

2. Gejala Berat pusing, mengantuk, penurunan kesadaran dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan peradangan otak (ensefalitis).

3. Beberapa pasien juga mengalami sesak napas akut.


Agar kita terhindar dari virus Nipah itu, harus menghindari dengan langkah pencegahan dibawah ini. Karena hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk manusia maupun obat antivirus yang spesifik untuk Nipah. Oleh karena itu pencegahan adalah kunci utama :

1. Cuci Tangan Secara Rutin dengan menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas, terutama setelah menjenguk orang sakit atau dari pasar hewan.

2. Hindari Konsumsi Nira Mentah. Pastikan nira sawit atau aren dimasak/dididihkan sebelum diminum untuk membunuh virus yang mungkin terbawa dari kelelawar.

3. Cuci bersih semua buah-buahan dan kupas kulitnya. Hindari memakan buah yang terlihat bekas gigitan hewan.

4. Hindari Kontak dengan Hewan Liar, terutama kelelawar dan babi di area yang diketahui terdapat sirkulasi virus.

5. Lakukan Protokol Kesehatan di RS. Petugas medis harus selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat merawat pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut atau ensefalitis.


Oleh karena itu, bila kita menemui orang yang mengalami demam tinggi disertai pusing hebat setelah bepergian dari daerah endemik atau kontak dengan hewan liar, segera diperiksakan ke dokter, klinik atau fasilitas kesehatan terdekat.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.