Latest News

Learning Without Wall

 


Oleh : dr achmad budi karyono 

Hari ini 24 Januari diperingati sebagai Hari Pendidikan Internasional. Pada tahun 2026 ini menetapkan tema The power of youth in co-creating education’ atau ‘Kekuatan kaum muda dalam menciptakan pendidikan bersama’.


Saat ini kita masuk dalam era perubahan atau masa transisi ke era digital yang sangat komplek. Hampir semua kegiatan kehidupan tidak luput dari peran serta digital. Bahkan lebih dari itu. Mereka sudah memasukkan hampir semua alur ideal dalam proses pengolahan data. Kita kenal dengan artificial intelligence.


Sesungguhnya dasar atau fondasi sistem digital ini sederhana. Antara Ya atau Tidak. Seperti skema sebuah proses pembuatan barang tertentu. Dari langkah awal hingga akhir dengan bahasa biner tersebut.


Metode atau sistem pendidikan di era digital ini, bukan hanya sekedar menggantikan buku ke tablet atau laptop ataupun handphone. Bukan pula memuseumkan papan tulis, dengan papan LED sentuh atau interaktif sebagai penggantinya.


Pendidikan yang sebelumnya hanya proses ajar dan mengajar, atau dengan diskusi dan tanya jawab. Antara guru dan siswa berjenjang dengan garis tegas.


Pendidikan saat ini sudah mulai berjalan atau sedang mengalami transformasi total. Terutama perubahan dalam hal akses materi, cara memahami yang penuh bias serta pembagian atau share materi yang tanpa batas.


Peran AI pada kurun waktu terakhir ini, semakin dominan. Bahkan seluruh lini kehidupan kita saat ini semakin dimanjakan oleh AI. Dan kita tidak bisa melepaskannya. Bahkan menjauh pun tidak bisa.


Dalam dunia pendidikan, Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi (sage on the stage), namun sebagai pendamping dan pengarah siswa untuk memilah informasi yang benar di tengah banjir data (guide on the side).


Sementara itu, Siswa didorong untuk mencari sumber atau bahan ajar secara mandiri, melakukan riset digital, dan berkolaborasi secara virtual.


Tentu hal ini tidak mudah untuk melakukannya. Disinilah kita harus waspada dalam memilah terkait data yang valid atau hoax. Belum lagi masih tergantung oleh kecepatan internet. Keamanan pemilihan software juga sangat menentukan.


Itulah perubahan pendidikan dunia, yang mau atau tidak mau harus kita ikuti. Bahkan universitas ternama dunia pun sudah melakukan transplantasi ini.


Kita harus mengikuti alur samudra pendidikan dunia. Namun kita harus menyikapi dengan bijak. Mengutamakan etika kepada stakeholder dalam proses ajar mengajar.


Semoga kita selalu sehat. (Abk)

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.