Latest News

Menafsirkan



Oleh : BundaSriMin

*Inspirasi Pagi*


Banyak hal yg membuat seseorang memiliki perasaan tenang maupun kecewa dari penafsiran terhadap suatu peristiwa atau mengartikan kejadian 


Persepsi merupakan proses menafsirkan rangsangan dari lingkungan melalui panca indera untuk memberikan makna, yg menjadi problem ketika proses menafsirkan tidak memakai data, hanya berbekal asumsi atau praduga dan langsung dijadikan sebagai kesimpulan maka hasilnya adalah kecewa. 


Penafsiran bermodal data yg kredibel (dapat dipertanggungjawabkan) maka hasil nya adalah ketenangan rasa, sebagai hasil dari analisis data dan logika serta rasa. 


Sebagai ilustrasi:  seorang wanita merasakan sakit di dada nya, belum diperiksakan ke dokter sudah menafsirkan bahwa dirinya terkena sakit jantung, maka perasaan sedih, kecewa dan galau selalu menyelimuti hari harinya, suatu waktu akhirnya diperiksakan ke dokter spesialis dan ternyata tidak terdapat penyakit yg dia sangka kan, hanya kurang olahraga, itulah pentingnya mengartikan sesuatu memakai data dan ilmu.

Seorang istri merasa sedih, karena ada desas desus bahwa suaminya sering makan bersama seorang wanita muda dan lebih cantik darinya, belum diklarifikasi sudah sedih duluan, coba ditanya baik-baik siapa yg diajak ke warung itu, ternyata teman kerjanya, bukan selingkuhan nya, tapi pemikiran sdh terlanjur mengartikan berdasarkan perasaan tanpa pakai data, maka hasilnya adalah kecewa. 


Bagaimana cara menafsirkan sesuatu agar jiwa menjadi tenang, yaitu memakai ilmu dan data, tidak perlu baperan pada sesuatu yg masih abu-abu, jangan mudah menyimpulkan bila itu masih sebatas persepsi, berangkatlah dari kesadaran diri, bahwa tidak ada mahluk yg sempurna di dunia ini, termasuk orang tua, pasangan, keluarga dan teman teman kita, kalau pun ada perubahan sikap itu hal yg lumrah, selaras dg teori perubahan sosial, misalkan teman kita dulu sering datang ke rumah, dan sekarang jarang ataupun tidak pernah, diartikan karena mereka lagi sibuk punya tugas yg banyak, misalkan lagi saat telpon suami atau istri tdk dijawab, bukan langsung marah atau menyimpulkan bahwa mereka sdh tidak sayang lagi, bisa jadi punya aktivitas yg mengharuskan tidak pegang HP. Jadi menafsirkan sesuatu dg cara pandang yg positif akan membuat diri menjadi tenang, bijaksana, dan berkesadaran serta perasaan penerimaan.


Memiliki cara pandang orang lain juga bisa membuat kita tenang, artinya memberi makna pada sesuatu berdasarkan perspektif mereka, itu akan lebih objektif hasilnya, menghasilkan jiwa yg bisa menerima perilaku orang lain dg sikap biasa, karena tdk ada unsur memaksakan kehendak 


Yang mampu mengendalikan hati manusia adalah Sang pemilik Nya yaitu Allah SWT, maka jangan pernah lupa berdoa untuk menetapkan meneguhkan hati kita pada Agama Islam yg benar, menguatkan hati untuk meneguhkan iman, menjauhkan dari sifat malas menunaikan ibadah sholat khususnya dan ibadah² yg lainnya 


Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin ya rabbal 'alamiin 

Semoga bermanfaat 

Semoga kita selalu sehat 


Padangan, 16 Januari 2026

SriMinarti10Bjn

No comments:

Post a Comment

Suara Medika Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Roofoo. Powered by Blogger.